Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 25 MALU


__ADS_3

Setelah bergantian membersihkan diri masing masing di kamar mandi, Jovan dan Bella kini duduk ber hadapan di dua sofa yang berada di balkon kamar.


Bella meremas ujung kain saat merasa malu karena semalam sudah bersikap liar dan melanggar perjanjian pernikahan.


Sudut bibir Bella bergetar kala memulai pembicaraan, "Maaf~ yang semalam itu saya dijebak dan~" lagi lagi Bella hanya semakin menundukkan kepalanya.


Jovan menatap tajam ke arah Bella yang kini tampak menunduk menahan malu padahal,


Beberapa jam yang lalu,


Ketika jam dinding masih menunjuk di pukul 08. 00 waktu setempat, Bella berteriak histeris kala membuka kedua mata dan mendapati dirinya berpelukan dengan sang dosen dengan tanpa sehelai kain pun yang menutupi tubuh mereka.


"DOSEN MESUM AARRGGHHH !!" umpat Bella sambil mendorong kasar tubuh Jovan yang masih terpejam sampai jatuh di lantai kamar.


"Ouch sakit !! Apasih Bella kamu berisik banget." ucap Jovan yang dipaksa bangun dengan cara kekerasan.


Jovan bangun begitu saja tanpa rasa malu atau risih dengan kondisi tubuhnya yang juga polos, Jovan kembali naik ke atas ranjang berniat untuk melanjutkan tidurnya.


"APA YANG SUDAH BAPAK LAKUKAN KE SAYA !! BAPAK PERKOSA SAYA KAN, NGAKU ??!!!" marah Bella sambil melayangkan pukulan pukulan keras di tubuh Jovan yang tidak merespon.


Bugh~


Bugh~


Plak~


Plak~


Grebb~


Jovan seketika menahan gerakan tangan Bella yang hampir saja memukul dada bidangnya, lalu menarik tubuh Bella sampai jatuh menempel di atas tubuhnya.

__ADS_1


"Apa kamu pikir, saya memaksa kamu melayani saya heum ? Apa kamu lupa jika semalam itu~" netra keduanya saling bertautan intens.


"Stop, jangan diterusin. Lepaskan saya pak !!" Bella merasa risih dan marah karena sang dosen sudah mencuri kesempatan untuk meniduri dirinya.


Jovan sudah menduga hal ini pasti akan terjadi, Bella tidak ingat jika semalam dirinyalah yang lebih dulu menggoda bahkan menguasai tubuh Jovan berjam jam .


"Kamu istri kecil yang nakal, semalam kamu bermain main dengan tubuh saya berjam jam apa kamu lupa ? Bukan saya yang mulai duluan tapi kamu, istriku~" Jovan menahan tawa kala melihat ekspresi Bella yang jelas tampak kesal.


"MANA ADA !! SAYA GAK PERNAH GODAIN BAPAK DAN SAMPAI MATI PUN GAK SUDI MAIN SAMA BAPAK, PASTI BAPAK YANG CURI KESEMPATAN NGAJAK SAYA MAIN KAN, NGAKU DEH !!!" Bella terus mengumpat meski kedua tangannya di tahan oleh Jovan dan tubuh mereka masih tetap menempel.


Bella sedang tidak sadar dengan kondisi tubuhnya saat ini .


"Kamu yang duluan godain saya Bella, kamu duluan yang narik saya ngajak ciuman. Semalam itu saya cuma bantuin kamu yang lagi mabuk , sama sekali saya gak nyuri kesempatan. Apa kamu butuh bukti heumm ?" ucap Jovan dengan ekspresi serius dan senyum yang sulit diartikan.


Bella menaikkan satu alisnya saat mendengar penuturan sang suami, kemudian Bella memilih untuk tetap membantah dan menyalahkan Jovan.


"Bapak yang salah !! bapak jahat, mesum, brengsek~" terus saja Bella mengumpat kata kata kasar pada Jovan.


Bella melotot saat merasakan Jovan me ngu lum bibirnya secara lembut dan dominan, Bella ingin menarik diri namun gagal.


Tatapan mereka beradu, Jovan terus menatap dua netra Bella yang tampak marah dan terus melanjutkan aktivitas nya.


