
Sore harinya Jovan dan Bella memutuskan untuk turun gunung. Persediaan makanan sudah habis dan Jovan ingin mengajak Bella melanjutkan liburan menggunakan mobil Vans menuju tempat penginapan yang terletak di pinggiran kota, lumayan dekat jaraknya dari bibir pantai.
Perjalanan turun gunung terasa menyenangkan, sesekali Bella ikut menyanyikan lagu yang dia putar di mobil. Jovan yang melihat kelakuan sang istri hanya bisa menggeleng pelan sambil tersenyum kemudian kembali fokus ke jalanan.
Bella sendiri sama sekali tidak merasa canggung, apapun yang ingin dilakukan dia akan lakukan. Secara tidak langsung Bella semakin nyaman saat bersama Jovan, meski dirinya sendiri pun tidak menyadari hal tersebut.
Sementara itu,
Nyonya Merry mendapatkan laporan dari anak buah jika tuan dan nona muda mereka tampak terdeteksi menuju lokasi lain setelah turun gunung.
"Kita tunggu sampai mereka tiba di penginapan selanjutnya, jangan bertindak gegabah." ucap Nyonya Merry kepada anak buahnya .
Saat ini Tuan Anderson masih berada di rumah Bella dan Jovan bersama Nyonya Merry. Karena bersikukuh ingin bertemu sang putri maka hanya ini yang bisa dilakukan yaitu menyusul putra putri mereka ke Maladewa.
Perjalanan untuk sampai di sebuah Villa di wilayah pinggiran kota memakan waktu sampai menjelang tengah malam. Beberapa kali Jovan harus berhenti saat mesin mobil mulai panas, mereka bahkan juga sudah menyempatkan diri untuk makan malam supaya saat tiba di penginapan tinggal membersihkan diri dan istirahat.
Keesokan harinya,
Jovan dan Bella tengah bersiap untuk mencari sarapan diluar. Sengaja mereka tidak menggunakan layanan room service dan lebih memilih untuk membeli makanan lokal di dekat kota.
Sinar matahari terasa hangat kala mobil melaju dalam kecepatan sedang menuju pasar kuliner lokal, di sepanjang jalan baik Bella maupun Jovan tampak bahagia. Mereka benar benar menikmati momen saat ini meski berulang kali Jovan menawarkan Bella agar mau mengubah isi perjanjian pernikahan dan Bella masih tetep yakin dengan keputusan nya.
Selama ini Bella tidak dirugikan, Jovan sungguh berperan sebagai sosok suami yang bertanggung jawab terutama secara financial.
__ADS_1
Tabungan Bella semakin bertambah banyak dari bulan ke bulan hingga hampir setahun ini, Jovan rutin mentransfer sebagai bukti tanggung jawab sebagai suami. Jika di total keseluruhan isi tabungan Bella sudah lebih dari cukup untuk membeli rumah mewah atau apartemen penthouse, tapi seperti nya Bella akan memanfaatkan uang tabungannya itu untuk biaya meraih impiannya menjadi wanita karier mandiri.
Bella sudah memiliki rencana kedepannya secara matang.
Selain itu seluruh kebutuhan dan urusan administrasi kampus Bella juga sudah di bayar penuh oleh Jovan. Sehingga Bella tetap bisa menjalani kuliah sampai semester akhir dan tidak perlu khawatir ayahnya curiga.
Karena setahu sang ayah, Bella kuliah karena modal beasiswa prestasi. Hingga detik ini sama sekali ayah Bella tidak mengetahui masalah perundungan yang dilakukan geng Michelle hingga jebakan one night stand yang dialami sampai harus berakhir dengan menjadi istri kontrak dosen tampan Jovan Gilbert.
Setelah perjanjian usai beberapa minggu lagi, Bella sudah berencana akan mengubur semua kenangan dari masa lalu. Bella sudah menyiapkan mental seandainya harus kembali menjadi orang asing bagi Jovan.
