
Angin malam di tengah laut tidak bisa dipungkiri semakin terasa dingin dan dingin sampai menusuk tulang. Jovan yang ketiduran selama hampir satu jam memutuskan untuk kembali ke kamar saat waktu menunjuk pukul setengah dua dini hari.
Jovan melangkahkan kedua kaki jenjangnya lebih cepat karena menahan dingin dan ingin sekali rasanya segera masuk ke dalam selimut untuk menghangatkan diri.
Lampu di dalam kamar menyala temaram agar suasana lebih nyaman. Jovan sengaja mematikan Pendingin ruangan dan langsung melesak ke sisi bagian ranjang yang kosong.
Sedangkan Bella sendiri sama sekali tidak terusik karena dirinya sudah terlalu jauh larut di alam mimpi.
Hingga tanpa sadar jika ,
"Dia tidur dengan mengenakan piyama mandi ? astaga." Jovan terkejut saat Bella menggeliat membalik tubuhnya yang kini menghadap Jovan yang kebetulan posisi tidurnya meringkuk di balik selimut sambil menghadap sisi ranjang yang di tempat i Bella.
Glek~ Jovan kesulitan menelan saliva kala melihat Bella yang hanya mengenakan piyama mandi, dengan tali yang sudah hampir terlepas hingga membuat kain tersingkap dan menunjukkan sedikit bagian tubuh polos Bella di baliknya.
Netra Jovan tidak berkedip, momen ini sungguh menguji iman nya. Sebagai pria normal tentu saja siapa yang tidak tergoda untuk menyentuh bagian tubuh lawan jenis yang terekspose di hadapan, apalagi jika membayang kan Jovan pernah menikmati tubuh Bella.
Tapi akal sehat Jovan menahan dirinya lalu dengan gerakan perlahan Jovan kembali bangun hendak membenarkan kain piyama yang menutupi tubuh Bella.
Dengan hati hati Jovan membenarkan ikat tali piyama mandi Bella namun tiba tiba ,
Greb~ Bella menggeliat lagi dan kali ini tanpa sadar Bella menarik tubuh Jovan yang memang sedang berada tepat di dekatnya karena ingin membenarkan selimut.
Jovan tertarik begitu saja sampai kembali ambruk di sisi samping Bella ,dengan tanpa disadari Bella kemudian memeluk Jovan layaknya guling.
Wajah Jovan tepat berada di bagian dada Bella dengan kedua tangan Bella yang melingkar di lehernya.
Posisi yang lagi lagi menguji iman dimana wajah Jovan tepat berada di antara dua gundukan kenyal yang terasa Hangat, karena kebetulan kain piyama mandi di bagian itu terbuka longgar.
Sangat hangat bagi Jovan yang merasakan tubuhnya kedinginan gara gara ketiduran saat berada di atas dek kapal.
Jovan merasakan tubuh Bella sangat hangat, hingga dirinya tidak sungkan dengan mengeratkan pelukan sementara Bella sendiri tampak nyaman tidak terusik.
__ADS_1
AC yang sengaja di matikan oleh Jovan justru membuat Bella merasa kegerahan hingga menendang nendang selimut yang masih menutupi sebagian tubuhnya.
Bella mencari kenyamanan dengan memeluk guling yang terasa dingin dan membuat dirinya kembali nyaman dalam lelapnya tidur.
Guling hidup dalam dekapan Bella alias Jovan pun sama sekali tidak menolak, berkali kali Jovan menelan ludahnya kasar, situasi yang justru membuat Jovan tidak bisa tidur.
Tubuh Bella seperti sengaja menggoda untuk disentuh. Sesekali jemari tangan Jovan mengusap punggung Bella pelan .
Niat Jovan adalah membangunkan Bella agar bergeser dan melepaskan tubuhnya. Namun sayang, bukannya terbangun Bella justru semakin merasa nyaman seperti seorang bayi yang diusap usap punggung nya agar tidur lebih lelap.
Bermenit-menit berlalu, Bella dengan nafas teratur nya sedangkan Jovan dengan nafas yang tidak teratur karena harus berusaha menahan diri untuk tidak melewati batasan sesuai perjanjian yang mereka sepakat i .
