Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 40 TERTIPU ANAK SENDIRI


__ADS_3

Pagi pagi sekali Tuan Anderson pergi mengunjungi rumah Bella, dengan harapan sang putri akan terkejut senang melihat kedatangan nya .


Ting tong ting tong~


Berkali kali tuan Anderson menekan bel di dekat pintu namun nihil. Tidak ada sedikit pun suara menyaut dari dalam.


"Bella !! apa kamu dirumah nak ?" seru sang ayah yang masih menyungingkan senyum senangnya.


Beberapa menit berlalu masih tidak ada jawaban, hal ini membuat sang ayah heran. Tidak mungkin putrinya sudah pergi ke kampus sepagi ini, "apa aku harus mencari Bella di kampusnya ?" gumam sang ayah sedikit kecewa lantaran gagal mengejutkan sang putri.


Ayah Bella gegas kembali masuk ke dalam mobil berniat untuk pergi ke kampus. Perjalanan dari rumah menuju kampus hanya memakan waktu tidak kurang dari lima belas menit.


Usai memarkirkan mobilnya tuan Anderson segera mencari Bella di gedung fakultas nya. Memang masih terlalu pagi saat ini sekitar pukul sembilan dan murid yang datang masih bisa dihitung pakai jari.


Setibanya di kelas tempat Bella seharusnya berada tuan Anderson masih tidak menemukan putrinya, "Apa kamu melihat dimana Bella ? Kenapa dia tidak ada di dalam kelas ?" tanya sang ayah kepada salah satu murid yang berada di depan kelas.


"Maaf pak , Bella Anderson sudah sejak kemarin tidak berangkat ke kampus." jawab singkat salah satu murid yang membuat pak Anderson mengkerutkan keningnya heran.


'Tidak ada di kampus lalu kemana kamu nak,' batin sang ayah .


"Apa kamu tahu kenapa Bella tidak berangkat ke kampus?" tanya ayah Bella lagi.


"Kata profesor Newton ada urusan keluarga. Mungkin anda bisa menemui profesor Newton untuk lebih jelasnya. Permisi ya pak saya masuk ke kelas dulu." pamit murid tersebut.


"Ah iya baiklah, terima kasih ya nak."kata tuan Anderson.


Kemudian,


Tuan Anderson melangkah kan kakinya menuju ke sebuah gedung tempat para dosen berada. Sengaja tuan Anderson langsung menuju ke ruangan profesor Newton agar bisa menanyakan secara langsung perihal putri semata wayangnya.

__ADS_1


Setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk tuan Anderson tampak bertanya dengan sopan " Begini profesor, kedatangan saya kemari ingin mencari putri saya Bella. Saya tidak menemukan dia di rumah jadi kupikir dia sudah ke kampus. Namun ternyata teman sekelas Bella mengatakan jika Bella tidak ke kampus sejak kemarin. Apa anda bisa beritahu saya prof ?"


"Eghem , tuan Anderson sebenarnya Bella Anderson memang sudah ijin untuk tidak berangkat ke kampus selama beberapa hari sampai minggu depan. Seorang utusan dari keluarga Gilbert yang mengirim surat ijinnya kemarin jadi~" profesor Newton mengatakan apa adanya.


"Kenapa dengan keluarga Gilbert prof ? Putriku Bella hanya tinggal sendirian dan saya bahkan tidak punya kerabat dari keluarga Gilbert." ayah Bella mulai semakin merasa heran .


"Nice joke tuan Anderson. Bagaimana bisa anda lupa dengan marga keluarga besan anda sendiri heum ? Para petinggi kampus sudah tahu jika Bella Anderson adalah istri dari pemilik kampus yakni Jovan Gilbert. Anda tidak perlu sungkan tuan, kami para dosen dan petinggi kampus sudah berjanji untuk tidak menyebarkan rahasia tentang pernikahan putri anda." profesor Newton mengira jika ayah Bella hanya akting pura pura tidak tahu padahal sebenarnya sudah tahu yang sebenarnya.


"Menikah ??" gumam ayah Bella berusaha menutupi keterkejutan nya.


Merasa ada yang salah dengan kalimat yang dituturkan profesor Newton, tuan Anderson harus mencari tahu yang sebenarnya hingga dengan raut muka dan ekspresi tenang beliau berkata, "Ah iya benar, aku hanya harus memastikan rahasia tetap aman. Maaf aku baru tiba dari luar kota dan berencana memberi kejutan pada mereka. Bisakah aku meminta nomor menantuku yang aktif atau alamat tinggal mereka saat ini ?"


