Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 36 HADIAH BULAN MADU


__ADS_3

Hari hari selanjutnya Bella sama sekali tidak diijinkan bertemu dengan Jason. Setiap berangkat dan pulang dari kampus Jovan sendiri yang akan menjemput Bella.


Tidak ada yang bisa Bella lakukan selain menurut lantaran jika dirinya mendebat sang suami pasti hanya akan berakhir dengan hukuman .


...Hukuman yang hanya akan semakin menambah perasaan....


Tidak di pungkiri jika semakin mendekat i waktu perpisahan justru Bella semakin terbiasa hidup dengan Jovan. Biduk rumah tangga yang berdasarkan perjanjian kontrak kini terasa mengalir begitu saja . Baik Jovan maupun Bella masih enggan mengakui perasaan masing masing, keduanya sama sama menemukan kenyamanan dan mungkin bibit bibit cinta sudah berkembang diantara mereka.


Sebulan berlalu begitu saja, Jason masih kerap mengunjungi gedung fakultas Bella namun selalu gagal bertemu teman baiknya itu. Jovan mengutus anak buah khusus yang akan memantau aktivitas Bella di kampus dan memastikan pria bernama Jason tidak mendekati Bella.


"Bella !!! Astaga susah sekali ketemu kamu." teriak Jason sambil berlari kecil menghampiri Bella yang baru selesai kelas terakhir.


"Jason ?? Apa yang kamu lakukan disini, astaga." Bella membelalakkan mata kala melihat Jason mengiringi langkah kakinya.


Bella menoleh memperhatikan sekitar takut jika ada anak buah Jovan yang melihat dirinya bersama Jason. Bella tidak ingin mencari masalah , fokus utamanya hanya kuliah dan tidak diijinkan berteman dengan lawan jenis apapun alasannya.


"Apa kamu mengalami masalah Bell ? Hampir sebulan kita gak main bareng loh. Aku gak ada teman buat cerita selain kamu." ucap Jason panjang lebar.


"Tugas kampusku bejibun dan semua harus bisa mendapatkan nilai terbaik agar aku bisa bertahan di kampus ini Jason, sorry ya aku buru buru banget nih. Bye Jason !" ucap Bella sambil melangkah tergesa lantaran tidak ingin ketahuan sudah bertemu teman baiknya itu.


Jason ingin menahan Bella namun sayangnya Bella sengaja mempercepat langkah menuju keluar gerbang dan hanya mengucapkan salam perpisahan yang belum sempat dia balas.


"Bella, what happen with you~" gumam Jason kala menatap punggung Bella yang semakin menjauh.


Jason yang ingin mengatakan sesuatu pun gegas berlari mengejar Bella namun sayang nya saat sudah berjarak beberapa meter Jason melihat Bella masuk ke sebuah mobil .


Mobil mewah dengan kaca gelap. Jason tidak bisa melihat siapa orang didalamnya namun Jason tidak merasa asing akan plat nomor mobil tersebut.


'Dia lagi~" Jason berdiri mematung dengan tatapan tajam ke arah mobil.


Bahkan sengaja Jason menatap mobil yang melaju dengan kecepatan sedang melewati dirinya. Jason benar benar tidak menyangka jika Bella masih menjalin hubungan dengan sang dosen, "Padahal dosen itu sudah tidak mengajar di kampus ini. Tapi masih saja dia mengambil Bella dari aku, arrhh sial !!"

__ADS_1


Mobil semakin menjauh dari gedung kampus , tidak dipungkiri Bella merasa tidak enak lantaran harus bersikap cuek terhadap Jason.


"Bapak keterlaluan sekali, lihat tuh kasihan Jason." ucap Bella setelah mobil berbelok arah.


"I told you Bella, aku gak mau kamu dekat dengan laki laki mana pun. Kamu masih terikat denganku dan hanya boleh dekat dengan aku seorang." tutur Jovan sambil tetap fokus mengemudi.


"Bapak terlalu posesif dan itu berlebihan. Aku saja tidak pernah perduli bapak mau Deket dengan wanita mana pun." ucap Bella.


"Karena saya menjaga diri Bella, selama ini cuma ada kamu. Tidak pernah saya berteman akrab dengan wanita lain kecuali urusan bisnis, seharusnya kamu mengerti Bella."


"Terserah bapak deh." Bella mendengus kemudian memilih cuek bersandar sambil menatap keluar jendela.


"Apa kamu cemburu kalau ada wanita yang mendekatiku heum ?" tanya Jovan tiba tiba.


"Gak." jawab Bella singkat.


Jovan terkekeh pelan sambil menggeleng kepala kala mendengar jawaban Bella .


"Kamu tahu kan harus bersikap bagaimana saat bertemu orang tuaku ?" tanya Jovan saat mobil memasuki pekarangan mansion mewah keluarga Gilbert.


