Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 9 MATA MATA


__ADS_3

Saat ini Bella dan Jovan tengah berada di sebuah kawasan pertokoan elite yang terletak di tengah kawasan Mall .


Mommy Merry tampak melambaikan tangan kala melihat Bella dan Jovan jalan beriringan mendekat ke arahnya.


"Maaf kami terlambat, macet mom." ucap Jovan meminta maaf.


Mereka bertiga kemudian masuk ke sebuah butik desainer merk terkenal untuk membeli baju pertunangan.


"Mommy sudah pilih untuk keluarga kita. Tinggal kalian berdua saja yang belum." Mommy Merry kemudian memanggil pegawai butik tersebut untuk melayani Jovan dan Bella .


Jovan suka yang simpel, dia memilih setelan tuksedo warna hitam. Sedangkan Bella memilih gaun berwarna putih tulang.


Karena baik Jovan maupun Bella tidak ingin yang aneh aneh, toh ini juga cuma pura pura jadi dalam waktu kurang dari satu jam mereka sudah selesai.


Seorang bodyguard Mommy Merry membawakan beberapa paper bag besar berisi pakaian yang akan digunakan malam ini.


Selain membeli baju, Mommy Merry juga mengajak Bella dan Jovan membeli perlengkapan lain agar penampilan pasangan tersebut tampak mewah dan serasi .


Tanpa mereka sadari, diam diam seseorang yang sama dengan yang memata matai Bella di kampus tampak tersenyum misterius sembunyi dari kejauhan.


"Jadi ini pekerjaan kamu Bella, dasar ayam kampus tak tahu diri !!" umpat orang tersebut yang kemudian tampak mengabadikan beberapa momen foto untuk kemudian dikirimkan ke nomor seorang lainnya.


Dari kejauhan memang akan tampak Bella dan Jovan adalah pasangan sugar baby dan sugar daddy , seperti yang sedang tren di kalangan pergaulannya anak muda jaman sekarang.


Dalam foto tersebut jelas sekali itu adalah Bella, sedangkan pria sugar daddy kurang terlihat karena membelakangi kamera. Sementara wanita paruh abad diduga adalah sebagai mucikari Bella.


Menjelang sore hari, selesai berbelanja di toko , Mommy Merry mengajak Bella untuk perawatan di salon . Sementara Jovan akan langsung menemui sang ayah dan para kerabat lain yang sudah duluan berada di hotel tempat acara pertunangan akan berlangsung beberapa jam lagi.


Menjelang malam hari , Beberapa kerabat tampak sudah terlebih dahulu tiba di salah satu aula hotel yang sengaja di sewa oleh keluarga Gilbert untuk satu malam.


Akses privat hotel membuat tidak sembarang orang bisa keluar masuk, kecuali mereka yang memiliki kartu akses khusus keluarga Gilbert.


Acara pertunangan akan di selenggarakan tepat sebelum makan malam, jadi setelah sesi penyematan cincin di jari manis Jovan dan Bella acara dilanjutkan dengan sesi makan malam bersama.


Bella sendiri sedari tadi tampak gugup padahal ini hanya pura pura tapi kenapa dirinya benar benar nervous. Telapak tangan Bella sampai berkeringat saking nervous nya.

__ADS_1


Jovan yang sejak tadi selalu mengamati gerak gerik Bella tampak mengusap pelan punggung Bella dan mengatakan jika semua pasti akan baik baik saja.


Satu persatu rangkaian acara telah dilakukan hingga tiba saatnya kedua calon menyematkan cincin di jari manis satu sama lain.


Dengan wajah percaya diri Jovan tampak menyematkan cincin tanpa ragu sambil mencuri sebua kecupan singkat ,


Cup~ Satu kecupan pada punggung tangan Bella membuat setiap yang hadir bersorak.


Bella merasa kikuk dengan situasi seperti ini dan saat giliran nya yang menyematkan cincin di jari manis Jovan tangannya agak gemetar.


Ditambah sorak Sorai para kerabat yang meminta sebuah ciuman mesra pasangan baru tersebut.


Netra Bella dan Jovan saling beradu, sorot mata Bella seolah berkata, NO aku gak mau melakukan ini !!


Jovan yang memahami bagaimana getaran di kedua netra Bella tampak menyunggingkan senyum tipis lalu berkata, "Mari selesai kan akting kita secara totalitas, baby~"


Jovan mengucap pelan sambil mendekatkan wajahnya , lalu kemudian tampak terlebih dahulu Jovan mencuri sebuah ciuman dari bibir Bella .


