Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 31 AKU BOSNYA DAN KAMU BUDAKKU


__ADS_3

Luckas tampak menelepon seseorang saat sedang berada di atas atap gedung Rumah Sakit. Raut wajah pria berusia 30tahunan tersebut tampak serius dengan raut muka yang keras, setiap ucapan yang terlontar dari mulut nya menegaskan sebuah perintah untuk,


"Aku akan tunggu , segera kemari dalam setengah jam. Pastikan tidak ada sedikit pun jejak yang tertinggal, mengerti ?!" setelah menitahkan anak buah di ujung sambungan , Luckas menerawang jauh memandang jauh entah kemana.


Semilir angin di atas gedung cukup terasa kasar menerpa tubuh pria gagah yang berprofesi sebagai seorang pengawal khusus, tubuh tegapnya bagai karang yang tidak sedikit pun goyah kala udara bergerak kuat ke arahnya.


Satu tangan Luckas tampak menyesap sebatang rokok, setiap hisapan terasa semakin dalam kala pikiran nya kembali teringat akan sosok nona muda yang begitu memohon dengan ekspresi pilu sendu yang beraduk.


'Aku pasti akan bawa kamu pergi Michelle. Pasti~'


Luckas mengiyakan keinginan Michelle untuk kabur karena dirinya punya rencana lain. Bukan sekedar anak buah yang menurut i perintah majikan namun lebih kepada, Luckas memiliki tujuan pribadi yang tidak seorang pun tahu.


Tidak satu orang pun dari keluarga Michelle mengetahui hal ini, perihal Michelle kecelakaan pun berhasil di bungkam oleh Luckas. Pihak keluarga terutama orang tua Michella tampak percaya sepenuhnya atas laporan sang pengawal pribadi yang mengatakan jika saat ini Nona muda Michelle sedang di dalam kamar untuk mengerjakan tugas kuliah.


Usai menyelesaikan satu puntung rokok, Luckas kembali ke kamar tempat Michelle di rawat. Begitu langkah Luckas memasuki ruangan tampak nafas Michelle yang teratur tanda efek obat penenang masih bekerja.


Luckas menatap Michelle sangat dalam, sesuatu di dalam dirinya selalu bergejolak disertai getaran halus . Michelle memang nona muda yang arogan dan keras kepala tapi anehnya Luckas sangat menyukai karakter Michelle. Meski tidak dipungkiri Luckas juga merasakan pilu setiap kali Michelle mendapatkan masalah dan dihukum oleh Tuan besar.


Kemudian Luckas melangkah keluar usai memastikan kondisi Michelle baik baik saja.


Luckas pergi untuk mengurus segala sesuatu yang berkaitan dengan administrasi di rumah sakit , semua rekam jejak keberadaan Michelle dan dirinya di hapus .


Jumlah uang yang Luckas gelontorkan untuk menghapus semua rekam jejak dirinya dan Michelle mencapai nominal jutaan dollar. Uang tidak masalah bagi Luckas, yang terpenting bagi dirinya sekarang ini adalah apa yang dia inginkan akan dia dapatkan.

__ADS_1


Benar saja tepat setengah jam sebuah helikopter mendarat di landasan helipad di atas atap gedung rumah sakit tempat Michelle di rawat


Beberapa tim medis khusus membantu Luckas membawa Michelle naik ke tempat helikopter menunggu.


Sebuah brankar khusus pasien beserta alat medis yang masih menempel, ikut masuk ke dalam bagian belakang ruang helikopter.


Hanya ada tiga orang yang berada di dalam helikopter berukuran cukup besar tersebut yakni Lukas, Michelle dan sang pilot Huke .


Huke adalah salah satu orang kepercayaan Luckas,


Beberapa saat kemudian setelah memastikan kondisi dan posisi Michelle aman dan nyaman, tim medis khusus tampak mundur menjauh dari landasan helipad. Baling baling helikopter mulai bergerak dan dalam waktu kurang dari tiga menit berhasil meninggal kan landasan dan menjauh dari gedung rumah sakit.


