
Sebuah bangunan mewah modern dengan gaya arsitektur khas Amerika terpampang di hadapan Bella yang kini tampak melangkahkan kaki mengikuti Jovan masuk melewati pintu besar yang di sambut oleh pelayan yang berjejer dalam posisi hormat.
Pelayan yang berjumlah lebih dari lima orang tersebut mengucapkan salam hormat kemudian dua diantara nya tampak membawakan tas milik Jovan dan Bella.
"Letakkan saja di kamar, kami akan berkeliling dahulu." titah Jovan yang di jawab dengan hormat oleh pelayan.
"Baik tuan muda." ucap seorang kepala pelayan.
Jovan mengajak Bella berkeliling rumah mewah hadiah dari orang tuanya .Bagi Bella, rumah ini terlalu mewah dan luas membuat Bella hanya bisa berdecak kagum.
"Seberapa kaya sebenarnya orang tuan Pak Jovan." batin Bella sambil menatap sosok Jovan di hadapannya.
"Kita duduk disitu saja , ayo."ajak Jovan kala mereka berada di sebuah taman yang berada di belakang rumah.
Bella dan Jovan duduk di bangku panjang sebuah gazebo yang bertengger aesthetic diatas sebuah kolam ikan dengan jembatan sebagai penghubungnya.
"Di rumah ini, kita harus totalitas dalam berakting sebagai pasangan suami istri. Bukan tanpa alasan orang tuaku meminta kita tinggal disini Bella. Mereka ingin mengawasi kita secara tidak langsung lewat kamera cctv yang terpasang di setiap sudut rumah. Aku tidak ingin orang tua ku curiga dan aku yakin kamu juga tidak ingin menyesal kelak." ucap Jovan lirih.
"Saya akan coba pak. Hmm artinya kita harus membiasakan diri dengan panggilan Baby dan Honey seperti sebelumnya ? Tapi hanya jika kita berada di dalam rumah dan di hadapan keluarga besar bapak kan ?"ucap Bella tak kalah lirih sambil melihat ikan yang berenang melewati bawah gazebo tempat nya duduk karena lantai gazebo terbuat dari kaca bening yang tebal.
"Ya , itu tidak masalah. Jika di kampus kita bisa tetap saling jaga jarak dan tetap bersikap hormat satu sama lain. Saya dosen dan kamu murid.
"Saya mengerti pak, " ucap Bella kikuk.
Kemudian Jovan dan Bella kembali berbincang melatih diri saat mengucapkan kata baby honey.
Sesekali mereka saling melempar tawa dan hal itu tidak luput dari pengawasan seorang kepala pelayan yang sejak tadi mengawasi dari kejauhan.
Singkat cerita baik Bella maupun Jovan melakukan aktivitas seperti layaknya suami istri yang akur dan harmonis di rumah tersebut.
Setelah dirasa cukup keduanya kembali ke rumah dan langsung masuk ke dalam kamar untuk beristirahat.
Kamar utama terbilang sangat luas dengan kasur extra king yang lebih dari cukup bagi Bella maupun Jovan tidur tanpa berdesakan.
Segala kebutuhan dua sejoli sudah disiapkan dengan lengkap , Bella dan Jovan sudah terbiasa tidur di satu ranjang yang sama .
__ADS_1
Keesokan paginya,
Ini adalah hari pertama masuk ke kampus setelah libur beberapa hari usai ujian tengah semester.
Bella sudah bersiap untuk ke kampus begitu juga dengan Jovan. Mereka turun bersama ke lantai satu untuk sarapan kemudian dengan menggunakan mobil milik Jovan membawa dua insan tersebut melaju ke arah kampus.
Jovan sendiri yang mengemudi kan mobilnya dan Bella duduk dengan aman di kursi depan.
Sengaja Bella minta diturunkan beberapa puluh meter dari gerbang fakultas karena tidak ingin ada teman yang melihat dirinya bersama sang dosen.
Setelah kedua nya berpisah Bella langsung masuk ke dalam kelas sedangkan Jovan juga langsung bertolak ke ruangan dosen.
Hari pertama masuk kuliah setelah liburan singkat tidak membuat Bella merasa tenang lantaran sejak kakinya menginjak gedung kampus tampak sorot mata para murid menghunus ke arahnya seakan mereka melihat Bella seperti Orang jahat atau semacam nya.