Cup~ satu kecupan mendarat begitu saja di payu dara kanan Bella.
Lalu, satu kecupan lagi untuk payu dara bagian kiri sang istri cup~
Setelah memberi kecupan di dua gundukan kenyal sang istri , Jovan akhirnya semakin menduselkan wajah menikmati aroma tubuh sang istri hingga secara perlahan Jovan mulai memejamkan mata.
Beberapa jam kemudian..
Bella yang lebih dulu terbangun membuka mata terkejut saat melihat siapa yang dia dekap layaknya guling.
Astaga , mampus aku~
Bella bergumam sendiri saat menyadari dirinya mendekap Jovan layaknya guling.
Bahkan sangat terasa erat sampai akhir nya Bella berusaha melepaskan dirinya.
"Jangan sampai Pak Jovan bangun please.. " Bella merasa malu karena kondisi tubuhnya yang polos sedikit terbuka di beberapa bagian.
Secara perlahan Bella memundurkan tubuhnya, lalu membenarkan posisi piyama mandi yang dia pakai dan kemudian menutupi tubuh Jovan menggunakan selimut.
__ADS_1
Setelah memastikan Jovan tidak terusik, gegas Bella masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Sedangkan Jovan, ya pria itu sudah terbangun lebih dulu beberapa menit sebelum Bella namun, jika dia tidak pura pura tidur pasti akan muncul kesalah pahaman yang akan membuat istri kecil nya itu uring uringan lalu menyalahkan dirinya dengan kata kata umpatan yang kasar.
Aku akan tetap tidur sampai nanti siang , setidaknya tidak akan membuat Bella merasa malu. Jovan tersenyum tipis lalu melanjutkan tidur nya.
Bella masih di dalam kamar mandi meski sudah selesai membersihkan diri, tidak mandi Bella hanya membasuh muka dan gosok gigi .
Setelah itu Bella berjalan keluar dari kamar mandi dengan mengendap endap tanpas suara hendak masuk ke dalam ruang ganti.
Dengan hati hati Bella membuka lemari pakaian milik Jovan.
"Lihatlah, Pak Jovan disediakan pakaian normal .Cih, kenapa lemariku isinya lingerie kurang bahan semua." Bella bergumam sendiri sambil memilih pakaian mana yang bisa dia pakai.
Setelah menimang beberapa saat, akhirnya Bella memutuskan untuk mengambil satu celana pendek milik Jovan yang jika dipakai oleh Bella maka akan sampai menutup bagian diatas lutut.
"Ini lumayan, hhmm selanjutnya..." Bella memilih sebuah atasan mirip hodie.
Hodie dengan ukuran Jovan yang artinya jika Bella yang memakai maka akan menutup sampai diatas lutut.
"Perfect !" Bella mematut penampilan dirinya di depan sebiah cermin.
Mirip boneka sawah, tapi tidak masalah daripada hanya pakai piyama mandi.
Meskipun hodie yang dipakai oleh Bella kebesaran namun ini sudah lebih dari cukup untuk dipakai sementara.
"Tidak akan ada yang memperhatikan jika aku gak pakai daleman. Lumayan lah ini bisa aku pakai sampai nanti kapal menepi."
Bella keluar dari ruang ganti dengan senyum percaya diri , duduk di depan meja rias untuk menyisir rambutnya serta merapikan penampilan.
Waktu pada jam yang menempel di dinding tampak menunjuk pukul sepuluh siang. Bella saat ini sudah berada disebuah area di dalam kapal pesiar yang mirip restoran.
__ADS_1
Bella menikmati sarapan sambil menatap hamparan laut diluar sana, sungguh sangat memanjakan indera penglihatan Bella. Ditambah suara debur ombak yang merdu bagai suara terapi yang menentramkan jiwa .
Sejenak Bella melupakan banyaknya masalah yang dia hadapi, dan saat ini waktu seperti terjeda dan mempersilahkan Bella menikmati segala keindahan yang tersaji hadapannya.