Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 8 RENCANA PERTUNANGAN


__ADS_3

Di dalam ruang keluarga saat ini, tepat seperti yang Jovan tebak jika sang mommy pasti akan memaksa dirinya untuk menikah dengan Bella.


Mereka bertiga kembali duduk berhadapan ,Mommy Merry duduk dengan senyum elegan pada salah satu sofa single dengan satu kaki bertumpu dengan kaki lainnya. Sedangkan Jovan dan Bella duduk bersebelahan di sebuah sofa panjang yang menghadap langsung dengan Mommy merry.


"Mommy ingin kalian segera menikah, lebih cepat lebih baik. " ucap Mommy Merry excited.


"Mom, Bella masih kuliah. Dia bahkan baru masuk semester 4. Bukankah terlalu cepat untuk pernikahan ?" kata Jovan berusaha tetap tenang dan merendahkan suara nya.


"Saya masih ingin menyelesaikan kuliah aunty. Beberapa hari lagi akan ada ujian tengah semester dan saya harus fokus belajar. " ucap Bella singkat , dirinya harus berpura pura menjadi kekasih Jovan. Sesuai dengan kesepakatan yang mereka ambil mendadak beberapa saat yang lalu sebelum makan malam.


"Kalau begitu setidaknya kalian harus sudah tunangan sebelum Bella mulai ujian tengah semester. Setelah ujian selesai baru kita atur pernikahan kalian, bagaimana ?" ucap Mommy Merry masih tetap dengan ekspresi elegan, sorot netra Mommy Merry tampak berbinar semangat.


Setiap alasan yang Jovan lontarkan selalu saja di sanggah oleh sang mommy. Hingga setelah hampir tiga puluh menit berdebat , Jovan dan Bella kehabisan ide .


"Kalau begitu , sekarang kamu antar Bella pulang. Kalian tidak boleh tidur bareng sebelum sah dalam ikatan pernikahan. Untuk urusan pertunangan, Mommy akan atur semuanya." kata sang mommy.


"Tapi aunty, bisakah kita merahasiakan semuanya ? Saya tidak mau ada orang lain yang tahu kalau saya dengan Pak Jovan ehh ehhmm maksud saya~" Bella tidak meneruskan kalimatnya karena lidahnya tiba tiba kelu saat harus memanggil Jovan dengan sebutan lain.


Apa sebutan yang tepat untuk dosen mesum ini ?? Masa iya aku panggil dia Mas, Mas Jovan . Aarrhhh menggelikan !!!


"Berita baik kenapa harus di sembunyikan Bella ? Mommy bahkan ingin merancang acara pertunangan yang mewah nan megah dengan mengundang semua kerabat dan rekan bisnis serta geng sosialita mommy, " respon sang calon ibu mertua.


"Aku setuju dengan Bella mom , kami tidak ingin ada satu orang pun mengetahui jika kami sudah terikat. Kalau mommy tidak bersedia menuruti keinginan kami ya maaf, kami memilih untuk menolak pertunangan." suara Jovan terdengar sopan meski ekspresi nya serius kala menatap sang mommy.


Mommy Merry menatap Jovan dan Bella bergantian kemudian beliau menghela nafasnya panjang dan berkata, "Baiklah kita lakukan konsep pertunangan seperti yang kalian inginkan. Yang penting kalian terikat dulu."


Setelah mendapatkan kesepakatan pertunangan dadakan, Jovan mengantarkan Bella pulang ke rumahnya.


Sebuah kawasan hunian di pinggiran kota New Jersey ,mobil Jovan melaju dengan kecepatan pelan kala memasuki gang tempat rumah Bella berada.


Tidak banyak percakapan yang terjadi, Bella sudah terlalu capek dengan semua kejadian yang dia alami hari ini sedangkan Jovan , dia tampak fokus mengendarai mobilnya.


"Dua blok lagi rumah sebelah kiri nomor 04, kita berhenti di sana." ucap Bella saat mobil semakin dekat rumah.

__ADS_1


"Hhmm.." gumam Jovan singkat.


Setelah tiba di alamat lokasi yang dimaksud, Jovan tidak mematikan mesin mobil karena memang dirinya tidak akan lama.


Bella turun dari mobil setelah berpamitan dengan Jovan. Bella melangkah kan kakinya cepat dan segera masuk ke dalam rumah .


Jovan memastikan Bella benar benar masuk ke dalam rumah sampai berapa saat kemudian mobil kembali melaju meninggalkan area tempat tinggal Bella.


