
"Jadi selama ini prestasi yang kamu banggakan cuma omong kosong Bella Anderson ?!!" ucap Anne mulai mengintimidasi.
Rangkaian kolase video terus di putar, pihak kampus kesulitan menelusuri asal sumber pelaku sehingga hari pertama masuk kuliah yang seharusnya tenang dan menyenangkan, kini perlahan namun pasti menjadi momok menyeramkan tersendiri bagi Bella.
Seluruh warga kampus salah paham karena ulah provokatif anak buah Michele yang ikut menyebarkan rumor jika Bella Anderson, adalah seorang ayam kampus nakal yang melayani para lelaki hidung belang termasuk para dosen.
Entah dari mana juga anak buah Michelle menyebarkan rekaman cctv ketika Bella mabuk di klub dan masuk ke dalam sebuah kamar bersama seorang pria.
Atmosfer gedung fakultas tempat Bella belajar semakin Terasa panas dan kacau, pihak kampus terus mencoba menyusuri siapa yang menyebar rumor beserta video tidak bermoral Bella.
"Aku tidak seperti yang kamu tuduhkan Anne !! AKU BUKAN AYAM KAMPUS , LEPASKAN AKU !!!" Bella menjerit ketakutan kala seorang pria yang bukan murid kampus mulai menyentuh wajahnya tanpa bisa melawan.
"Cih, wanita ja lang seperti kamu seharusnya tidak perlu kuliah. Buat apa kamu kuliah toh kamu lebih bisa menghasilkan uang dari menjual diri Bi*tch !!" ucap Anne kasar sambil terus menghina Bella.
Tubuh Bella gemetar, dia tidak mau di sentuh sembarangan pria. Hanya sekali Bella melakukan hubungan terlarang dan itu dengan Jovan bukan yang lain.
"Kumohon jangan , hentikan !!" Bella mulai berderai air mata kala dirinya tida mampu melawan saat pria asing itu membuka satu persatu kancing kemeja yang dia pakai.
Dua orang lainnya tetap mencekal tangan Bella kiri dan kanan. Anne yang sengaja merencanakan aksi pelecehan kini tampak memainkan ponselnya.
"Bagaimana dengan siaran langsung, Hhmm pasti akan lebih seru jika mempermalukan kamu secara live hahha.." Anne tersenyum puas tanpa melihat ekspresi Bella yang mulai pucat pasi.
Nafas Bella naik turun tidak teratur, dadanya terasa sangat sesak kala pria asing dihadapannya hampir meloloskan semua kancing kemeja yang dia pakai.
"Jangan lakukan please tuan, siapapun kamu tolong jangan sentuh aku. Aku mohon hiks ~" Bella menatap pria asing yang kini mundur satu langkah dan kini tengah melepaskan satu persatu kain yang menempel ditubuhnya.
"Apa kamu akan menyetubuhi wanita ini dengan kami terus menahan lengannya ? Kenapa tidak kita ikat saja si Bella di sebuah meja. Jadi dia bisa melayani kita sekaligus hahaha.." ucap salah satu teman yang sedari tadi mencekal pergelangan tangan Bella.
__ADS_1
Ucapan orang itu tentu saja membuat Bella membelalakkan kedua matanya , ditambah isak tangis dan serangan panik yang membuat Bella tidak karuan saat ini.
Anne sendiri berdiri sedikit agak jauh dari para teman dan pria bayaran yang akan melecehkan Bella, dengan gesit Anne menyalakan tombol siaran langsung pada akun sosial media berlogo kamera untuk mengumpulkan penonton terlebih dahulu sebelum masuk ke pertunjukan utama.
"Haii gaesss, welcome back to my chanel ..." suara Anne terdengar menarik sekali , lirih dan agak genit membuat Bella semakin panik.
Tuhan.. Tolong aku. Aku tidak mau menjadi korban pelecehan . Siapapun tolong aku, ayah~ hiks~ Bella memikirkan sang ayah yang tidak tahu menahu tentang masalah yang selama ini dia hadapi.
Bagaimana jika sampai ayahnya mengetahui hal ini ? Masa depan Bella akan semakin hancur dan orang tuanya juga pasti sangat kecewa.
Bella putus asa, ingin sekali dia kabur dari aula tersebut sekuat tenaga namun sialnya, justru kini tubuhnya sudah terikat diatas sebuah meja panjang dengan tiga pria yang mengepungnya.
