Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 27 TERTEKAN OLEH ANCAMAN


__ADS_3

Beberapa hari berlalu,


Saat ini Bella masih berkutat di depan meja belajar nya padahal waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, Jovan yang baru saja menyelesaikan pekerjaan di ruang kerja tampak mendekati Bella sambil memicingkan mata.


"Ini sudah sangat larut untuk belajar Bella, seingat ku tidak pernah ada tugas yang sampai menyita waktu begini." ucap Jovan yang merasa aneh lantaran di kampus dirinya tidak pernah memberi tugas sampai menumpuk dan menyita waktu.


Jovan selalu memberikan tugas yang bisa dikerjakan dengan waktu singkat dan efektif. Jadi kali ini dirinya heran dengan yang dilakukan Bella.


"Sedikit lagi selesai kok pak , bapak tidur duluan aja." Bella bicara tanpa menoleh dan hal ini membuat Jovan semakin penasaran ingin melihat tugas apa yang dikerjakan Bella.


Tapi saat kaki Jovan beberapa langkah di belakang Bella, sontak wanita berstatus istri kecil tersebut mengkode lewat gerakan tangan agar Jovan tidak melanjutkan langkahnya.


"Stop. Jangan ganggu saya atau ini tidak akan cepat selesai, syuh~ syuh~" Bella terang terangan mengusir Jovan .


"Saya tidur duluan aja kalau begitu." Jovan membalik arah langkah kakinya menuju ranjang tempat pembaringan.


Jovan terus menatap punggung Bella yang masih larut dalam aktivitas di meja belajar nya, sampai akhirnya Jovan tertidur duluan karena tidak kuat menahan kantuk.


Beberapa saat kemudian, Bella menolehkan kepala nya menatap Jovan yang sudah memejamkan mata dengan nafas yang teratur ditandai dengan suara dengkuran halus.


Bella menggeleng kepalanya beberapa kali sambil bergumam, " Aku harus melindungi nama baik kamu dan keluarga kamu pak Jovan. Tapi aku berharap, sangat berharap kamu tidak akan pernah tahu apa yang aku lakukan, hanya ini yang bisa aku lakukan untuk balas budi. huft~"


Ancaman yang di lontarkan Michelle kepada Bella adalah, tentu saja memanfaatkan otak encer alias kepintaran Bella yang selalu masuk rangking tiga besar di kampus.


Michelle sendiri mendapatkan tekanan dari keluarga nya agar bisa menduduki peringkat terbaik mengalahkan ranking sebelum nya.


Michelle selalu berada di urutan kedua , sedangkan orang tua ingin pembuktian Michelle bisa menduduki peringkat pertama di fakultas.


Bagaimana Bella tidak stress dan tertekan jika fakultas atau kelas yang di ambil Michelle berbeda dengan dirinya. Dan hal itu mengharuskan Bella mempelajari setiap mata kuliah dari fakultas tempat Michelle bernaung saat ini yakni fakultas perbankan dan bisnis.

__ADS_1


Padahal Bella sendiri adalah murid dari fakultas desain dan tata busana. Nggak nyambung banget bagaikan kutub utara dan selatan. Bella harus mengerjakan setiap tugas yang Michelle berikan dan harus mendapatkan nilai sempurna atau jika tidak maka Michelle tidak akan ragu untuk menyebar rekaman video Bella dan Jovan di atas ranjang.


Bella bersedia mengikuti ancaman Michelle lantaran tidak ingin nama baik keluarga Jovan tercemar. Biar bagaimanapun keluarga Gilbert adalah salah satu keluarga yang terpandang di kota New Jersey dan terkenal di negara bagian .


Bella tidak ingin keluarga Gilbert di hina karena rekaman video diatas ranjang dirinya dengan Jovan tempo hari . Bella juga tidak mau seandainya, ya seandainya saja orang tuanya melihat dan curiga sehingga cepat atau lambat Bella harus mengakui kesalahannya kepada orang tua.


"Aku belum siap jika sampai ayah mengetahui hal ini, biarkan lah aku berkorban demi kedamaian banyak orang." gumam Bella yang kini masih meneruskan belajar nya.


