Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 26 BACK TO CAMPUS


__ADS_3

Bella dan Jovan sepakat untuk menganggap kejadian semalam hanyalah ketidak sengajaan. Namun, Jovan menolak dengan tegas saat Bella menginginkan rekaman itu di hapus dari ponsel.


"Ini ponselku, isi di dalamnya adalah hak ku. Jadi aku menolak untuk menghapus rekaman permainan kita semalam." ucap Jovan dengan senyum khasnya.


"Oke oke terserah bapak aja tapi seenggaknya pindahin video itu dari galeri ke folder pribadi. Bapak tahu sendiri kan berita di sosial media belakangan ini yang banyak tersebar chat,video dan foto pribadi ke publik. Malu maluin tahu pak, kalau saya di posisi bapak pasti bakal hapus itu video. Gak penting banget." Bella terus menerocos meski Jovan kekeuh tidak mau.


"I am not that stupid Bella. Saya tahu apa yang harus saya lakukan dengan barang barang pribadi saya. Dan sepertinya kamu terlalu banyak melihat berita yang tidak penting." Jovan yakin jika tidak akan mungkin kejadian bocornya isi galeri ponsel pribadi yang sedang marak di sosial media bakal menimpanya juga.


"I told you sir."akhirnya Bella hanya bisa berucap singkat terserah.


Setelah sarapan yang kesiangan, baik Bella maupun Jovan menghabis kan waktu bersama para keluarga di taman belakang villa. Ada yang berenang ada juga yang berjemur.


Bella memilih untuk beraktivitas bersama Jovan untuk menghindari pertanyaan yang mungkin akan mengintimidasi dirinya dan juga,Bella was was seandainya bertemu dengan sepupu sialan Josh.


"Apa yang kamu cari baby ?" tanya Jovan lirih saat menggandeng tangan Bella di tepi kolam renang.


"Ehhmm nothing, aku hanya merasa tidak semua anggota keluarga hadir disini. " ucap Bella dengan masih menatap sekeliling lewat sudut mata nya.


"Beberapa orang ada yang lebih dulu meninggal kan villa karena ada pekerjaan. Kita juga akan pulang setelah ini kok. Besok aku ada mengisi jam kuliah dan kamu, apa masih ingin terus kuliah online? Kamu bisa bosan jika sendirian di rumah." ucap Jovan.


"Setelah kemarin aku mengumpulkan tugas ke kampus, aku merasa tidak terancam dan seperti nya aku bakal mulai kuliah seperti biasa. Ada beberapa teman yang masih menatap heran tapi tatapan mereka biasa saja."


"Semua situasi sudah kembali normal, tidak akan ada satu orang pun yang akan mengungkit masalah kamu yang dulu." kata Jovan.


Mereka berdua melempar pandangan lalu, dengan isengnya Jovan menarik tubuh Bella dan


BYYUURRR !!


Suara percikan air yang cukup besar kala dua insan dewasa tercebur ke dalam kolam. Dengan sengaja Jovan melakukan hal itu untuk sedikit bersenang senang bersama istrinya seperti yang lain.

__ADS_1


Bella yang awalnya ingin marah pun akhirnya justru ikut menikmati keseruan bermain di dalam kolam renang bersama saudara yang lainnya.


Josh tidak ada diantara mereka dan itu membuat Bella lega. Mereka bermain voli air di dalam kolam sampai hampir satu jam.


Suara gelak tawa saat Bella melihat Jovan harus di hukum karena membuat kesalahan dalam permainan. Serta gelak tawa para saudara saat beberapa kali Jovan mencuri ciuman pada bibir Bella setiap kali berhasil memenangkan permainan.


Konyol sekali, Bella mengumpat dalam hati "bener bener ini dosen pintar sekali mengambil kesempatan, ish~"


Sedangkan Jovan tentu saja eskpresi nya selalu tersenyum puas kala berhasil menggoda Bella secara terang terangan di depan keluarga.


Baik Bella maupun Jovan berhasil menampilkan kesan pasangan pengantin baru yang harmonis dan manis.


Secara keseluruhan acara kumpul keluarga besar di villa berlangsung lancar sampai selesai, Jovan dan Bella pamit pulang duluan lantaran hari sudah malam dan besok pagi ada jam kuliah.


Para orang tua memahami hal tersebut, toh yang penting tujuan mereka berkunjung ingin menemui istri Jovan sudah kesampaian.


Keesokan harinya,


Seperti biasa juga Jovan selalu menurunkan Bella di beberapa meter sebelum memasuki gerbang fakultas.


Bella melangkahkan kaki dengan semangat tinggi sambil berharap mulai saat ini kehidupan kampus nya akan berjalan lebih baik dari sebelumnya.


