
"Bella dalam bahaya saat ini, aku akan minta bantuan pihak keamanan kampus untuk menyisir setiap ruangan di dalam gedung fakultas tempat Bella berada." Raut muka Jovan sangat panik dan khawatir kala menekan nomor pintas di ponselnya.
Jovan mengerahkan semua security kampus, tentu saja menggunakan kekuasaan yang dia miliki, tujuan satu satunya saat ini adalah menemukan Bella Anderson.
"Tolong urus putri anda Sir, belakangan ini seperti nya dia kembali berulah." ucap Jovan dingin dan tegas kepada orang tua Michelle.
Michelle yang melihat kekhawatiran di wajah Jovan justru kesal sampai menghentakkan kaki , sang ayah menahan dirinya saat ingin menghalangi langkah Jovan keluar ruangan.
"Stop Michelle, jangan mempermalukan papi lebih parah lagi. Kita pulang sekarang, ayo." papinya Michelle berdiri dari kursi setelah itu menarik paksa pergelangan tangan Michelle untuk pergi dari ruangan Jovan.
Sedangkan Jovan sendiri saat ini mulai merasa frustrasi lantaran tidak menemukan Bella di manapun. Tempat tempat yang biasa Bella datangi tidak ada . Jovan khawatir seperti sesuatu yang buruk akan menimpa Bella.
"Bella kemana kamu , come on angkat !!" Jovan terus mencoba menelpon ponsel Bella.
Panggilan berdering namun tidak di angkat.Setiap detik berlalu terasa seperti berjam jam bagi Jovan.
Sementara itu ,
Kembali ke dalam ruangan tempat Bella di sekap , Anne mulai mengarahkan kamera siaran live nya dan menyoroti tubuh Bella yang sudah setengah telanjang.
"Lihat gaess, seperti ini lah lekuk tubuh ayam kampus kita Bella , tidak seksi tapi kenapa dia laku sekali Hhmm.. Bagaimana jika kita bikin pertunjukan, seperti apa pelayanan seorang ayam kampus saat harus melayani tiga pria ini , Waahh pasti kalian penasaran kan, oke kita mulai ya gaess ya.." Anne menjeda siaran live nya lalu mengarahkan teman temannya untuk adegan selanjutnya.
Setelah kamera siaran langsung terpasang dengan hanya menyoroti tubuh Bella Anderson tanpa menampilkan ketiga pria yang sudah bertelanjang dengan menyisakan celana boxer .
Bella yang terikat di bagian tangan dan kaki tampak berontak sekuat tenaga, dirinya sangat merasa ketakutan lantaran di kepung tiga pria yang yang hanya mengenakan ce la na dalam.
Tubuh Bella sendiri saat ini masih mengenakan bra dan ce la na dalam dengan kemeja yang sudah tersingkap dan celana jeans yang sudah diloloskan beberapa saat yang lalu.
"Haruskah kita mulai sekarang Anne ? Kami sudah tidak sabar menyantap wanita ini hahahaa.." ucap salah satu pria.
"Wait a second boys. Aku sedang coba hubungi Michelle, aku harus melapor padanya dulu kan " Anne meminta ketiga pria untuk bersabar sebentar lagi sembarangan dirinya mencoba menghubungi ponsel Michele yang sejak tadi tidak aktif.
"Astaga kemana si Michelle , bukankah dia yang punya ide ini. Katanya dia bakal datang buat lihat langsung bagaimana kita ngerjain si Bella."Anne menggerutu sendiri lantaran sudah puluhan kali ditelpon dan puluhan kali juga tidak diangkat.
__ADS_1
Anne meraup wajahnya frustrasi, kameranya masih stand by siap untuk melanjutkan siaran langsung, bahkan jumlah penonton pun semakin bertambah. Tapi tanpa kehadiran Michelle sang ketua geng bully maka Anne tidak berani melanjutkan.
Tentu saja Anne berani mengancam bahkan siap melecehkan Bella karena ada Michelle di belakang nya. Michelle bersedia bertanggung jawab untuk apapun yang terjadi, dan saat ini Anne gampang melanjutkan atau tidak karena Michelle sendiri tidak bisa dihubungi.
"Come on Anne, kita lanjutkan saja tanpa Michelle. Ini sudah terlalu lama." ucap salah satu pria yang sudah menahan diri dari tadi, pemandangan seksi nan mulus di hadapan nya sangat menggoda.
Tatapan lapar para pria membuat Bella semakin ketakutan.