Ada sedikit perasaan yang bergetar namun Bella menolak jika itu adalah cinta. Karena hubungannya dengan sang dosen hanyalah sebatas perjanjian simbiosis mutualisme. Saling membantu dan tidak ada yang dirugikan.
Bella bisa saja menuntut banyak dari Jovan, namun tidak dilakukan karena Bella bukanlah wanita murahan yang gila harta.
"Ayo kita buat kenangan indah sebelum berpisah. Apa yang banyak inginkan ? Ayo kita lakukan " ucap Bella antusias.
"Iya dong, selama setahun ini kan bapak udah banyak banget bantuin saya. Saya ingin saat kita berpisah nanti hanya akan ada kenanga manis yang tersisa." ucap Bella sambil tersenyum.
"Kalau begitu akan aku pikirkan, nanti akan aku katakan saat sudah terpikirkan oke." jawab Jovan tersenyum meski dalam hati bersedih kala Bella mengatakan kata berpisah.
Beberapa waktu kemudian, mobil telah sampai di salah satu pusat jajanan di kota. Jovan dan Bella membeli berbagai makanan yang menurut mereka khas dan jarang ditemukan di negara lain.
Usai sarapan, Jovan mengajak Bella berjalan jalan di bibir pantai yang kebetulan hanya berjarak kurang dari setengah jam .
__ADS_1
Suasana hari yang terik namun tidak menyurutkan antusiasme mereka dalam menikmati semilir angin laut serta deburan ombak yang menyapa langkah kaki keduanya.
Saling bergandengan tangan dan bercanda ringan, dari kejauhan sungguh tampak layaknya sepasang kekasih yang harmonis.
"Bella, aku sudah memikirkan hal itu. Bagaimana dengan sebuah rancangan makan malam lalu nonton teather ? Aku akan siapkan semuanya untuk malam ini."ucap Jovan sambil meraih dua pergelangan tangan Bella.
Posisi keduanya berdiri berhadapan di bibir pantai diiringi semilir angin yang memainkan surai rambut Bella.
"Sure. Ini akan menjadi sesuatu yang sangat berkesan, malam ini aku bakal dandan secantik mungkin." jawab Bella tanpa berpikir panjang.
"Bagaimana jika sekarang kita beli baju baru dan Hhmmm perawatan di salon juga seperti nya akan seru, ayo." ajak Jovan yang sudah tidak sabar.
Bella melangkahkan kaki mengikuti Jovan,kemudian selang beberapa menit keduanya sudah sampai di sebuah salon perawatan yang terkenal di kota tersebut.
Tanpa ragu Jovan Memilih paket perawatan suami istri. Yang mana artinya Jovan menginginkan pelayanan super ekslusif , hanya melayani dirinya dan Bella tanpa adanya gangguan.
Mulai dari lulur, spa sampai sauna,kemudian lanjut ke meni pedi dan make over penampilan. Secara keseluruhan keduanya selesai saat hari sudah sore.
Merasakan tubuh lebih segar dan menarik ketika sebuah gaun berwarna soft navy dan setelan jas berwarna navy gelap terpasang membalut tubuh Bella dan Jovan.
Penampilan sepasang kekasih yang tampak serasi nan ideal. Tepat pukul tujuh malam Jovan dan Bella sudah berada di sebuah ruang teather khusus yang di booking sebelum nya dan di tata sedemikian rupa hingga hanya nampak nuansa romantis dan manis dengan untaian lampu serta dekorasi bunga di beberapa sudut ruangan. Dua kursi khusus disiapkan untuk pengunjung ekslusif agar tidak terganggu saat menyaksikan film yang akan di putar.
"Ini bukan teather seperti yang biasa aku lihat pak, ini kayak teather pribadi gak sih ! berlebihan tapi aku suka hehe~" ucap Bella saat para pelayan hilir mudik menyiapkan semuanya.
__ADS_1
"Ini akan menjadi malam yang paling berkesan, mari~" Jovan meraih satu tangan Bella agar duduk di tempat yang disediakan.
Setelah semua makanan tersaji tidak lupa lampu ruangan di setting temaram seolah hanya menggunakan pencahayaan lilin.