
Berhari hari terlewat i begitu saja, Bella lebih sering mengurung diri di dalam kamar. Bahkan Bella tidak mempedulikan tanggung jawabnya sebagai pelajar di kampus.
Beruntung ada Jovan yang telaten membantu Bella menyiapkan tugas kampus, meski Bella belum mau mengerjakan tapi Jovan sudah menyiapkan semua materi dan referensi seandainya Bella ingin mengerjakan tugas kuliah yang semakin menumpuk .
Selama Bella mengurung diri didalam kamar, selama itu juga Jovan tidak mengajar ke kampus atau pergi mengerjakan tugas lain seperti mengurus perusahaan miliknya. Ya, tidak seorang pun tahu jika Jovan mengelola sebuah perusahaan kecil hasil jerih payahnya dari enol selama tiga tahun belakangan ini.
Bukan perusahaan besar dan terkenal tetapi itu adalah bisnis impian yang sangat di sukai Jovan . Keluarga besarnya pun tidak mengetahui hal tersebut.
"Bella, apa kamu ingin makan sesuatu hari ini ? Selain makanan yang ada di rumah, kita bisa beli dan makan diluar. Atau kamu ingin ke mana ayo aku temani." ucap Jovan yang duduk di dekat Bella yang berada di sebuah sofa dekat jendela kamar.
"Saya tidak menginginkan apapun , diluar sana terlalu menyeramkan dan saya belum siap. Saya akan makan apa yang ada di rumah saja." ucap Bella yang netranya menerawang keluar jendela.
"Masih merasa trauma ya, baiklah saya tidak akan memaksa kamu untuk beraktivitas di luar tapi setidaknya cobalah untuk kembali menyibukkan diri dengan tanggung jawab kamu sebagai seorang mahasiswi. Mungkin dengan memfokuskan diri pada tugas kuliah kamu akan merasa lebih baik." ucap Jovan lirih.
"Saya belum mood pak, sekarang ini saya masih ingin sendiri seperti ini. Tugas kampus akan saya kerjakan tapi nanti. Dan tolong , bapak jangan terlalu mengkhawatirkan kondisi saya. Saya baik baik saja, hanya butuh waktu sendiri dulu." Bella menjawab tak kalah lirih.
Kemudian karena Bella belum mau di bujuk, Jovan memilih untuk meninggalkan Bella sendiri dulu.
Setelah memastikan kondisi sang istri aman terkendali ,Jovan kembali masuk ke dalam ruang kerjanya. Jovan sibuk dengan ponsel dan laptopnya karena terus memantau perkembangan kasus pelecehan yang di alami Bella.
__ADS_1
Melalui kuasa hukum kepercayaan keluarga Gilbert, Jovan yakin pasti akan memenangkan kasus dan memenjarakan semua pelaku. Saat ini berkas kasus sudah masuk ke persidangan.
Michelle sendiri saat ini berstatus tahanan rumah dimana dirinya tidak bisa pergi kemana pun sampai hakim memutuskan vonis akhir.
Situasi di dalam Kampus secara perlahan mulai kondusif seperti sedia kala , berkat penanganan sigap dan cepat orang orang kepercayaan Jovan.
Secara khusus Jovan memerintahkan para orang kepercayaan agar bertindak cermat dan cerdas dengan cara memberi penyuluhan terhadap para penghuni kampus agar tidak lagi membahas perundungan yang dialami salah satu murid yaitu Bella Anderson.
Beberapa kali seminar mengenai bahaya bullying serta efek jangka panjang yang diciptakan di gelar di setiap gedung fakultas kampus dengan harapan para murid akan lebih bisa berhati hati dalam menyikapi hal hal yang menjurus ke arah perundangan yang mungkin terjadi di sekitar mereka .
