Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 29 KEDEKATAN YANG MENGGETARKAN HATI


__ADS_3

Sudah tiga minggu berlalu sejak Bella di rawat di rumah sakit, dan saat ini Bella di dampingi oleh Jovan sedang melakukan cek up kondisi kejiwaan Bella yang sempat tertekan.


Di dalam ruang penanganan dokter Keane, beliau menjelaskan jika kondisi Bella saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan semingguan yang lalu.Setelah melakukan pemeriksaan dan memberikan resep obat dokter Keane mengijinkan Bella dan Jovan untuk pulang.


"Banyak istirahat dan jangan memikirkan hal hal lain, kita bertemu minggu depan oke Bella ?" ucap dokter Keane ramah.


"Terima kasih untuk hari ini." ucap Jovan mewakili Bella yang hanya mengangguk pelit ekspresi.


Setelah keduanya keluar dari ruangan dokter Keane, ketika berjalan di sebuah lorong panjang menuju lift, beberapa kali tampak Bella menutup hidung. Seperti nya aroma rumah sakit masih menjadi hal yang tidak dia sukai.


"Bagaimana jika sebelum pulang ke rumah kita jalan jalan dulu ?" ajak Jovan.


"No, saya mau pulang saja. " jawab Bella yang lebih menyukai berada di dalam rumah ketimbang bepergian.


"Apa orang tua kamu sudah menelpon lagi Bella ?" tanya Jovan lagi.


"Hhmm~ ayahku menelpon setiap hari. Dan semakin hari aku merasa semakin merasa bersalah lantaran menyembunyikan banyak hal darinya." Bella menghela nafas singkat seolah lelah berbohong.


Sementara dua sejoli yang terikat dalam pernikahan kontrak menuju parkiran rumah sakit, di tempat lain sedang terjadi hal yang sangat tidak terduga.


"Pokoknya bawa aku pergi jauh dari sini. Kemanapun asalkan jauh dari jangkauan papi !" rengek Michelle kepada pengawal pribadinya.


Saat ini Luckas mengendarai mobil dengan kecepatan sedang untuk menuju ke sebuah tempat. Tempat yang kerap menjadi tujuan pelarian Michelle saat sedang bertengkar dengan papi nya.


"Kita ke tempat biasa saja nona, saya akan mengantar anda dengan selamat." ucap Luckas tanpa mengalihkan fokus mengemudi.


"Apa kamu pikir aku bodoh Luke ? Papi sudah lama tahu tempat pelarianku. Aku gak mau kita kesana, putar balik !" bentak Michelle yang duduk di belakang.


"Tapi nona muda, akan beresiko besar jika saya membawa anda pergi jauh tanpa sepengetahuan Tuan besar. Maaf~" Luckas kekeuh tidak menuruti keinginannya Michelle dan tetap mengarahkan mobil menuju tempat semula.


"Brengsek kamu Luke !! Hentikan mobilnya sekarang juga atau aku bunuh diri !! " Michelle mengancam akan keluar paksa dari mobil yang sedang melaju di tengah jalan raya jika Luckas tidak menuruti.


Ciiitttt~

__ADS_1


Luckas terpaksa menginjak pedal rem mendadak saat melihat sang nona muda ngeyel membuka pintu belakang mobil.


"Jangan gegabah nona Michelle !" Luckas menatap nyalang nona muda nya yang gegas turun dari pintu belakang mobil


Michelle berjalan cepat ke arah pintu depan supir, memaksa Luckas keluar dari mobil dan,


Brukk ! Michelle mendorong Luckas keras sampai terjatuh di tepian trotoar.


Melihat sang pengawal lengah , Michelle segera masuk ke dalam mobil dan mengambil alih kemudi . Tanpa pikir panjang Michelle tancap gas meninggalkan Luckas yang berusaha bangkit mengejar meski percuma.


Saat ini mobil yang di kendarai Michelle melaju dengan kecepatan tinggi dan seperti nya Michelle sengaja mengabaikan keamanan berkendara. Beberapa kali tampak Michelle hampir menabrak mobil di samping nya saat akan mendahului.


