Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 45 SELAMAT TINGGAL MASA LALU


__ADS_3

Bella menerawang jauh keluar jendela, hamparan langit semakin tinggi hingga beberapa waktu kemudian mulai melintasi lautan samudra.


Bella memutuskan untuk pergi ke suatu negara yang tidak diketahui ayah ataupun Jovan. Rasa takut membuat Bella nekat melakukan ini. Sebuah keputusan dadakan yang berharap tidak akan dia sesali di kemudian hari.


'Aku tidak tahu akan seperti apa kisah hidupku setelah ini tetapi, aku bersumpah akan menjagamu nak~' Bella mengusap perutnya yang masih tampak rata.


Ketika Bella semakin larut dalam lamunan, tiba tiba saja terdengar suara seseorang menyapa ramah .


"Bella ?"


Suara yang terdengar tidak asing, Bella seketika mengerjapkan mata meraih kembali kesadaran nya lalu menoleh ke sumber suara.


Betapa terkejutnya Bella saat melihat Jason yang saat ini duduk di kursi penumpang sebelahnya. Dengan senyum menawan Jason menyapa lalu mengajak Bella berbincang.


"Dunia memang sempit bagi kita ya Bella, aku sama sekali tidak menduga akan satu pesawat denganmu." ucap Jason ramah seperti biasanya.


"Sebuah kebetulan yang aneh hehe~. Atau jangan jangan kamu sengaja membuntuti aku heum ?" ucap Bella bernada canda.


"Kita ini teman, dan aku akan selalu membuntuti kemana pun kamu pergi." jawab Jason santai bernada canda juga.

__ADS_1


Tentu saja Bella menganggap ini memang hanya sebuah kebetulan.


"Kamu menghilang dari kampus, dan aku mencari kamu kemana mana Bella. Apa yang telah kamu alami sebenarnya heum ?" tanya Jason.


"Huft~ hanya sedikit masalah dengan keluarga ku Jason. Kesalah pahaman yang tidak di kompensasi oleh ayahku . Ayahku ingin aku meneruskan kuliah di tempat lain." ucap Bella singkat.


"Bagaimana denganmu Jason ? Mau kemana kamu ?" tanya Bella lagi.


"Aku mendapat kesempatan untuk bekerja disebuah perusahaan. Mereka menyukai desain arsitektur yang aku ciptakan dan ingin aku bergabung dalam sebuah proyek pembangunan di wilayah benua Asia." Jason membanggakan kemampuan dirinya sebagai seorang arsitek yang mampu menciptakan desain bangunan modern yang banyak dilirik pengusaha kelas dunia.


"Waah, itu kesempatan yang sangat langka Jason. Aku harap kariermu akan semakin berkembang. Jangan lupa traktir aku dengan gaji pertama mu ya ?!" suara Bella terdengar santai namun Jason menanggapi dengan serius.


Mana mungkin itu terjadi, jika tujuan mereka saja pasti berbeda.


Bella akan pergi ke Asia tenggara sedangkan Jason entah kemana. Bella sendiri juga tidak berharap bakal bertemu Jason di tempat barunya nanti.


Pesawat yang mereka tumpangi ini akan transit di bandara Singapura ,Asia. Besar kemungkinan Bella dan Jason akan beda pesawat nanti.


Selama perjalanan tampak keduanya berbincang akrab selayaknya dua sahabat , namun tiba tiba saja Bella merasa tidak enak badan.

__ADS_1


Keringat dingin membasahi keningnya, rasa mual mendera seakan ingin muntah.


Gegas Bella menuju ke kamar mandi diikuti oleh Jason yang khawatir.


Bella ingin muntah namun tidak sedikit pun isi perutnya keluar.


"Kamu sakit Bella , aku akan minta bantuan pramugari untuk memberikan obat." ucap Jason yang cepat mencari pramugari.


Tak kurang dari dua menit, Kini Bella tengah di rawat di sebuah kabin khusus.


Bella tidak bilang jika dirinya tengah hamil. Tidak seorangpun boleh tahu terutama Jason.


Setelah meminum obat pereda mual, Bella kembali ke kursinya bersama Jason.


Singkat cerita penerbangan berjam jam terasa bagai berhari hari, Bella merasa tidak enak karena sudah merepotkan banyak orang di pesawat dengan tanpa satu orang pun tahu jika dirinya tengah berbadan dua.


Begitu pesawat landing dengan aman di Singapura, Bella turun beriringan dengan Jason . Mereka berdua berpisah saat harus menunggu diruang transit masing masing.


..."Sendirian di tempat baru yang asing, aku akan memulai semuanya dari nol bersama calon bayiku. Selamat tinggal masa lalu~"...

__ADS_1


__ADS_2