Beberapa detik kemudian,


"Mmpphh~ Stop !" ronta Bella di sela aktifitas panas Jovan atas bibir nya.


"Sekarang kamu diam dan dengarkan saya oke ?!" ucap Jovan saat sudah merasa cukup mengendalikan amarah Bella yang tadinya meletup letup.


Bella kesal lantaran Jovan mencuri ciuman dengan sengaja. Lalu saat Jovan melepaskan dirinya, Bella segera kembali bersembunyi di balik selimut.


Sedangkan Jovan masih tetap dengan tubuh polosnya kini meraih ponsel yang semalam dia letakkan diatas meja dekat ranjang lalu,

__ADS_1


"Semua bukti ada di dalam rekaman ini Bella , lihatlah sendiri kalau tidak percaya." Jovan menyodorkan ponselnya dan membiarkan Bella membuka galeri video dimana terdapat rekaman aktivitas panas mereka semalam.


Setelah Bella menerima ponselnya, Jovan berlalu begitu saja masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.


"GAK MUNGKIN !!!" terdengar suara teriakan Bella yang nyaring sampai di dalam kamar mandi.


Suara yang membuat Jovan menggelengkan kepala sambil terkekeh saat sambil menggosok gigi.


Dalam waktu kurang dari lima belas menit, Jovan keluar dari kamar mandi dengan tubuhnya yang masih setengah basah dengan handuk yang melilit kencang di pinggang.


Rambut basah Jovan meneteskan sisa sisa bulir air mandi dan dengan ekspresi tenang tampak melangkah menuju lemari pakaian , sengaja Jovan tidak menatap Bella yang lagi lagi mumpet di bawah selimut.


Ya, Bella yang melihat isi rekaman video dan percakapan dimana semalam adalah benar benar dirinya yang mulai duluan. Bella malu sekali dengan setiap kata yang dia ucapkan, terdengar sangat nakal sampai Bella ingin menggali lubang untuk menyembunyikan rasa malu nya .


"Bella, kenapa kamu sembunyikan dirimu ? Masih ingin memarahi dan menyalahkan saya heum ?" ucap Jovan lirih sambil menepuk lembut selimut tempat Bella menyembunyikan diri.


"Jangan ganggu saya dulu pak, please~" jawab Bella yang enggan membuka selimutnya.


Di balik selimut Bella benar benar ingin masuk ke lubang semut saja dan tidak ingin melihat sang dosen yang pasti akan terus mengolok olok kelakuan nakalnya semalam.


"Ini sudah siang , bersihkan diri kamu sana. Saya akan pesan sarapan. Kita sarapan di kamar saja setelah itu kita pulang." Jovan sebenarnya ingin menggoda lagi tapi mengingat waktu sudah semakin siang maka Jovan memilih untuk menyudahi drama pagi ini.


Satu setengah jam kemudian,


Disini lah Bella dan Jovan sekarang, duduk berhadapan di sofa balkon kamar dengan perasaan malu yang lelah ditutupi.


"Yang lalu biarkan berlalu, saya tidak akan menuntut apapun. Anggap saja kejadian semalam tidak pernah terjadi dan sekarang sebaiknya kita sarapan lalu pulanh." Jovan mulai menikmati sarapan yang kesiangan miliknya setelah mendorong piring berisi porsi sarapan ke hadapan Bella.


"Tapi pak, apa saya harus ganti rugi sepuluh kali lipat seperti yang bapak katakan saat perjanjian dulu itu ? " Bella masih memikirkan dan merasa jika disini dialah yang bersalah sampai melanggar perjanjian pernikahan.


Dan Bella harus menyiapkan mental jika sewaktu waktu Jovan menuntut ganti rugi karena telah melanggar kesepakatan. Meskipun uang di tabungan Bella ada isinya tapi jika harus mengganti sampai sepuluh kali lipat dari semua uang yang digelontorkan Jovan untuk menyelesaikan masalahnya di kampus waktu itu tentu saja Bella tidak akan sanggup membayar,

__ADS_1


Bahkan seluruh isi saldo tabunganku gak akan cukup buat bayar ganti rugi sepuluh persennya, Huft~


__ADS_2