Ketiga pria itu menunggu aba aba dari Anne, tatapan ketiga pria tersebut tampak liar dan penuh nafsu.
"Tubuhmu seksi sekali Bella, sangat seksi . " ucap salah satu pria yang merupakan anak buah Michelle.
"Fu*ck you !!! Berani menyentuhku, aku bersumpah akan membunuhmu !!" umpat Bella dengan tatapan tidak suka.
Pria itu menampar satu sisi wajah Bella, membuat permukaan kulit pipi terasa panas.
Bella lagi lagi mengumpat dengan mengatakan hal hal buruk yang memancarkan emosi pria tersebut.
"Sialan kamu bi*tch !! Awas saja sebentar lagi aku bakal bikin kamu tersiksa!!" si pria mencengkeram keras rahang Bella .
Sementara itu di waktu yang sama namun tempat berbeda,
Michelle harus menghadapi orang tuanya yang tiba tiba muncul didepan ruangan ingin menemui Jovan tepat ketika Michelle ingin menggoda Jovan.
__ADS_1
Dengan tegas Jovan membuka pintu dan mempersilahkan orang tua Michelle masuk ke dalam ruangannya.
"Kebetulan sekali papi kemari. Papi , Michele minta agar papi segera menggelar pernikahan Michella dengan Pak Jovan ya pi." rengek Michelle manja.
"Astaga Michelle, rancangan perjodohan kalian sudah berlalu. Jovan sudah memiliki kekasih yang menurut nya lebih baik dari kamu. Apa kamu lupa Michelle ? Kamu berjanji untuk menjadi murid berprestasi di semester ini bukan ? Kalau begitu buang jauh keinginan kamu untuk menikah. Buktikan pada papi kalau kamu memang anak yang bisa membanggakan orang tua. Bukan anak yang hanya hobi berfoya foya." ucap orang tua Michelle tegas.
Namun kedatangan orang tua Michelle bukan untuk membahas hubungan sang putri dengan mantan calon jodohnya, melainkan sebuah skandal yang sedang ramai tersiar di salah satu gedung fakultas saat ini.
"Aku mencari kamu saat para petinggi kampus berkumpul barusan. Apa kamu sudah tahu kehebohan yang terjadi di gedung fakultas tempat kamu mengajar menggantikan profesor Newton ?" tanya orang tua Michelle serius kepada Jovan.
"Sejak saya tiba pagi tadi putri anda ini sudah mengganggu saya tuan, saya tidak tahu kejadian yang sedang terjadi saat ini karena kebetulan saya tidak ada kelas dan saya harus menyiapkan koreksi untuk tugas esok hari . Katakan apa yang terjadi ?" ucap Jovan tegas namun tetap terdengar sopan.
"Seorang murid di kelasmu kembali membuat masalah dengan aktivitas plus plus nya sebagai seorang ayam kampus. Dan para petinggi kampus melihat pria di dalam video itu sekilas tampak mirip denganmu Nak Jovan. Apakah kamu bisa jelaskan terkait hal tersebut ?" tanya papi Michelle lagi.
"Tunjukkan padaku , " raut muka Jovan seketika berubah serius dengan rahang wajah yang mengeras menahan emosi .
Siaran video yang terus berulang ulang diputar dengan durasi lima belas menitan tersebut benar benar membuat Jovan terpancing emosi hingga,
Brakk !!
Telapak tangan Jovan keras terdengar menggebrak meja di hadapannya kala melihat video yang jelas jelas menunjukkan Bella yang sedang bersama dirinya .
Tampilan yang seolah olah Bella adalah ayam kampus bayaran yang sedang melayani kencan dengan beberapa pria yang tidak lain adalah dirinya.
Banyak kompilasi video saat Bella bersama Jovan pada hari yang berbeda namun yang sengaja di tampilkan hanya sosok Bella.
Jovan semakin emosi kala melihat cuplikan video dimana Bella dan dirinya masuk ke dalam kamar ketika kejadian di klub beberapa waktu yang lalu.
__ADS_1
"Pintar sekali yang mengedit semua video ini menjadi seakan akan Bella Anderson adalah wanita murahan. Jika aku berhasil menangkap otak dibalik ini semua aku bersumpah, akan menyeret oknum tersebut langsung masuk ke dalam penjara dan tidak akan mengampuni mereka." tatapan Jovan sinis mengandung amarah.
Jadi kejadian di klub malam itu adalah kesengajaan seseorang yang ingin menghancurkan Bella ? DAMN !!