Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 24 MALAM PENGANTIN KEDUA


__ADS_3

"Awshh ahh sh*it !!" Josh menarik tubuhnya dari atas tubuh Bella sambil merasakan sakit yang ter amat di bagian hidung. Ngilu sekali rasanya.


Bella tidak berhenti sampai disitu, meski tubuhnya merasa tidak karuan namun, situasi yang hampir sama dengan rasa trauma yang Bella alami membuat dirinya berani melawan.


Kali ini Bella mendorong tubuh Josh sambil terjatuh di lantai. Josh yang memang tidak fokus saat Bella tiba tiba menyerang tidak sempat membela diri .


"Kamu sepupu sialan Josh !" umpat Bella sambil mengunci pergerakan Josh di bawahnya.


Bayangan akan tindak pelecehan yang hampir dialami Bella beberapa bulan yang lalu nyatanya masih teringat dengan sangat jelas , dan Bella merasa emosinya meningkat serta bertekad harus bisa mengalahkan rasa trauma itu. Atau kalau tidak maka dirinya hanya akan dianggap wanita murahan yang mau di ajak tidur oleh siapa pun.


Bugh~


Bugh~


Bugh~


Rasa amarah membuat kekuatan dalam diri Bella bertambah berkali lipat hingga sampai Josh tidak sempat melakukan perlawanan dan akhirnya pingsan.


Wajah lebam dengan beberapa bagian yang berdarah tidak membuat Bella merasa menyesal.Justru Bella merasa sangat puas bisa melawan ancaman pada dirinya tapi,


"Aku harus balik ke kamar, tubuhku semakin merasa aneh." Bella beranjak begitu saja meninggalkan Josh yang tidak sadarkan diri.


Dengan langkah cepat menahan linglung dan sesekali terhuyung , Bella berjalan ke arah kamarnya yang berada di ujung koridor.


Bertepatan dengan itu, tampak Jovan melihat dari kejauhan dan segera menghampiri Bella yang tampak tidak baik baik saja.


"Bella !! Astaga apa yang terjadi denganmu ? Aku mencari kamu dari tadi.." Jovan menangkap tubuh Bella tepat di saat sang istri tersandung sebuah anak tangga.


"Pak Jovan, apa ini sungguh kamu ? Suamiku ?" ucap Bella dengan pandangan yang tampaknya ikut berkabut .


"What happen ? Ayo kita kembali ke kamar." dengan satu gerakan cepat dan kuat Jovan mengangkat tubuh Bella ala bridal.

__ADS_1


Bella tidak menolak justru merasakan kenyamanan dalam dekapan tubuh Jovan yang hangat dan wangi, benar benar aroma maskulin yang sangat Bella sukai.


Setelah masuk ke dalam kamar mereka, Jovan menurunkan Bella di atas ranjang. Niat Jovan tentu saja agar sang istri beristirahat karena waktu pada jam yang terpasang di dinding saat ini menunjuk lewat tengah malam.


Tapi sungguh tidak terduga bagi Jovan jika,


Seett~


Bella menahan tubuh Jovan agar tidak beranjak sedikit pun. Dengan tangan yang masih mengalung di leher , Bella dan Jovan saling bertatapan menyelami ke dalam netra satu sama lain.


"Bella ~"


"Sstt diam, ayo kita lakukan seperti yang dulu pernah kita lakukan. Touch me honey~" kalimat yang di sertai hasrat yang tertahan membuat Bella bersikap agresif dengan mengambil inisiatif mencium duluan.


Gayung yang sudah pasti akan bersambut , karena Jovan memang menantikan hal ini setiap kali mereka berduaan. Namun Jovan menghormati kesepakatan yang dia setujui dengan Bella.


"Bella, apa yang terjadi padamu ?" ucap Jovan di sela aktifitas meladeni ciuman agresif sang istri.


Karena merasa ini tidak hanya akan berakhir sekedar ciuman panas, Jovan meraih ponsel nya untuk melakukan sesuatu.


"Wait Bella, seperti nya kamu dalam pengaruh obat atau sesuatu. Apa kamu sungguh ingin melakukan itu denganku ?" Jovan menahan Bella yang ingin menguasai dirinya.


