
Acara pernikahan berlangsung pada sore hari, tepat setelah hari terakhir ujian tengah semester.
Bella tampil dengan gaun berwarna broken white yang menambah kesan manis pada dirinya. Sedangkan Jovan juga mengenakan setelan jas dengan warna senada dengan gaun yang dipakai Bella.
Entah bagaimana dengan Jovan namun, bagi Bella ini bukankah hal yang sakral karena bagi Bella pernikahan ini hanya berlandaskan pada kesepakatan, bukan perasaan.
Kedua orang tua Jovan tampak tersenyum haru kala melihat sepasang calon pengantin sedang mengucap ikrar janji di depan altar.
Acara pernikahan yang tertutup, hanya kerabat dekat yang hadir sesuai keinginan kedua mempelai. Calon besan sendiri juga berhalangan hadir karena sedang mengatur masalah bisnis diluar negeri dan memasrahkan segala sesuatu kepada keluarga Gilbert.
Setidaknya begitu alasan yang disampaikan Jovan .
Semua prosesi pengikatan janji suci berlangsung lancar, wajah kedua mempelai tampak berseri saling memancarkan rasa cinta dan kasih sayang yang mendalam.
Tentu saja itu semua hanyalah, akting.
Setelah seluruh rangkaian acara pemberkatan pernikahan selesai dilaksanakan, acara di lanjutkan dengan pesta makan malam mewah di sebuah kapal pesiar yang sengaja di siapkan oleh keluarga Gilbert sebagai hadiah kepada pengantin agar bisa melakukan malam pertama tanpa gangguan.
Saat ini semua orang larut dalam alunan musik dansa yang romantis, tidak terkecuali Jovan dan Bella yang berdansa di tengah dan menjadi pusat perhatian para kerabat dan keluarga besar.
"Mereka terus menatap kita." ucap Bella lirih sambil tersenyum manis.
"Karena kita adalah bintang utama malam ini, baby~" Jovan menekankan kata baby dengan nada suara yang dibuat lirih.
Bella merasa jijik namun karena saat ini mereka sedang berakting maka Bella pun membalas ucapan Jovan dengan sebutan, "Kamu benar honey~"
Keduanya saling mengeratkan tautan tangan satu sama lain dan kedua netra mereka juga beradu menyelam i keindahan pasangan di hadapannya.
Setelah acara dansa dan makan malam selesai,para tamu dipersilahkan untuk pergi meninggalkan kapal pesiar dan kembali ke hotel tempat mereka menginap.
__ADS_1
Kapal pesiar yang tadinya ramai akan kerabat dan keluarga kini tampak sunyi hanya ada sepasang suami istri yang baru saja sah beberapa jam yang lalu di dalam kamar pengantin.
"Orang tua bapak sangat berlebihan, kenapa mereka menyiapkan kapal sebesar ini jika mereka tidak mau menginap disini, bukan kah ini pemborosan ?" tanya Bella kala mereka berada di dalam kamar yang memiliki akses jendela langsung menghadap ke lautan.
"Ini adalah hal yang sepele Bella, orang tua saya tidak akan jatuh miskin jika hanya membeli kapal pesiar seperti ini.Biarkan mereka melakukan hal yang mereka sukai, anggap saja jika mereka sangat bahagia akan pernikahan kita." ucap Jovan yang duduk gagah di sebuah sofa dengan satu gelas berisi red wine di tangannya.
"Saya hanya merasa tidak pantas diperlakukan seperti ini pak , mengingat kita melakukan pernikahan ini hanya pura pura." Bella tampak sibuk sendiri melepaskan printilan perhiasan yang menempel di tubuhnya.
"Kamu hanya harus mengikuti cara main saya, dan semua akan berakhir dengan baik baik saja." Jovan menikmati menyesap red wine di dalam gelas kristal sambil memperhatikan setiap gerak gerik Bella secara intens.
Bella merasa tubuhnya lengket dan lelah, dia ingin mandi duluan dan segera tidur. Bella sendiri berencana untuk tidur di kamar lain setelah berganti pakaian yang lebih nyaman, meskipun kamar pengantin sendiri berukuran sangat luas dengan ranjang ekstra besar tapi Bella tidak berminat apalagi jika harus bersama Jovan.
Sekitar tiga puluh menit berlalu, Bella yang terlebih dahulu membersihkan diri tampak keluar dari kamar mandi mengenakan piyama mandi berwarna putih yang membalut tubuh polosnya.