"I know." ucap Bella singkat.


Kemudian setelah mobil terparkir, tampak pasangan suami istri tersebut bergandengan tangan masuk ke dalam mansion .


Beberapa pelayan tampak menyambut kedatangan Jovan dan Bella,salah satu dari pelayan mengantarkan pasangan tersebut ke ruang keluarga dimana Tuan besar dan Nyonya besar sudah menunggu.


"Mom, Dad long time no see !!" ucap Bella bernada antusias saat memasuki ruang keluarga, dengan manisnya Bella menghambur memeluk satu persatu orang tuanya bergantian.


Jovan yang di belakang Bella juga melakukan hal yang sama kemudian, setelah cukup menyalurkan rasa rindu mereka berempat duduk dengan dilanjutkan mengobrol tentang banyak hal.


"Apakah belum ada tanda tanda istrimu hamil Jovan ?"tanya sang ayah.

__ADS_1


"Belum. Doakan kami agar bisa segera memberikan kalian cucu yang menggemaskan." ucap Jovan alakadarnya.


"Apa mungkin kalian tidak bersungguh-sungguh membuatnya ? Sudah cek kesehatan kalian kan ? " tanya sang ayah lagi.


"Aku dan Bella sehat, tidak ada kendala dalam organ reproduksi. Mungkin memang belum rejekinya saja." kata Jovan sopan.


Bella yang duduk di samping sang mommy tampak bersandar manja , iseng iseng Bella menyeletuk, "Kami berdua sama sama sibuk mom, dad. Tugas kuliahku banyak dan tahun ini aku harus mendapatkan nilai terbaik. Mas Jovan juga sibuk mengurus bisnisnya jadi , tahun ini kami bener bener gak punya banyak kesempatan buat bikin adonan cucu buat kalian hehehe~"


"Astaga sayang, tidak perlu terlalu serius mengejar nilai terbaik di kampus. Toh kamu adalah istri dari pemilik kampus itu sendiri. Come on, jangan bilang kamu masih merasa sungkan di posisi menantu keluarga Gilbert ?" ucap sang mommy yang tentu saja langsung direspon gelengan kepala oleh Bella.


"Bukan begitu mom tapi~" belum selesai Bella mengucap kalimat nya tiba tiba sang Daddy berkata,


"Besok kalian berangkat bulan madu. Jangan memikirkan apapun fokus saja mencetak adonan cucu untuk keluarga Gilbert. Katakan kalian ingin bulan madu kemana heum ?" kata sang Daddy.


"Ide bagus honey , seperti nya putra putri kita ini memang harus dipaksa supaya lekas berhasil mencetak cucu. Bagaimana jika Maladewa ? Kita ada resort di sana bukan ? " kata sang mommy.


Melihat Daddy dan Mommy antusias menyiapkan perjalanan bulan madu membuat Bella dan Jovan saling melempar pandang .


Karena orang tua sudah memutuskan maka baik Bella maupun Jovan tidak bisa menolak apalagi membantah. Malam itu juga pasangan suami istri tersebut menginap di mansion untuk mempersiapkan keberangkatan esok pagi.


"Kayaknya aku salah bicara tadi , haish bodoh sekali aku !" Bella merutuki dirinya sendiri yang keceplosan bicara.


"Sudah terlanjur Bella , kita hanya harus berakting sedikit lagi agar orang tuaku tidak curiga. Anggap saja kita liburan, setidaknya ini satu kesempatan healing dari aktivitas kampus yang padat sebelum kita mengakhiri perjanjian." ucap Jovan sambil merapikan bantal di atas ranjang sebelum tidur.


"Tapi kan pak, ini bukan saatnya liburan. Ujian semester juga masih jauh. Bagaimana kalau pofesor Newton curiga aku absen berhari hari tanpa alasan yang masuk akal ?" Bella memikirkan banyaknya tugas yang harus terbengkalai jika dirinya pergi liburan.


"Pak Newton tidak akan begitu kepo. Aku yang akan urus semuanya, sekarang mari kita tidur. Besok kita berangkat setelah sarapan." Jovan berbaring di sisi ranjang sebelah kanan dan Bella di sisi ranjang sebelah kiri.


Ada perasaan gelisah yang terus Bella rasakan, ada ketakutan tersendiri saat kebohongan yang terus dia tutupi kelak akan terbongkar dan Bella tidak tahu harus berbuat apa jika sampai itu terjadi.


'Aku sangat berharap semua baik baik saja sampai semua berakhir, aku hanya ingin fokus kuliah agar bisa membanggakan ayah. Semoga pernikahan palsu ini akan berakhir tanpa masalah, huft~'

__ADS_1


__ADS_2