BRUKK !!


Bella ambruk begitu saja di atas ranjang usai melempar tas kuliahnya di atas meja.


Kepala Bella terasa pusing sekali ," satu masalah belum selesai kenapa sudah muncul masalah baru yang semakin membuat hidupku rumit !!!"


Bella memijit pelipisnya sejenak mencoba menenangkan pikiran . Setelah merasa lebih baik Bella membersihkan tubuh lalu berganti piyama tidur yang biasa dia pakai.


"Apa yang ayah bicarakan sama Pak Jovan tadi ya ?Hhmmm aku penasaran sekali." Bella memainkan ponselnya sebentar sebelum tidur.


Dua hari kemudian,


Untuk sejenak, Bella benar benar bisa menikmati normalnya kehidupan anak kampus sampai pada saat..


Saat menjelang jam makan siang , Jovan sengaja memanggil Bella untuk ke ruangan nya. Kebetulan hari ini adalah hari pertunangan yang dimaksud tempo hari.


Bella saat ini sudah berada di dalam ruangan Jovan , tujuannya adalah menunggu pria tersebut untuk pergi bersama ke suatu tempat yang sudah ditentukan oleh Mommy Merry.


Saat Bella sedang duduk menunggu sambil membaca buku tiba tiba ponsel Bella berdering.


"Halo ayah.." ucap Bella setelah menggeser tombol hijau pada layar ponsel.


Bella dan sang ayah banyak bercerita namun Bella tetap saja tidak bisa jika harus mengatakan dirinya terancam drop out dan hampir di keluarkan secara tidak hormat oleh pihak kampus.


Bella berbincang dengan sang ayah selama beberapa menit , hingga kemudian sang ayah mengakhiri panggilan suara karena harus segera kembali bekerja .

__ADS_1


"Pak Jovan, Hhmmm apakah saya bisa meminta uang yang bapak janjikan tempo hari ? " tanya Bella hati hati jangan sampai dosennya itu tersinggung.


"Biaya ganti rugi ke Michele sudah beres. Saya juga sudah membayar uang kuliah kamu sampai satu tahun kedepan. Apa lagi yang belum heum ?" Jovan menghentikan aktivitas nya yang sedang mengkoreksi tugas para murid sambil menatap Bella dangan satu alis terangkat.


"Apa ? Kenapa tidak bilang ke saya dulu pak !!" ucap Bella terkejut.


Bella tidak menyangka semudah itu Jovan menggelontorkan uangnya dalam jumlah yang terbilang sangat banyak tanpa ragu.


Pria ini benar benar pintar menambah beban hidupku. Batin Bella .


"Apa ada sesuatu yang kamu butuhkan ? Apa dan berapa ?sebut saja." Jovan masih menatap Bella.


"Enggak jadi pak. Oh iya kalau bapak belum selesai saya ijin mau ke perpustakaan sebentar . Ada buku yang harus saya cari untuk referensi tugas." ijin Bella bernada sopan.


"Saya akan selesai tiga puluh menit lagi." ucapan Jovan mengijinkan lalu dirinya kembali sibuk dengan tugasnya.


Bella berjalan sendirian menuju perpustakaan , tapi sebelum itu Bella hendak mengambil sesuatu di dalam lokernya.


Ya, saat ini Bella tengah berdiri di depan loker miliknya. Akhir akhir ini Bella sering mendapatkan kiriman dari seseorang asing berupa secarik kertas berisi surat ancaman.


Bella mengerinyitkan keningnya kala membaca apa kalimat yang tertulis dalam secarik kertas tersebut.


...'Kupikir kamu Dewi ternyata hanya seorang wanita yang sudah tidak suci....


...Awalnya aku mengagumimu namun kini aku ingin sekali menyayatmu hidup hidup....


...Kamu membunuh rasa kagumku padamu Bella Anderson....


...Aku akan menyiksa lalu membunuhmu karena sudah berani bercinta dengan pria lain selain aku.'...


Apa sih ini, aneh sekali gak jelas. Bella merobek kertas ancaman tersebut lalu membuang ke tempat sampah.


Tanpa Bella sadari jika sedari tadi ada orang yang mengintai diam diam dari kejauhan.

__ADS_1


Ketika Bella sudah pergi dari ruang loker orang itu mendekat ke tempat sampah lalu memungut setiap sobekan kertas yang baru saja dibuang Bella.


"Kali ini rahasia apa yang kamu sembunyikan Bella."


__ADS_2