
Bella dan Jovan sudah siap untuk hiking usai sarapan, tampak Jovan membawa satu ransel berisi bekal dan beberapa alat untuk keselamatan. Sedangkan Bella tidak membawa apapun.
Keduanya sama sama mengenakan pakaian khas ala backpacker, kaos berwarna putih polos, dipadukan dengan celana kulot army yang di desain nyaman dipakai untuk mendaki, kemeja flanel kotak kotak serta topi dan juga sepatu.
"Kita sudah seperti jejak petualang gak sih ?" ucap Bella sambil terkekeh pelan .
"Hari ini kita akan berpetualang di pegunungan, pasti akan seru nanti." kata Jovan.
Keduanya berjalan ke arah naik menuju medan pendakian, cuaca benar benar cerah dan sejuk. Beberapa kali mereka berpas pasan dengan pendaki lain di jalan. Jalur pendakian yang sempit harus membuat setiap orang yang melewati berhati hati , jangan sampai terpeleset atau bisa bisa terperosok ke dalam jurang di sisi kanan.
Jovan terus menggandeng Bella yang baru pertama kali menapakkan kakinya di jalanan terjal. Bella sendiri berpegang erat pada Jovan yang di depannya menuntun jalan.
Setiap langkah membuat nafas semakin terkuras namun keindahan alam pegunungan membuat segalanya terbayar tunai, "indah sekali~" ucap Bella di sela langkahnya.
"Sedikit lagi Bella, di atas sana nanti kita bisa istirahat." Jovan memberi semangat agar Bella tidak menyerah terhadap lelahnya.
Benar saja, kurang dari tiga puluh menit mereka sampai di sebuah area yang datar dan cukup luas serta rindang.
Hamparan rumput berwarna hijau nan basah berembun, tampak indah disertai semilir angin yang sejuk. Jovan mengajak Bella duduk di sebuah batu besar yang terletak agak didekat tebing.
Kemudahan Jovan mengeluarkan sebotol air minum dan menikmati suasana sejenak sebelum berpindah ke area lain.
"Kita sampai sini aja ya pak ? " tanya Bella.
"Apa maksudmu Bell, ini bahkan baru separuh perjalanan. Setelah ini aku kasih lihat kamu sesuatu yang tidak kalah indah dengan ini. " Jovan berkata sambil tersenyum ramah.
"Masih belum sampai ternyata ? Duh bapak bener bener ngerjain nih. Nafas saya udah engap banget tau !" Bella sudah merasa lelah dan rasanya ingin lekas kembali turun lalu rebahan dikasur.
Beberapa menit kemudian, "Ayo kita lanjutkan perjalanan kita Bell, sedikit lagi kita pasti bisa sampai di sana sebelum tengah hari, ayo."
Jovan mengulurkan tangannya untuk Bella, dan Bella meraih tangan tersebut. Kemudian setapak demi setapak keduanya melanjutkan perjalanan hingga tepat saat tengah hari, mereka tiba disebuah tempat dimana terdapat sebuah air terjun yang mengalir cukup deras.
Suara gemericik dari air terjun terdengar seperti asmr yang memanjakan telinga. Bella yang sedari tadi mengeluh capek ingin kembali ke camping vans kini justru tampak sumringah.
"Sudah kubilang, kamu pasti bakal menyukainya." Jovan dan Bella berdiri ditepian bawah dekat air terjun.
Bebatuan yang membentuk seperti kolam menampung air terjun yang jatuh dari ketinggian.
Hawa segar terasa sekali saat angin berhembus membawa percikan air mengenai tubuh keduanya.
Jovan meletakkan tas ransel disebuah batu besar yang kering kemudian tanpa basa basi melepaskan satu persatu kain yang dia pakai . Hanya menyisakan celana pendek Jovan melompat masuk ke dalam air.
__ADS_1
Byyuurr~
Melihat apa yang dilakukan Jovan membuat Bella juga menginginkan hal yang sama. Membayangkan main air di alam terbuka dengan suasana sejuk namun Bella hanya bisa menahan diri sambil menelan ludah.
Bella masih duduk bersandar pada salah satu batu sambil terus menatap Jovan yang berenang kesana kemari. Seperti anak kecil yang sedang main air , wajah Jovan tampak begitu senang dan air yang membasahi membuat dirinya semakin tampan.
"Bella come on !! " Jovan mengajak Bella agar ikut masuk ke dalam air.
"Kita kan gak bawa baju ganti pak !! Kalau aku ikut nyebur gimana nanti pulangnya ??" Bella menggeleng ragu, ingin tapi gak yakin.
"Astaga Bella, itu bukan hal yang sulit untuk harus dipikirkan. Letakkan saja pakaian kita diatas batu kering itu, nanti kita bisa pakai lagi. Setelah main air kita berjemur sambil makan bekal. Ayo kesini ! kapan lagi kamu bisa main air di pegunungan ya kan ?!!" Jovan tampak berseru menikmati sekali main air di tengah kolam, bahkan beberapa kali Jovan menikmati terpaan air yang mengalir jatuh dari ketinggian mengenai tubuh atletisnya.
Melihat hal itu tentu saja Bella semakin dibuat penasaran hingga akhirnya, Bella mengikuti apa yang dikatakan Jovan.
Bella dengan sedikit ragu mulai meletakkan pakaian keringnya dengan hati hati diatas batu dekat ransel. Hanya menyisakan daleman yang menutup i tubuh bagian atas serta tubuh bagian bawah.
