
"Aku sudah mengumpulkan semua informasi, bahkan aku sampai menyewa mata mata untuk mengawasi Bella. Apa kalian tahu apa yang aku dapatkan ?" ucap Michelle sambil tersenyum smirk.
Semua teman teman tampak menyimak apa yang diucapkan oleh Michelle dan malam itu juga mereka berhasil menyusun sebuah rencana untuk mempermalukan Bella Anderson saat masuk kuliah pekan depan.
Setelah itu Michelle dan teman temannya semakin larut dalam nuansa malam minggu panjang yang menggelorakan jiwa anak muda.
Pergaulan bebas sudah biasa di kota New Jersey, para muda mudi larut dalam hentakan music DJ yang semakin malam semakin memanaskan suasana lantai dansa.
Teman teman Michelle mulai berpindah dari lantai dansa masuk ke dalam kamar bersama pasangan masing masing. Hanya Michelle yang masih bertahan sendirian menikmati minuman mocktail bersama pengunjung lainnya.
Michelle tidak punya pasangan , bukan karena dia tidak cantik atau tidak ada yang mau. Tetapi karena Michelle sudah menutup hati untuk para laki laki yang ingin mendekat i demi menjaga sebuah kesetiaan bersama seseorang yang mengisi ruang di hatinya sejak beberapa minggu yang lalu.
Michelle tampak menenggak beberapa slot gelas mocktail tanpa ragu. Tubuhnya mulai merasa gerah tanda pengaruh alkohol mulai menguasai dirinya.
"Seharusnya kamu memilih aku , bukan dia~" racau michelle kala teringat akan seseorang yang berhasil mengisi ruang di hatinya namun justru menolak dirinya.
Benar sekali, perasaan Michelle hanya bertepuk sebelah tangan. Pria idaman yang sangat sesuai kriteria impian Michelle menolak perjodohan yang dirancang oleh keluarga secara mentah mentah dengan alasan yang tidak masuk akal.
Menurut pria itu Michelle terlalu kekanakan dan tidak mandiri, hanya bisa menghamburkan harta orang tua dan tidak memiliki prestasi. Dengan kata lain tidak ada yang bisa dibanggakan dari seorang Michelle .
"Coba katakan, apa yang istimewa pada dirimu seandainya kamu tidak mewarisi harta orang tuamu Michelle ?!" Michelle teringat kembali akan kalimat yang diucapkan pria idamannya pada malam di mana seharusnya mereka dijodohkan.
Sebuah alasan yang membuat Michelle sakit hati sehingga ,perasaan cinta yang dia tawarkan kepada si pria berubah menjadi sebuah obsesi.
Michelle bertekad bagaimana pun caranya dia harus bisa mendapatkan pria itu.
Semakin mengingat laki laki yang menolaknya itu, Michelle semakin hanyut dalam perasaan ingin memiliki bagaimana pun caranya. Rasa obsesi sudah terlalu menggebu di dalam diri Michelle.
"Kamu tidak boleh bersama wanita lain selain aku sayang~" Michelle memainkan gelas kristal kosong di tangan kirinya.
Michelle berhalusinasi saat ini dia membayangkan jika dirinya melihat wajah si pria idaman dalam pantulan gelas, tiba tiba saja Michelle menciumi gelas tersebut sambil membayangkan dirinya saat ini me lu mat rakus bibir pria idaman .
"Butuh partner malam ini , baby ?" ucap seorang pria asing yang tiba tiba merebut gelas dari tangan Michelle dan otomatis Michelle membelalakkan kedua mata tidak terima kesenangan nya di ganggu.
"Kamu~" Michelle menatap seorang pria di hadapannya dengan raut muka yang sulit di terjemahkan.
__ADS_1
"Let's play with me , aku akan puaskan kamu sayang.." laki laki tersebut jelas menggoda Michelle agar mau menghabiskan malam dengan dirinya di dalam kamar, sama seperti pasangan lain.
"No, stay away from me !!" Michelle menolak kala pria asing itu berani menyentuh wajahnya.
Michelle tidak suka disentuh oleh pria asing yang tidak dia inginkan.
Michelle berjalan sempoyongan menuju pintu keluar, dan tanpa dia sadari pria asing itu mengekor i pergerakan nya.
Seorang body guard yang menunggu di dekat mobil tampak memicingkan mata kala melihat sang Nona muda Michelle di ikuti oleh pria tidak dikenal dan terlihat sekali nona muda nya itu tidak suka.