Hal ini tentu membuat para kerabat bersorak bahagia, kecuali Bella yang menahan kesal.


"Tapi aunty~" Bella ingin menolak namun tatapan Mommy Merry yang tajam elegan membuat dirinya merasa sungkan.


"Sudah cukup untuk pertunjukan malam ini, sekarang ijinkan aku membawa tunanganku ke kamar . Enjoy your dinner all !" ucap Jovan yang dengan cepat menarik pergelangan tangan Bella menjauh dari keluarga nya.


Lalu,


"Jantung saya mau copot pak, astaga!" Bella dengn nafasnya yang naik turun gugup kini bersandar pada dinding lift .


"I know." ucap Jovan singkat.


Ya , beberapa saat yang lalu sengaja Jovan menarik Bella masuk ke dalam lift lalu menekan sebuah tombol yang mengarah langsung ke lantai paling atas gedung .


Tingg !! Suara pintu lift terbuka dan saat ini betapa takjubnya Bella karena dirinya bisa melihat hamparan pemandangan kota yang sangat indah .


"So beautiful.." gumam Bella pelan sambil melangkah kan kakinya mendekati pembatas.

__ADS_1


"Kamu bisa tenangkan diri disini sembari menunggu pelayan yang akan menyajikan makan malam untuk kita ." Jovan berkata sambil berlalu melewati Bella begitu saja lalu duduk bersandar di sebuah kursi.


Bella menikmati semilir angin di atas gedung hotel hingga beberapa waktu kemudian tampak dua orang pelayan menyajikan hidangan makan malam untuk pasangan yang baru saja melangsungkan pertunangan tersebut.


Set makan malam romantis telah tersaji, Jovan dan Bella menikmati makan malam tanpa banyak bicara.


Bella sudah menahan lapar sejak siang tadi dan dirinya tidak ragu saat menghabiskan makanan di hadapannya.


"Setelah ini bapak harus antar saya pulang. Saya capek akting jadi kekasih idaman bapak." ucap Bella sambil mengunyah makanan nya.


"Saat ini keluarga sedang makan malam, saya akan antar kamu pulang setelah semua orang kembali ke kamar mereka masing masing." jawab Jovan yang juga sedang mengunyah makanan.


Meski di setting romantis namun nyatanya pasangan beda usia 10 tahun tersebut sama sekali tidak ada romantis romantis nya justru terkesan saling cuek.


Makan malam selesai, Bella dan Jovan hanya menghabiskan waktu dengan duduk duduk di atas gedung. Bella tegas menolak kala Jovan menawarkan dirinya untuk istirahat di dalam kamar.


Saat ini jam di tangan kiri Jovan sudah menunjuk ke pukul sebelas malam. Seorang pelayan yang sengaja dimintai tolong Jovan untuk melapor padanya jika para kerabat dan keluarga sudah kembali ke kamar tampak mendekat mengatakan sesuatu pada Jovan ,


"Semua orang sudah kembali ke dalam kamar tuan. " ucap si pelayan wanita dengan sopan.


"Hhmm oke. Thanks." Jovan memberi tips uang untuk di si pelayan kemudian saat pelayan wanita itu pergi, Jovan menepuk pelan pundak Bella .


Tidak ada reaksi rupanya Bella tertidur dengan posisi duduk.Jovan tersenyum kecil sambil membatin "ada ada saja ketiduran sambil duduk, Bella Bella."


Dengan sigap Jovan menggendong Bella ala koala, tujuannya adalah langsung membawa Bella pulang ke rumahnya.


Saking capeknya sampai Bella tidak terusik dengan situasi ini.


Baru saja Jovan melangkah melewati lorong menuju lobi hotel namun langkah terhenti lantaran seseorang menegur Jovan dari belakang.


"Mau kemana son ? Bukankah kamar kalian ada di atas ?" tanya salah satu kerabat keluarga Gilbert yang sudah berusia paruh abad.


"Eh uncle Mark. Hhmm~ baru saja aku mau tanya ke resepsionisnya soal kamarku." Jovan tersenyum kikuk dan sopan.


"Mari uncle bantu, " uncle Mark tampak mengajak Jovan yang sedang menggendong Bella menuju ke lantai tempat kamar yang sudah disediakan untuk mereka .

__ADS_1


Setelah itu..


__ADS_2