
Beberapa jam berlalu diiringi dengan saling mengutarakan pemahaman satu sama lain. Ayah Bella yang merasa tertipu lantaran sama sekali tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya.
Sedangkan Mommy Merry yang ikut merasa marah lantaran sang putra tega mempermainkan pernikahan dengan salah satu murid nya hanya demi menghindari rancangan perjodohan dari keluarga.
"Lalu sekarang bagaimana ?" tanya mommy Merry.
"Aku harus mendengar penjelasan langsung dari putriku. Aku yakin ada sesuatu yang mereka tutupi dan aku harus mencari tahu apa itu. Dan untuk putramu, aku pasti akan menghajarnya habis habisan jika berani mempermainkan putriku satu satunya !" ucap tuan Anderson tegas.
"Mereka sedang liburan di Maladewa tuan Anderson. Menurut laporan anak buah kami, Jovan dan Bella saat ini menikmati liburan di wilayah pegunungan. Mungkin itu sebabnya mereka tidak bisa dihubungi. " ucap mommy Merry.
"Aku ingin menemui putriku segera, kita harus meluruskan kejadian yang sebenarnya. Sebagai seorang ayah aku tidak terima jika putriku menikah tanpa restu dariku." kata Tuan Anderson tegas.
"Aku mengerti perasaanmu tuan Anderson, maafkan kami karena sudah terlalu mempercayai putra kami hingga tidak sadar jika dia mempermainkan nama besar keluarga Gilbert. Tapi aku bersumpah sangat menyukai Bella, dia gadis yang manis yang menggemaskan.Di hadapan keluarga besar mereka benar benar terlihat harmonis penuh cinta, jadi aku rasa kita bisa bicarakan hal ini baik baik." ucap Mommy Merry menenangkan.
Huft~ tuan Anderson menghela nafasnya panjang. Tampak sekali gurat ketegangan di wajahnya.
Sementara itu di wilayah pegunungan Maladewa, Jovan dan Bella masih menikmati camping. Kali ini keduanya tampak enggan menyiakan waktu dan kesempatan untuk merengkuh kenikmatan lebih dalam.
__ADS_1
Hanya berdua, di alam pegunungan terbuka, membuat Bella mau tidak mau ikut larut dalam setiap permainan cinta yang Jovan mainkan. Bercinta adalah salah satu kegiatan yang paling menarik bagi keduanya.
Lokasi camping yang memang jauh dari sinyal perkotaan, nuansa alam yang asri , dingin dan sejuk . Tidak ada cara yang lebih baik untuk menghangatkan diri selain dengan bercinta.
Hhmmpp ahh Pak Jovan~ racau Bella saat mereka tengah bermain di dalam mobil vans.
"Kenapa tiba tiba kamu lebih agresif dari aku Bella, ughh nice baby~" suara Jovan terdengar lirih dan dalam.
Sejak bangun tidur tadi , tiba tiba saja Bella menggoda tubuh sang suami.
Posisi pemanasan dengan gaya enam sembilan, Bella dan Jovan saling memberikan kenikmatan pada satu sama lain sebelum melakukan permainan suami istri .
Menjelang siang hari keduanya masih tengah asik memberi dan menerima hujaman kenikmatan, setiap momen mereka lakukan tanpa paksaan dan bahkan mungkin sudah tidak memperdulikan kesepakatan pernikahan kontrak.
"Hiduplah dengan ku lebih lama lagi Bella akhh~" ucap Jovan di sela gerakan pinggulnya yang dalam dan kuat.
"Aku tidak bisa ahh~ usiaku masih terlalu muda untuk menjadi istri. Cita citaku belum tercapai dan aku masih harus membanggakan orang tuaku ahh iya disitu lebih dalam ahh~" Bella menikmati tarian pinggul sang suami yang bermain dari samping belakang.
__ADS_1
Ranjang berukuran kecil membuat keduanya menikmati permainan dengan posisi miring ke samping. Bella berada dalam dekapan tubuh hangat Jovan yang bergoyang dari belakang.
Sesekali Bella menekan pinggul nya ke belakang untuk meraih sensasi yang lebih dalam .
"Tapi bagaimana jika aku menginginkan kamu untuk hidup denganku lebih dari setahun ini Bella akhh~ aku tidak mau kehilangan kamu baby~" Jovan menggerakkan pinggulnya semakin cepat sambil mengelus perut Bella yang datar.
"Bisakah kita tidak mengubah perjanjian yang sudah kita sepakati pak , nikmati saja momen ini karena belum tentu aku mau Melakukannya lagi di lain waktu."
Mmpphh~
Mmpphh ahh~
Bella menoleh ke belakang untuk meraih bibir Jovan lalu mereka melakukan ciuman panas sambil mengejar kenikmatan duniawi.
Jika Bella menolak melanjutkan pernikahan setelah masa perjanjian setahun selesai, maka tujuan Jovan harus segera terlaksana yaitu dengan cara, menabur benih unggul sebanyak banyaknya dan berharap salah satu nya mampu menjadi bibit jabang bayi.
'Hati dan jiwaku sudah terikat padamu Bella, sejak malam panas pertama kita hampir setahun yang lalu hingga sekarang. Rasa itu semakin kuat dan aku tidak ingin berpisah, kamu hanya milikku seorang.'
__ADS_1