"Saya sudah mandi bapak buruan mandi sana , bau." ucap Bella sambil menyelonong begitu saja melewati Jovan.
"Enak saja kamu bilang saya bau, dasar !!" Jovan mengumpat pelan tepat dan Bella pura pura tidak mendengar.
Sialnya bagi Bella saat ini adalah,
"What the he*ll ??!! Dimana baju normal yang bisa aku pakai ?? Kenapa lemari sebesar ini isinya hanya pakaian kurang bahan semua ??" Bella mendelik kebingungan menahan kesal dan frustrasi.
Bagaimana tidak, jika Bella saat ini tidak mengenakan apapun di balik piyama mandi yang di pakai. Sedangkan isi lemari di hadapan nya hanya jejeran lingerie seksi kurang bahan dengan berbagai warna yang membuat Bella tiba tiba merasa lemas dan ambruk terduduk begitu saja di sebuah sofa yang berada di dekat lemari.
Bella memejamkan mata menahan kesal sambil mengatur nafasnya agar merasa lebih tenang meski tidak dipungkiri Bella merutuki dirinya sendiri yang seharusnya membawa pakaian saat berangkat tadi .
Seharusnya aku bawa pakaian ganti huhuhuuu~
Beberapa menit berlalu, sekitar lima belas menit Jovan berada di dalam kamar mandi dan saat ini keluar dengan langkah gagah percaya diri Jovan melangkah mendekati Bella yang tampak tertidur di sofa.
__ADS_1
"Bella, heii wake up. Kenapa tidur sebelum ganti baju heum ?" tanya Jovan sambil menepuk pelan pipi Bella.
Eungh~ Bella mengucek sedikit matanya yang benar benar mengantuk namun tiba tiba Bella berteriak histeris,
"Apa yang bapak lakukan ?? Aargghh !!" Bella terjingkat bangun sampai membentur tubuh Jovan yang tadi membungkuk membangun kan dirinya.
Jovan menatap tanpa rasa bersalah, karena memang Jovan tidak salah. Dia hanya ingin membangun kan Bella karena dia tertidur di ruang ganti baju.
"Kenapa kamu tidak lekas ganti baju lalu tidur di ranjang ? Kenapa malah tidur di sofa, makanya saya bangunin kamu Bella." ucap Jovan santai sambil kemudian berbalik badan dan membuka sisi lemari berisi pakaian untuk dirinya.
Bella masih tertegun, menatap pemandangan menawan di hadapannya dimana saat ini Jovan dengan otot tubuhnya yang keras dengan berbalut handuk sampai batas pinggang.
Tubuh Jovan masih tampak setengah basah dengan bulir bulir air yang menetes dari ujung rambutnya.
Air sisa mandi tampak membuat Jovan seperti minuman dingin yang menyegarkan dan Bella tidak mengedipkan mata akan hal itu sampai,
"Kenapa cuma dilihat heum, kamu boleh menyentuh bahkan menikmati nya kalau mau, baby~" Bella sampai tidak menyadari jika Jovan saat ini berdiri tepat di hadapan nya dengan jarak yang sangat dekat kurang dari sejengkal.
Jovan membisik di telinga Bella dengan sedikit menunduk agar wajah mereka sejajar dan hal ini membuat Bella seperti tersadar dari lamunannya.
"Eh, Ehmm enggak kok.Bapak ngawur mana ada saya mengagumi tubuh bapak. Saya cuma heran kenapa bapak habis mandi pakai handuk tapi tetep aja basah. Harusnya bapak keringkan dulu badan bapak di dalam kamar mandi sebelum pakai handuk. Percuma saja pakai handuk kalau badan masih basah." Bella sendiri tidak paham dengan yang dia ucapkan karena memang dia hanya berkelak.
"Maksud kamu, saya harus keringkan seperti ini ?!" Jovan sengaja melepaskan handuk yang melilit pinggang kerasnya dan otomatis membuat Bella menjerit tak karuan.
"DOSEN MESSUUMM !!!!" Bella menutup mata lalu lari begitu saja keluar dari kamar ganti.
Meninggalkan Jovan yang terkekeh lantaran berhasil menggoda sang istri sekali lagi.
"Hahahaa, lucu sekali dia." Jovan yang tadi sengaja menggoda Bella sebenarnya sudah mengenakan celana pendek .
__ADS_1
Tapi yaa, namanya juga menggoda..
Jovan akhirnya mengeringkan tubuhnya lalu mengenakan pakaian yang santai berupa celana pendek dan kaos longgar lengan pendek, sementara Bella entah lari kemana dia.