"Shut up dude !! Kita gak bisa gegabah. Siaran langsung ini akan sangat beresiko karena menampilkan tindak pelecehan se*ksual secara langsung. Kita harus tunggu Michelle karena dia yang akan bertanggung jawab nanti." Anne menghampiri ketiga pria itu lalu beralih menatap Bella yang terus menangis memberontak .
Kain yang menyumpal mulut Bella sampai basah tapi Anne tidak berniat melepaskan, tatapan Bella dan Anne beradu seakan terpancar kilat yang menggelegar di tengahnya.
"Cih, dasar wanita sialan." Anne berpaling muka dan berniat untuk melanjutkan siaran live nya.
Rasa benci yang membuncah dirasakan Anne terhadap Bella yang pernah mempermalukan dirinya.
"Dulu kamu pernah menghajarku di hadapan teman teman kampus , kamu sudah mempermalukan aku secara terang terangan. Kini rasakan balasan ku Bella Anderson, aku akan ganti permalukan kamu lebih parah dari yang pernah kamu lakukan padaku." Senyum Anne berubah menyeramkan kala mengarahkan ketiga pria untuk bersiap.
Tepat saat Anne hendak menekan tombol pada kamera agar siaran live kembali berlanjut tiba tiba ,
BRAAKKK !!!
Suara pintu ruangan dibuka secara paksa dari luar, Anne dan komplotannya menoleh terkejut. Seorang pria melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan dengan amarah yang meletup letup.
Tanpa memberi kesempatan pada Anne maupun para pria lainnya, orang itu langsung menyerang melayangkan pukulan mentah secara bru tal.
Bugh
Bugh
Brukk
Brashh !!
__ADS_1
Satu lawan banyak tidak membuat seseorang itu takut, amarah lantaran tindak pelecehan yang hampir dialami Bella membuat rasa ingin menolong begitu menggebu hingga tidak kurang dari tujuh menit , para pria terkapar tak berdaya di lantai.
Anne sendiri diam diam kabur keluar dari ruangan tersebut saat terjadi perkelahian tak seimbang beberapa saat yang lalu, meski sudah terkulai tak berdaya tapi orang tersebut masih saja memukuli ketiga pria komplotan Anne.
Hingga beberapa menit kemudian, tampak serombongan security masuk ke dalam ruangan, Jovan mendahulu para security dan langsung menuju ke tempat Bella diikat.
"I am sorry Bella, maaf aku terlambat datang~" raut wajah Jovan sangat khawatir lantaran Bella tidak sadarkan diri.
Dengan sigap Jovan menutup tubuh Bella menggunakan Jas nya lalu melepaskan satu persatu ikatan tali pada pergelangan tangan dan kaki Bella.
Bella pingsan, serangan panik membuat Bella tak sadarkan diri. Jovan dengan cepat menggendong Bella ala bridal menuju keluar dari ruangan sambil memerintahkan para security,
"Jangan biarkan para pelaku lolos. Bawa mereka semua ke kantor polisi !" titah Jovan tegas dengan ekspresi yang sangat dingin.
Sekali Jovan bertatapan dengan pria lain yang lebih dulu masuk menyelamatkan Bella, sorot mata keduanya beradu .
"Thanks." ucap Jovan sambil lalu kepada pria tersebut yang sedang dalam posisi menghajar para pelaku.
Pria itu tidak menjawab hanya merespon singkat dengan ekspresi tak terduga, "Cih~ pahlawan kesiangan."
Kemudian,
Berkat kesigapan pihak security kampus, semua berhasil dikendalikan.
Para pelaku berhasil diamankan,barang bukti berupa flash disk juga diamankan. Anne yang diam diam kabur lewat pintu belakang kampus juga berhasil tertangkap saat hendak kabur menggunakan mobilnya.
Situasi di gedung fakultas kampus masih tidak kondusif, siaran langsung yang mereka simak lewat akun sosial media salah satu murid populer yaitu Anne menjadi barang bukti kuat atas tindak pelecehan yang di alami oleh Bella Anderson.
Meski tidak atau belum sampai terjadi pelecehan se*ksual namun kondisi Bella yang di telanjangi secara paksa apalagi di rekam secara langsung dan dipertontonkan secara luas, pasti akan memicu perbincangan di kalangan warga kampus.
Para murid terlanjur melihat dan memvonis jika Bella Anderson adalah seorang wanita ja lang murahan yang mempermalukan nama kampus.
"Seorang ayam kampus tak tahu diri tidak layak kuliah di tempat ini !!"
__ADS_1