Profesor Newton tampak menaikkan satu alisnya , dia heran kenapa ayah Bella justru menanyakan hal itu padanya ? 'Bukankah mereka adalah besan, kenapa dia tanya nomor ponsel dan alamat mereka padaku ?' batin profesor Newton.


Melihat ekspresi dari lawan bicaranya tuan Anderson gegas memberikan alasan yang cukup masuk akal," Ah itu begini prof. Semenjak putriku menikah aku belum sempat mengunjungi mereka karena harus mengurus perusahaan di kota asalku. Ponsel putriku tidak bisa di hubungi dan aku tidak menyimpan nomor ponsel menantuku, jadi~"


Mendengar penuturan tuan Anderson akhirnya profesor Newton memberikan apa yang ayah Bella inginkan.


Setelah menerima informasi itu, tuan Anderson berkali kali mencoba menghubungi nomor ponsel Jovan yang sama tidak aktifnya dengan ponsel Bella. Dalam perjalanan menuju ke alamat tinggal yang di berikan profesor Newton tuan Anderson tidak bisa tenang.


Batinnya berkecamuk mendengar berita sang putri telah menikah tanpa sepengetahuan dirinya. "Aku harus mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tega sekali kamu menyembunyikan hal sebesar ini dari orang tuamu Bella~"


Pikiran tuan Anderson tidak bisa tenang sebelum mendengar penjelasan langsung dari sang putri.


Beberapa menit kemudian setelah berhasil menemukan lokasi tujuan yaitu rumah yang ditinggali Bella dan Jovan, Tuan Anderson menekan bell pintu beberapa kali.


Ting tong~


Ting tong~ Ting tong ~

__ADS_1


Ceklek~ seseorang membuka pintu dari dalam rumah.


"Dimana Bella !" ucap tuan Anderson tegas tanpa basa basi.


"Nona Bella ? maaf anda siapa tuan ?" tanya ramah seorang pelayan.


"Aku ayahnya dan aku ingin bertemu putriku sekarang juga ! BELLA !!" tuan Anderson melangkahkan kakinya masuk dengan arogan , pelayan yang berdiri di dekat pintu tidak tahu harus bagaimana selain mengijinkan ayah Bella masuk.


"Tu- tuan !" seru pelayan mengekor i langkah kaki ayah dari nona mudanya.


Tuan Anderson melangkah masuk mencari keberadaan Bella namun sayangnya tidak ketemu. Tuan Anderson berdiri mematung kala menatap sebuah bingkai berisi foto pernikahan sang putri bersama seorang pria yang tampak jauh lebih tua darinya .


Pasangan pengantin dalam foto tampak tersenyum bahagia, dan hal itu justru membuat tuan Anderson semakin tidak terima. "Bagaimana bisa kamu melakukan ini pada ayah nak, tidak pernah sedikitpun ada kabar selain keseharian kamu di kampus. Kamu selalu bilang semua berjalan baik baik saja dan tidak terjadi masalah apapun. LALU APA SEMUA INI ?!!"


Netra tuan Anderson berubah nyalang mengandung amarah merasa ditipu putri sendiri.


"Dimana Bella dan suaminya hahh !!" Tuan Anderson berubah galak menggertak pelayan yang berdiri gemetar di belakang nya.


"Tuan dan nona muda mereka Ehmm, saat ini sedang liburan di luar pulau tuan. " jawab si pelayan sopan bercampur takut lantaran sorot mata ayah Bella yang tampak penuh amarah.


"Pulau mana hahh !! Hubungi putriku sekarang juga dan katakan ayahnya menunggu penjelasan darinya, SEKARANG !!" tuan Anderson meminta pelayan agar mau membantu menghubungi Bella atau Jovan siapa tahu bisa.


"Ba.. Baik tuan, saya akan coba hubungi mereka. Sebaiknya anda duduk terlebih dahulu tuan , mari silakan.." pelayan mengarahkan tuan Anderson untuk duduk di sebuah sofa sementara dirinya berusaha menghubungi kedua majikannya .


Tak berselang lama tampak pintu rumah kembali terbuka dan seorang wanita paruh baya melangkah masuk dengan elegan.


Pelayan lain mempersilahkan nyonya Merry yang tiba tiba berkunjung untuk duduk di ruangan yang sama dengan tuan Anderson karena mengira jika kedua besan sudah janjian.


"Siapa kamu ?" ucap Mommy Merry terkejut melihat orang asing di rumah anaknya.

__ADS_1


"Kamu yang siapa !" jawab tuan Anderson tegas dan dingin .


Sorot mata keduanya saling bertumpuk, yang satu penuh keheranan dan yang satu lagi tampak menahan amarahnya yang meletup letup.


__ADS_2