"Aku menginginkan kamu honey, aku sudah tidak tahan . Let me play~" ucap Bella dengan pandangan yang benar benar berkabut gairah.


Kemudian Jovan memastikan berkali kali sampai semua berharap terekam di ponsel nya. Hal ini dilakukan agar esok hari setelah Bella sadar, dirinya tidak akan di salahkan.


Jovan meletakkan ponselnya begitu saja di nakas samping ranjang kala merasakan tubuh Bella semakin menguasainya dirinya.


Tanpa ragu apalagi malu Bella melepaskan satu persatu kain yang menempel di tubuhnya ,lalu dengan gerakan e ro tis dan seksi Bella mulai menaiki tubuh sang suami hingga .


"Bella akhh~" racau Jovan kala sang istri menggoyang pinggulnya dengan pelan , setiap gesekan terasa begitu nikmat dan candu.

__ADS_1


"Sshh ahh honey, ini enak ahh aku suka ahh~" Bella turut meracau tidak jelas kala merasakan benda yang semakin tegak beraduk dengan miliknya yang sudah pasti basah.


Jovan bersandar pada sandaran ranjang sambil membiarkan sang istri mengendarai tubuhnya layaknya seorang koboi wanita seksi nan liar. Saat ini Bella bahkan mencengkeram kedua bahu Jovan sampai meninggalkan bekas mirip cakaran.


Deru nafas keduanya semakin lama semakin sama sama berat berkabut gairah. Tidak ada paksaan setiap gaya mereka berdua lakukan secara sukarela meski Bella sendiri entah sadar atau tidak dengan apa yang dia lakukan.


Yang pasti, saat ini setiap momen terasa begitu berharga dan setiap sentuhan semakin membuai ke arah yang sama yaitu, kepuasan.


"Ahh honey iya seperti itu , deeper ahh~" Bella terus me rin tih saat Jovan turut menghujam pinggul nya lebih dalam dan kuat.


"Akhh baby, ini hanya milikku akhh~" ucap Jovan dengan perasan nikmat tidak karuan kala merasakan sensasi terjepit basah , licin dan menggelitik.


"Hisap ini juga honey ahh~" Bella mencondongkan tubuhnya maju kedepan , lebih tepatnya mengarahkan kedua gundukan seksi tepat di depan mulut Jovan dan meminta sang suami untuk menyusu.


Serangan kenikmatan di beberapa titik sensitifnya membuat Bella semakin bersemangat mengejar pelepasan.


"Ugh iya honey, terus ahh ini sangat nikmat. Tubuhmu sangat nikmat ahh~" Bella semakin meracau dengan kalimat e ro tis yang frontal.


Jovan meladeni setiap keinginan Bella dengan sesekali mengulas senyum smirk kemenangan karena berhasil mendapatkan suara rekaman sang istri yang terdengar sangat seksi.


Malam itu, tidak cukup rasanya mereka habiskan waktu satu atau dua jam . Karena pada kenyataan nya baik Bella maupun Jovan sama sama menginginkan lagi, lagi dan lagi hingga beberapa jam kemudian,


Sinar matahari sudah semakin menghangat menyusup tanpa permisi melewati jendela hingga menyentuh pembaringan dua insan yang masih terlelap sambil berpelukan erat.


Jovan dan Bella melewatkan sesi sarapan pagi, orang tua maupun keluarga paman memaklumi dan tidak ingin mengganggu waktu istirahat pasangan pengantin baru.


"Dimana Josh ? Dia tidak ikut sarapan ?" tanya ayahnya.


"Josh pergi pagi pagi sekali dad, dia bilang ada acara mendadak di perusahaan tempat dia bekerja. Josh titip salam untuk kita semua, dan dia juga meminta maaf jika pergi tanpa pamit." ucap Reina mewakili Josh .


Reina sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan tentu saja Reina juga pasti menyalahkan Josh yang sudah berani berbuat kurang ajar sekali dengan istri dari sepupu nya .

__ADS_1


"Sebaiknya kamu menjauh dari keluarga Jovan sampai dia benar benar memaafkan kamu Josh. Atau aku sendiri tidak bisa menjamin kamu akan selamat dari luapan amarah Jovan." kurang lebih begitulah kalimat yang di ucapkan Reina kala bertemu Josh dini hari tadi .


__ADS_2