Helikopter menempuh perjalanan jauh keluar kota , melewati perbatasan negara hingga dalam waktu tiga setengah jam tiba di sebuah kawasan perbukitan dimana terdapat sebuah mansion mirip kastil gagah berdiri di tengahnya.


Helikopter mendarat di landasan helipad yang berada di pelataran mansion. Begitu mesin helikopter dimatikan, tampak sekumpulan pria berjas hitam , bertubuh tegap dan penampilan rapih dengan ekspresi wajah yang sama datar membantu mengevakuasi Michelle.


Beberapa waktu kemudian,


Michelle tampak mulai membuka mata setelah semua dikondisikan. Saat ini hanya tersisia Michelle dan Luckas di dalam kamar.


Sekitar satu jam yang lalu, sebelum Michelle sadarkan diri anak buah Luckas sudah meninggalkan ruangan dan kembali ke pos masing masing.


Eungghh~ Michelle menggeliat pelan membuka mata dan menangkap sosok Luckas yang berdiri menatap nya dengan penampilan kasual.

__ADS_1


" Luke~ ini dimana ?" tanya Michelle dengan suara serak khas bangun tidur.


" Ini adalah apa yang selama ini kamu inginkan Michelle." jawab Luckas singkat tanpa mengalihkan pandangan terhadap Michelle yang entah kenapa selalu tampak cantik sempurna di matanya.


"Aku tidak mengerti, ini bukan Rumah sakit atau kamarku Luke." Michelle bersandar pada dashboard ranjang dengan hati hati , beberapa bagian tubuh masih terasa nyeri dan cukup untuk membuat Michelle meringis menahan.


"Kamu sudah aman, mulai saat ini dan seterusnya aku bersumpah tidak akan pernah membuat kamu menangis lagi. Semua sudah berakhir dan kamu bukan lagi Nona muda kesayangan keluarga melainkan Calon istriku." senyum smirk terbit di wajah Luckas.


Tampak tampan berwibawa sekaligus menyeramkan bagi Michelle sebenarnya karena dia selalu menganggap Luckas adalah satu satunya pengawal pribadi yang paling bisa di percaya.


"Nice joke Luke. Jangan bilang kalau ini adalah mansionmu karena aku yakin gajimu seumur hidup tidak akan mampu membeli semua kemewahan ini." Michelle terkekeh sambil menggelengkan kepala, menganggap saat ini Lukas sedang bercanda.


"Apa kata kamu itu benar, jika aku hanya bekerja sebagai seorang pengawal tidak akan mungkin memiliki kemewahan seperti ini. Namun sayangnya ini semua memang milikku, termasuk kamu ." Luckas melangkah mendekati Michelle dengan raut muka yang tidak seperti biasanya.


Sorot mata Luckas tampak tajam serius seakan menghunus sampai menembus ulu hati Michelle.


"Ada hal yang harus kamu ketahui Michelle, disini aku adalah bos nya dan kamu adalah budakku yang hanya akan tunduk di bawah perintah ku. Mengerti ?" Luckas menaikkan satu alisnya sambil mendekatkan wajah ke arah Michelle yang tampak terpaku gagal mencerna situasi yang terjadi saat ini.


"Aku nona mu Luke, aku bos nya dan kamu cuma bawahanku , pengawalku. Sejak kapan posisi kita berbalik. Benar benar lucu candaanmu tapi~"


Belum sempat Michelle menyelesaikan kalimatnya, Satu jari telunjuk Luckas menempel di bibir Michelle , "Sssttt~ mulai sekarang sebaiknya jaga sikapmu Michelle atau aku tidak akan segan untuk menghukum kamu."


Netra keduanya terkunci, baik Michelle ataupun Luckas saling menatap lekat dengan pemikiran masing masing.

__ADS_1


"Kamu tidak ada hak Luke. Cih~ ini mulai tidak lucu, awas !" Michelle merasa canggung lantaran Luckas hampir saja menempel kan bibirnya.


"Mulai sekarang biasakan dirimu dengan aturan di tempat ini Michelle , I am the bos and you are my slave." Luckas beranjak meninggalkan Michelle begitu saja usai gagal mencuri sebuah ciuman .


__ADS_2