BYYUURR !!
Bella melompat dari atas sebuah batu yang berada di tepian kolam . Jovan lekas menghampiri lalu menarik Bella ke tengah kolam untuk berenang.
Air yang awalnya terasa begitu dingin semakin lama justru terasa semakin segar membuat Bella maupun Jovan enggan menyudahi.
Lokasi tempat mereka berdua berada saat ini sedang sepi. Kolam besar dengan air terjun yang sejuk seolah hanya milik mereka berdua.
Karena gerakan yang tiba tiba Bella merasakan kakinya kram sulit digerakkan.
"Pak, bantu ke tepian dong. Kaki aku kram kayaknya nih." pinta Bella sambil meringis menahan sesuatu.
"Oke." Jovan memutar arah menghampiri Bella yang tampak meringis kesakitan di tengah kolam.
Baru saja Jovan mengulurkan tangan hendak membawa tubuh Bella ke tepian tiba tiba ,
Byuur~
Bella lebih dulu menarik Jovan sampai tersungkur jatuh di dekatnya,Bella sengaja menekan tubuh Jovan masuk ke dalam air sambil tertawa puas.
"Nih rasain, bapak udah isengin aku tadi. Sekarang giliran bapak nih aku isengin hahaha~"
Bella tampak puas berhasil membalas keusilan sang dosen, tapi bukan Jovan namanya kalau menyerah begitu saja.
Dari dalam air Jovan menarik kaki Bella agar ikut masuk ke dalam air. Keduanya sama sama saling balas di dalam air hingga.
__ADS_1
Greb~ dengan satu gerakan cepat Jovan memeluk tubuh Bella dari depan lalu.
Netra keduanya beradu intens, dari yang awalnya menatap usil kini berubah menjadi tatapan intens yang serius.
Entah apa yang mereka rasakan saat ini tetapi, Bella tidak menolak saat Jovan mendekatkan tubuhnya dan mencuri ciuman singkat di dalam air.
Hawa dingin sejuk membuat aktivitas mereka semakin hangat , dari yang awalnya ciuman di bawah air kini Jovan membawa Bella ke tepian kolam dan bersandar pada sebuah batu besar.
Kembali melanjutkan ciuman yang terasa menghangatkan tubuh satu sama lain.
Hhmmpph~
Hhmmpphh~
"Sudah cukup atau kita lakukan lebih dari ini Bella ?" ucap Jovan tepat di bibir Bella.
"Bagaimana jika sedikit pengalaman bermain di dalam kolam alam bebas ? Aku penasaran seperti apa rasanya~" senyum Bella sambil menyamankan posisi dengan mengalungkan tangan di leher Jovan.
Keduanya melanjutkan aktivitas hangat menuju panas, ciuman yang basah nan lembut begitu membuai imajinasi mereka hingga,
Bella mengalungkan kedua kakinya di pinggang Jovan yang dengan senang hati menerima hal itu. Bella sampai mendongak menatap langit kala merasakan lidah hangat Jovan menyapu lehernya.
Sesekali air bergelombang membuat tubuh keduanya harus tetap bergerak agar tidak tenggelam.
Tidak perlu melepaskan kain yang menempel pada tubuh mereka, saat ini keduanya sama sama dimabuk gairah.
Eunghh ahh~ Bella meracau menikmati setiap Jovan menyusu milik nya bergantian. Model atasan bikini tidak membuat kesulitan Jovan yang hanya tinggal menyingkap ke bawah tanpa perlu melepaskan tali dipunggung Bella.
Jovan yang sudah tersulut gairah pun kini tanpa ijin mulai menggesek miliknya dengan milik Bella. Jovan menyusu sambil meremas bongkahan pan tat Bella . Setiap gesekan di bawah air begitu terasa geli dan membawa gatal.
Bella yang bersandar pada tepian kolam tampak mulai sayu, tubuhnya bereaksi ingin dimasuki. Rasa geli bercampur gatal dari setiap sentuhan suami kontraknya yang begitu candu.
"Bisakah kita melakukan itu dengan cepat ahh~" ucap Bella mende*sah menikmati gesekan bagian bawah yang masih terhalang kain.
"Kita bisa melakukan dengan cepat dan nikmat, like this baby~" satu tangan Jovan menurunkan sedikit celana pendek yang dia pakai, kemudian menyingkap ce lana Bella ke samping agar lebih mudah memasukkan milik nya.
"Akhh pak !! " Bella tersentak kaget kala merasakan tubuhnya dimasuki benda tumpul berurat yang sudah tegak hingga,
Jovan menggoyang pinggulnya secara pelan dan dalam , awalnya mereka bermain pelan namun setelah pemanasan yang cukup keduanya semakin menginginkan permainan cepat yang nikmat.
"Ahh iya pak begitu ahh deeper please~" Bella menikmati setiap hujaman kuat . Sedangkan Jovan tidak menyiakan kesempatan,
__ADS_1
Jovan bertekad akan mengikat Bella selamanya, setiap ada kesempatan Jovan akan membujuk Bella melakukan permainan suami istri dan menyemburkan benihnya di dalam.
'Jika kamu hamil maka kamu akan terikat denganku selamanya Bella~' batin Jovan yang semakin bersemangat menggempur tubuh sang istri yang tidak menyadari isi pikiran nya.