Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 13 BUKAN BULAN MADU IMPIAN


__ADS_3

Bella tidak mungkin keluar dari kamar dengan hanya mengenakan piyama mandi yang menutupi tubuh polosnya , meski di dalam kapal pesiar hanya ada dirinya dan Jovan sebagai penumpang ekslusif. Tapi ingat, ada anak buah kapal dan juga beberapa bodyguard yang berjaga jaga di luar kabin.


Bella memilih untuk naik ke atas ranjang sambil mengambil posisi tidur dengan selimut yang menutupi sampai batas lehernya.


Lebih baik dirinya saat ini pura pura tidur supaya Jovan berhenti menggoda.


Aku akan pura pura tidur . Semoga Pak Jovan gak gangguin aku lagi, menyebalkan sekali pria mesum itu !!


Tap..


Tap..


Tap..


Jovan melangkah santai keluar dari ruangan ganti baju sambil bersiul ringan, melihat Bella yang sudah memejamkan mata ,Jovan mengurungkan niatnya untuk menggoda lagi dan lebih memilih untuk merapikan penampilan nya.


Meski hanya mengenakan setelan santai berupa celana pendek dan kaos putih polos , tetapi Jovan tetap tampil rapih dengan rambut yang di sugar kebelakang, lalu sedikit skin care agar kulit wajah tetap lembab serta sedikit parfum untuk menambah rasa percaya diri.


Sayang sekali jika malam ini berlalu begitu saja~ batin Jovan santai sambil sesekali melirik pergerakan sang istri yang tampak teratur.

__ADS_1


Jovan memutuskan untuk menikmati pemandangan malam dari atas kabin. Saat kedua kakinya hendak melangkah ke dekat pintu terlintas keinginan untuk mengajak serta Bella.


Jovan berbalik badan lalu melangkah kan kakinya pelan mendekat ke sisi ranjang lalu duduk ditepian sambil satu tangan bergerak menepuk tubuh Bella.


"Bella, saya tahu kamu belum benar benar tidur. Mau ikut ke atas dek kapal ? seperti nya cuaca malam ini sedang bagus untuk melihat bintang. Heii Bella~" Jovan menepuk pundak Bella beberapa kali sampai tampak pergerakan pelan dari Bella.


Eunghh~ Bella menggeliat lalu secara perlahan membuka mata lantaran terusik kala seseorang mengusik tidurnya .


"Bapak saja deh , saya ngantuk berat nih capek banget rasanya mau tidur aja." ucap Bella yang menatap Jovan dengan kesadarannya yang tidak sepenuhnya.


"Baiklah, terserah kamu saja.Jika butuh sesuatu atau ingin mencari saya kamu bisa susul ke atas oke ?" Jovan berucap ramah dengan sedikit senyum sebelum akhirnya beranjak dari tepian ranjang setelah sebelum nya merapihkan selimut yang menutupi tubuh sang istri.


Kemudian Jovan pergi keluar dari kamar sendirian dan melangkah kan kakinya dengan santai naik ke atas kabin kapal sambil memesan minuman beralkohol kadar rendah kepada seorang pelayan yang berjaga di meja bartender.


Sedangkan saat malam hari seperti ini, sekitaran tepi kolam renang biasa digunakan untuk pesta kolam atau kegiatan malam romantis bersama pasangan.


Sebuah sofa mewah di atas kabin yang menghadap langsung ke arah laut, dan pemandangan langit malam yang cerah bertabur bintang. Suasana yang sangat sempurna namun sayangnya kurang lengkap karena Jovan hanya sendirian.


Jovan membayangkan jika seandainya bisa menikmati semua ini bersama kekasih atau pasangan pasti akan lebih berkesan.

__ADS_1


Jovan juga berandai andai jika saja Bella tiba tiba muncul dan menemani dirinya di malam yang seromantis ini pasti akan lebih menyenangkan mengingat daya tarik yang dimiliki gadis itu selalu membuat getaran halus di dalam dirinya.


Seandainya saja Bella bisa bersikap manis , pasti akan menyenangkan mengabiskan waktu dengannya malam ini sebagai pasangan suami istri. Batin Jovan yang saat ini duduk bersandar di sebuah sandaran sofa sambil menatap langit.


Membayangkan seperti adegan adegan di film dimana pasangan suami istri menikmati bulan madu disebuah kapal pesiar dengan keintiman yang bisa mereka rengkuh diantara suasana romantis benar benar membuat Jovan berharap Bella dan dirinya ada diposisi itu.


Rasa ingin mengulangi malam panas one night stand seperti dulu, membayangkan kenikmatan saat merengkuh tubuh wanita yang kini menjadi istrinya membuat tubuh Jovan menjadi panas dingin.


Jovan kembali menyesap minuman anggur merah yang dituangkan ke dalam gelas kristal oleh seorang pelayan , setelah itu netra Jovan tampak kembali menerawang entah kemana dan memiliki apa.


Sedangkan Bella sendiri yang awalnya pura pura mengantuk agar tidak di ganggu oleh Jovan, ternyata saat ini dirinya benar benar tertidur pulas di balik selimut yang cukup menghangatkan meski Bella hanya mengenakan piyama mandi ditubuhnya.


Sementara pasangan suami istri yang baru saja sah beberapa jam yang lalu menikmati malam pertama yang jauuhh berbeda dari ekspektasi malam pertama pengantin pada umumnya, di sebuah klub malam di tengah kota tampak sekumpulan anak muda tengah menikmati waktu malam minggu yang panjang.


Tampak Michelle dan beberapa teman sedang menikmati suasana di salah satu ruangan VIP.


"Kapan kita beraksi Michelle ? Kita sudah membiarkan si cupu terlalu lama bebas. " ucap Anne mengompori Michelle.


" Terakhir kali dia berhasil mempermalukan kita di hadapan para murid , beruntung orang tuamu memiliki kuasa hingga si cupu itu mendapatkan hukuman yang berat hahaha ~" ucap seorang lainnya.

__ADS_1


"Apa kalian tidak merasa heran , dari mana si cupu bisa mendapatkan uang ganti rugi sebanyak itu hanya dalam hitungan jam ?? Sementara dia diterima kuliah di kampus karena lewat jalur bea siswa. Aneh sekali kan ? Atau jangan jangan ~" Anne tidak melanjutkan kalimatnya karena saat ini kedua netranya menatap satu persatu geng bully yang hadir di ruangan V I P tersebut.


"Apa maksudmu si Bella~"


__ADS_2