Saat Bella sedang menyimpan beberapa barang di dalam loker, tiba tiba James menepuk pelan pundaknya sambil menyapa selamat pagi disertai senyuman manis yang mempesona.


"Astaga James, kamu mengagetkan saja. Apa yang sedang kamu lakukan di sini ?" tanya Bella yang baru saja selesai menyimpan beberapa benda di loker .


"Apa kemarin kamu pulang dengan selamat Bella ? Aku ingin ajak kamu makan cemilan di taman sambil ngobrol. Jam kuliah pertama masih lama jadi.." ajak James dengan ekspresi ragu nan polos.


"Kamu bener bener kurang kerjaan James, aku masih kenyang sarapan nih. Sebenarnya aku berencana langsung masuk ke dalam kelas tapi.." Bella merasa tidak enak hati dengan ajakan James.

__ADS_1


"Yaah~ padahal aku sudah bawa cemilan banyak." James mengangkat sebuah kantong berisi aneka cemilan.


Karena tatapan James yang mengiba akhirnya Bella menyetujui tawaran dan kini mereka berdua tampak duduk berhadapan di bangku taman kampus sambil menikmati cemilan dan minuman ringan yang dibawa James.


"Wah, tumben sekali tuan putri berangkat ke kampus." ucap Michelle yang tiba tiba muncul di belakang James.


Sambil bersedekap tangan Michelle dengan ekspresi arogan meminta James pergi lantaran ingin bicara empat mata dengan Bella.


James enggan pergi namun Michelle terus memaksa dengan sedikit kasar hingga akhirnya Bella merasa tidak enak dan meminta Michelle jangan menyakiti James.


"Lepaskan dia Michelle. Aku akan ikut kamu , kita bicara di tempat lain !" tegas Bella sambil menarik kasar lengan Michelle yang terus mendorong mengusir James dari tempat tersebut.


"Sorry James, kamu lanjutin makan nanti aku balik lagi. Gak akan lama kok , bye~" ucap Bella yang membantu James kembali ke bangku tempat mereka tadi duduk.


Kemudian Bella jalan duluan mengarahkan Michelle agar mengikuti dirinya ke sebuah tempat. James memandang lekat saat Bella pergi menjauh, dalam hati James merasa tidak suka saat Michelle tiba tiba muncul lagi di kampus.


Seperti nya hukuman Michelle berakhir lebih cepat berkat bantuan orang dalam, orang kaya memang bisa menyelesaikan semua masalah dengan uang, cih~


Saat ini Michelle dan Bella berada di sebuah rooftop salah satu gedung,


"Katakan apa lagi mau kamu Michelle !! Kalau kamu ingin merundung diriku lagi maka aku gak akan segan melawan dengan kekerasan. Aku yakin catatan kotor mu masih tersimpan di pihak keamanan kampus dan juga kepolisian. Aku gak akan pernah segan jika kamu ingin mulai perang denganku." ucapan Bella tegas dengan raut muka dingin menatap Michelle yang justru tampak tersenyum aneh.


"Well, aku gak akan mungkin main kekerasan sama kamu Bella. Tapi aku punya sesuatu yang bakal bikin kamu tunduk padaku." seringai licik dari wajah Michelle membuat Bella menaikkan satu alisnya sambil berkata,


"Apa maksudmu !" Bella menatap bagaimana saat tangan Michelle merogoh sesuatu dari saku jaketnya.


"Aku iseng meretas ponsel seseorang yang aku sukai dan woila aku menemukan rekaman suara dan video yang aku yakin satu juta persen itu adalah kamu, kamu sedang main dengan pria yang aku sukai !! jadi benar dugaan ku selama ini. Bella, sudah berapa kali kamu tidur dengan Jovan Gilbert , JAWAB !!" tatapan Michelle semakin tajam menyorot ke arah Bella yang tetap berusaha tenang meski tak dipungkiri tubuhnya lemas pucat pasi.


"Apa yang Michelle maksud adalah yang kemarin itu ? Jadi diam diam Michelle meretas ponsel pak Jovan ?? Astaga , benar benar keterlaluan dia !!!" batin Bella tersulut emosi tidak menduga jika Michelle sampai nekad melakukan hal gila tidak bermoral.

__ADS_1


"Apa maumu Michelle." tanya Bella tetap sebisa mungkin tenang .


Michelle tersenyum smirk mendekati Bella sambil menunjukkan isi rekaman yang dia simpan di dalam ponselnya sambil mengancam, "Simpel kok, kalau kamu tidak mau nama baik keluarga Gilbert tercoreng di publik maka..."


__ADS_2