Tatapan teman teman yang seperti merendahkan dirinya membuat Bella lama lama merasa canggung,
"Apa yang mereka lihat sih ? Perasaan aku biasa saja, cih ~" batin Bella.
Sementara itu di ruangan dosen tempat Jovan berada sekarang ini tampak seorang wanita duduk mencuri perhatian di sebuah kursi di meja hadapannya.
Ya Michelle adalah wanita yang sebelumnya dijodohkan dengan Jovan, namun Jovan menolak sepihak saat mendengar berbagai cerita tentang pergaulan Michelle di kampus.
"Aku ingin kesempatan kedua , give me one more chance please.." ucap Michelle mengiba.
"Don't waste your time Michelle, aku sudah tidak tertarik padamu. Sama sekali tidak berminat menjalin hubungan dengan wanita bad attitude seperti kamu. Pergilah jika tidak ada urusan yang lebih penting, aku sibuk." Jovan menatap serius kertas koreksian para murid di meja nya.
"Come on Jovan, aku bisa kasih kamu pelayanan yang memuaskan. Tidak kalah dengan ja lang yang selalu memuaskan kamu akhir akhir ini." Michelle meraba kerah kemeja Jovan tanpa permisi dengan disertai tatapan nakal menggoda.
Jovan terdiam sambil menarik satu alisnya ke atas menatap Michelle seolah penasaran apa maksud sebenarnya .
Sementara Michele berusaha menggoda Jovan di ruangannya,
Bella yang saat ini tengah di seret secara paksa oleh geng bully anak buah Michelle di sebuah aula kampus tampak meringis kesakitan lantaran dua orang mencekal tangan Bella.
"Lepaskan aku Anne Lepaskan !!" teriak Bella .
__ADS_1
Plak !! Suara tamparan terdengar keras di dalam ruangan.
"Kamu tidak ada hak untuk melawan kami dasar ayam kampus sialan !!" bentak Anne tepat di depan wajah Bella.
Satu tangan Anne mencengkeram rahang Bella kemudian satu tangan lainnya memberi kode pada salah satu teman agar memainkan flash disk yang sudah disiapkan.
"Mainkan sekarang ! " seru Anne memerintahkan.
Ya, sebuah flashdisk di setel menampilkan sebuah kolase video dimana tampak Bella bersama pria yang tidak diketahui siapa namanya.
Seperti nya si penguntit kala itu sengaja mengambil rekaman video dan foto dengan tidak menampilkan si pria.
Jelas, karena tujuan mereka adalah hanya untuk menghancurkan si Bella.
Seisi kampus gedung fakultas tempat Bella bernaung mulai gempar akan video yang diputar di banyak layar yang sengaja di pasang untuk memperlancar rencana geng bully.
Tidak menyangka , benar dugaanku Bella adalah ayam kampus. Yeh menjijikkan sekali .
Apakah itu adalah Bella Anderson si gadis cupu yang tempo hari melawan Michelle ?? Astaga rendah sekali dia .
*Heii bukan kah itu Bella saat masuk ke dalam ruangan salah satu dosen ? Apa dia juga menerima panggilan memuaskan para dosen ? *
Pantas saja nilai Bella selalu masuk tiga besar, ternyata jalur prestasi yang dia maksud adalah prestasi memuaskan para dosen pengajar nya hahahaa menjijikkan sekali.
"SUDAH CUKUP, STOP !!!" Bella berontak sekeras mungkin.
Semua yang di tampilkan adalah fitnah dan Bella sama sekali tidak seperti yang teman temannya kira.
Semua cuplikan video dan foto memang menunjukkan dirinya seolah olah murid yang berprofesi sebagai ayam kampus.
Padahal kejadian sebenarnya sama sekali tidak begitu.
"Semua itu tidak benar, INI SEMUA FITNAH !!!" Bella terus berontak meski kedua tangannya semakin di cekal di kedua sisi.
Posisi tubuh Bella terkunci dan air mata kini terasa panas membasahi bercampurnya emosi.
__ADS_1
Pak Jovan , help me hiks~ mereka menyebar fitnah untuk menghancurkan aku hiks~ hiks~