...Perundungan bisa dicegah jika setiap orang memiliki kesadaran akan pentingnya menghargai sesama, tanpa melihat kasta, status ekonomi, tampilan fisik dan lain sebagainya. Jika menemukan segala jenis tindakan yang menjurus ke arah perundungan atau pelecehan maka segeralah ambil tindakan, laporkan ke pihak yang berkewenangan di kampus. Satu tindakan pencegahan sekecil apapun akan sangat berpengaruh bagi sesama warga kampus tempat para murid bernaung....
Pengalihan rumor lewat berbagai kegiatan dan aktivitas positif serta acara terus menerus dilakukan , hal ini berlangsung selama berminggu -minggu sampai situasi benar benar terkendali.
Michelle dan teman teman geng bully harus melakukan wajib lapor setiap tiga hari sekali ke pihak kepolisian setempat. Tidak satu pun diantara mereka bisa pergi keluar dari kota. Pemberlakuan status tahanan dalam kota membuat ruang akses Michelle dan teman teman geng bully sangat terbatas, pihak kepolisian memutuskan hal ini karena para tersangka masih berstatus pelajar kampus.
Michelle dan anak buahnya mendapatkan hukuman skorsing dari pihak kampus, yaitu hukuman penalty selama satu semester. Tidak satu pun diantara mereka boleh menginjakkan kaki di kampus.
Hukuman tidak sekedar penalti kehadiran namun Michelle dan anak buahnya juga harus mengerjakan tugas kuliah berkali lipat lebih banyak di bandingkan teman teman lainnya.
__ADS_1
Benar benar hukuman yang menyiksa lantaran akses gerak mereka sangat di batasi, tugas yang diberikan akan terus berlipat ganda jika mereka tidak mengumpulkan tepat waktu.
Pihak keluarga Michelle sendiri berusaha menutupi rasa malu akibat aib sang putri kesayangan. Orang tua Michelle menarik segala akses kemewahan dan segala bentuk aset fisik milik Michelle.
Ibarat putri yang terpenjara di dalam kastil, kondisi sehari hari Michelle semakin mengenaskan lantaran diperlakukan layaknya anak anak kalangan biasa. Tidak ada gadget, tidak ada elektronik kecuali laptop itupun hanya boleh digunakan untuk menyetorkan tugas kampus setiap harinya. Makan dan minum pun di batasi , Michelle tidak bisa menikmati fasilitas putri sultan seperti dulu. Secara pribadi Michelle dituntut agar bisa bersikap mandiri dan hidup prihatin dalam kekangan aturan keluarga.
"Haish lama lama aku bisa gila jika seperti ini terus !!" umpat Michelle kala harus mengejar ketinggalan tugas kemarin yang artinya dia harus membuat dua kali lipat lebih banyak hari ini.
Tuk.. Tuk.. Tukk.. Michelle memainkan ballpoint di atas buku sambil melamun. Entah melamunkan apa yang pasti Michelle hanya ingin lolos dari mengerjakan tugas sialan setiap hari.
"Aku harus menemukan cara untuk bisa pergi dari sini. Males banget hidup kek kutu buku yang gak bisa kemana mana, cih~" Michelle mendengus kesal .
Saat ini sudah tiga bulan berlalu ,
Bella yang semakin menutup diri sudah beraktivitas meski hanya di dalam rumah dan tidak ke kampus. Bella memilih untuk melanjutkan kuliah secara daring. Tentu saja orang tua Bella tidak mengetahui hal ini.
Bella selalu berkata jika dirinya baik baik saja dan semua urusan di kampus lancar tanpa sedikitpun masalah. Orang tua Bella yang memang tinggal jauh di luar kota pun mempercayai ucapan Bella karena setiap melakukan panggilan video Bella selalu tampak tersenyum bahagia.
"Aku baik baik saja ayah, kuliahku lancar. Aku bahkan selalu menduduki peringkat tiga besar secara konsisten. Ayah tidak perlu khawatir disini aku punya banyak teman dan yaa, i am totally fine so please don't worry about me dad." kalimat andalan yang selalu Bella sampaikan kepada sang ayah agar beliau tidak khawatir.
__ADS_1