Hal ini berlangsung bukan hanya hitungan hari namun sudah berminggu- minggu lamanya, dan tidak dipungkiri hal ini membuat Tubuh Bella semakin kurus lantaran otaknya bekerja terlalu keras setiap hari.


Pagi sampai sore Bella akan fokus menyelesaikan mata kuliah nya, lalu setelah makan malam sampai lewat tengah malam Bella akan fokus mengerjakan tugas Michelle.


Hebatnya Bella, dia bisa menutupi hal ini sampai Jovan yang awalnya selalu penasaran kini membiarkan Bella melakukan apa yang ingin dilakukan.


"Lakukan apapun terserah kamu asalkan tetap jaga kesehatan oke." ucap Jovan kala itu.


Bella terus mengetik setiap kata di laptop nya tanpa sadar jika dirinya belum makan malam. Jovan belum pulang meski waktu sudah menunjuk di pukul setengah sebelas malam.


Jovan ada urusan mendadak dengan para rekan pengusaha di sebuah kafe. Sebelum nya Jovan sudah mengirim pesan kepada Bella supaya makan malam duluan dan langsung istirahat tanpa harus menunggu dirinya.


Hal ini justru membuat Bella menyepelekan rasa lapar dan memilih mengejar tugas Michelle agar bisa selesai sebelum tengah malam.


Sayangnya, meski tekad Bella sudah bulat namun tidak bisa dipungkiri energi tubuhnya benar benar terkuras sampai perut nya terasa begitu melilit.


Lantaran malas jika harus keluar kamar untuk makan,Bella memilih mengisi perut dengan air putih yang dia selalu siapkan di botol .


Glek~


Glek~

__ADS_1


Glek~


Bella menenggak separuh lebih air putih dari dalam botol berukuran satu setengah liter yang dia letakkan diatas meja kemudian melanjutkan tugasnya.


Jovan yang baru tiba satu jam kemudian tampak terheran lantaran makanan yang disiapkan pelayan di atas meja belum tersentuh secuil pun.


Ya ,pelayan akan datang dua kali sehari untuk menyelesaikan pekerjaan rumah dan menyiapkan makan malam.


"Bocah itu pasti sibuk dengan tugas nya, padahal sudah sering aku bilang untuk jaga kesehatan dan jangan terlalu lelah. Bella memang keras kepala." gumam pelan Jovan yang melewati begitu saja meja berisi makanan dan langsung menuju masuk ke dalam kamar.


Benar saja, saat ini Jovan melihat Bella tampak ketiduran diatas meja belajar dengan kedua tangan di jadikan bantalan kepala.


Jovan menggeleng pelan mendekati sambil menepuk pundak Bella pelan beberapa kali.


"Bella, bangun ! kamu belum makan malam . Heii Bella.." ucap Jovan lirih berniat membangunkan namun nihil.


Bella bahkan tidak menggeliat saat Jovan menarik tubuh nya ke dalam gendongan dan dipindah ke atas ranjang.


Bella tertidur terlalu lelap sampai tidak merespon apapun atau jangan jangan..


"Astaga, pucat sekali dan juga demam." Jovan mulai melonggarkan pakaian yang di kenakan oleh Bella.


Beberapa kali Jovan menghubungi dokter keluarga tapi tidak diangkat, alhasil Jovan harus merawat sendiri Bella yang ternyata pingsan.


Setelah melonggarkan pakaian Bella, Jovan mengompres Bella dengan air hangat agar demamnya turun.


Selain itu Jovan juga tetap berusaha membangunkan Bella agar tersadar dan mau makan. Satu satunya alasan kuat kenapa Bella sampai pingsan begini pasti karena dia telat makan.


"Apa susah nya sih , meluangkan sepuluh menit untuk makan baru melanjutkan pekerjaan. Kalau sudah begini kamu juga yang rugi Bella." ucap Jovan lirih mengusap usap pucuk kepala Bella agar merespon.

__ADS_1


__ADS_2