Dengan gerakan cepat si body guard menghampiri sang nona lalu menarik Michele ke belakang punggung nya sambil menatap pria asing secara intens seolah tatapan matanya tajam siap menghunus.
"Enyah dari sini atau aku hajar kamu sampai mati !!" ancaman Bodyguard Michelle tidak main main.
Tatapan setajam elang dengan tubuh kekar atletis yang gagah , nyatanya tidak membuat laki laki asing itu menyerah.
Laki laki yang tampak seumuran dengan Michelle tersebut justru menantang hingga terjadilah sebuah perkelahian yang tidak terelakkan.
Bugh..
Bugh..
Laki laki asing itu tersungkur dengan luka lebam di bagian wajah , sedangkan sang bodyguard tampak tidak terluka sedikitpun.
Namun, saat sang bodyguard hendak beranjak meninggalkan pria asing yang tergeletak lemah di trotoar kembali terkejut kala terdengar suara pecahan botol menghantam sesuatu.
PRANKK !!
PYAARR !!
Ternyata itu adalah Michele yang memukul botol kosong ke arah pria asing, tidak hanya sekali tapi berkali kali sampai botol kaca itu pecah.
"Astaga Nona muda !!" sang bodyguard menjauhkan Michelle dari pria asing yang kembali tergeletak kali ini dengan darah yang mengucur segar dari kepalanya.
"Dia berani mengganggu aku, dia pantas mati karena sudah berani menyentuh wajahku tadi !!" racau Michelle yang tiba tiba emosinya tidak terkendali.
__ADS_1
"Kita harus pergi Nona Michelle , saya akan hubungi anak buah untuk membereskan semuanya, ayo nona.." sang bodyguard menarik Michelle agar masuk ke dalam mobil.
Mobil mewah milik Michelle tersebut melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan sepi kota New Jersey yang saat ini sudah lewat dini hari.
Kurang dari sepuluh menit mobil mewah tersebut masuk ke dalam basement parkir sebuah gedung apartemen tempat Michele tinggal sendiri saat merasa bosan jika harus di mansion bersama kedua orang tua nya.
Luckas sendiri adalah nama dari bodyguard khusus yang ditugaskan oleh sang ayah untuk menjaga sang putri Michelle.
Menjaga Nona muda seperti Michelle layaknya menjaga seorang bayi kecil yang terlalu aktif dan bandel, sulit diatur .
Luckas kerap kewalahan kala harus menangani masalah yang ditimbulkan oleh Sang nona muda.
Seperti saat ini misalnya, Michelle bertingkah seperti anak kecil saat Luckas membantu membersihkan tubuh Michelle yang kotor terkena muntah di dalam kamar mandi.
Luckas membersihkan dengan cepat dan tetap menjaga kesopanan, Michelle bertingkah sesuka hati kala hanya mengenakan daleman two pieces, tanpa Michelle sadari jika kelakuan nya mirip balita .
Dengan hanya berbalut daleman two pieces Michelle menolak saat Luckas hendak memakaikan piyama tidur.
Namun Luckas tetap profesional dengan tidak mencuri kesempatan dalam kesempatan. Meski Nona muda satu ini sangat menguji kesabarannya namun Luckas selalu berhasil mengendalikan Michelle.
"Sudah cukup Nona, kemarilah !" ucap Luckas agak keras saat melihat Michele justru menari dan melompat lompat di atas kasur .
"It so fun Luckas , ayo ikuti aku !!"
Hahahaha.. Tawa renyah Michelle membuat Luckas menggeleng kepala sambil tersenyum.
"Beruntung yang menjagamu adalah aku bukan pria lain Nona.." gumam Luckas saat melihat Michele mulai kehabisan tenaga lalu ambruk begitu saja.
Dengan sigap Luckas memakaikan piyama tidur dengan posisi Michelle yang pasrah saking lelahnya.
Cup~ sebuah kecupan dicuri tanpa permisi oleh Michelle tepat di rahang Luckas yang ditimbulkan bulu bulu tipis.
"Thank you Luckas, sudah merawatku." ucap Michelle lirih sembari kedua mata yang mulai menutup dan terlelap.
"Huft~ gadis kecil yang merepotkan." ucap Luckas pelan kala berhasil membenarkan posisi tidur Michelle lalu menutup selimut sampai batas dada.
__ADS_1
Luckas mengusap bekas kecupan sang nona muda diiringi senyum yang melengkung tipis disudut bibirnya.