Situasi jalan raya kota yang memang sedang masuk jam padat karena bertepatan dengan jam pulang kantor para karyawan yang bekerja di lokasi tersebut.


Dari kaca spion Michelle bisa melihat sebuah motor mengikuti mobilnya , masih berjarak sekitar 10 meter tapi Michelle sangat paham siapa pria diatas motor tersebut.


"Buat apa dia ngikutin aku !! Dasar pengawal brengsek !!" Michelle tidak suka saat melihat Luckas yang mengendarai motor semakin mendekat ke arahnya.


Entah dari mana Luckas bisa mendapat motor secepat itu dan berhasil menyusul nya. Saat ini


Di sisi jalan berlawanan,


"Bagaimana jika kita makan diluar ? jarang sekali bukan kita makan di restoran ? " ucap Jovan menawarkan.


"Hanya makan, setelah itu langsung pulang. " jawab Bella mengiyakan dengan gaya bicara cuek.


"Kita ke restoran korea, kamu pecinta korean food kan ? " kata Jovan dengan senyum manis yang bertengger di wajah tampannya.


"Hhmm.. " respon Bella singkat.


Mobil yang di kendarai Jovan dan Bella melaju dengan kecepatan sedang tidak terlalu cepat , karena jarak restoran korean food hanya tinggal beberapa blok.


Namun, saat mobil memasuki persimpangan jalan atau lebih tepatnya jalur pertigaan dimana tampak sebuah mobil melaju ugal ugalan dari arah berlawanan .

__ADS_1


Mobil dengan Michelle di kursi supir mulai kehilangan kendali saat motor Luckas semakin dekat bahkan Luckas sempat mengetuk pintu kaca beberapa kali sambil berteriak, "NONA MENEPILAH !! JANGAN BERTINDAK GILA NONA !!"


Michelle saat ini sedang tertutup emosi lantaran mendapatkan ancaman dari orang tua jika dirinya akan di pindah sekolah kan di asrama khusus putri di luar negeri karena gagal menduduki prestasi ranking terbaik di kampus.


Michelle terus mengumpat dalam hati, "jika saja ayam kampus sialan itu tidak perlu sakit dan bisa menyelesaikan makalah ku tepat waktu, saat ini pasti aku baik baik saja , Aarrgghh Bella sialan !!"


Angan Michelle jika dirinya berhasil mendapat nilai sempurna waktu pasti saat ini dia bisa menikmati hidup, berpesta, menghabiskan harta orang tua.


Sayangnya makalah yang di kerjakan sendiri oleh Michelle lantaran Bella harus masuk rumah sakit waktu itu hanya berhasil mendapatkan nilai B plus. Sangat jauh dari ekspektasi yang diinginkan orang tuanya.


Michelle yang merasa tertekan lantaran orang tua terus menuntut dirinya untuk menjadi yang terbaik, padahal kemampuan Michelle sendiri tidak mampu Alhasil Michelle merencanakan sebuah pelarian.


Michelle berencana untuk kabur ke luar perbatasan, ya Michelle akan meninggalkan orang tua yang sudah kejam karena terus menekan dirinya agar menjadi murid terbaik di kampus.


"Persetan dengan prestasi !! Persetan dengan ranking tiga besar !! Papi hanya menginginkan pencapaian tanpa melihat jika diriku tertekan dan sengsara !! PAPI JAHAT !!" Michelle mengumpat sendiri hingga tanpa sadar kakinya menginjak pedal gas semakin dalam.


Michelle menoleh ke arah samping dimana saat ini tepat motor Luckas mensejajarinya , Luckas hendak mengarahkan mobil Michelle untuk menepi. Luckas yakin nona mudanya itu tidak akan berani mencelakakan dirinya.


"GO AWAY LUKE !!" Michelle meminta Luckas menyingkir namun gagal.


Karena jengkel lantaran pengawal nya itu terus terusan mengarahkan mobilnya untuk menepi maka, ketika Michelle melihat sebuah celah yang bisa dia pakai untuk kabur dari pengawalan Luckas , dengan cepat Michelle menginjak rem mendadak lalu membanting setir ke arah lain berniat menyeberang pertigaan jalan menuju arah perbatasan kota.


Pada saat itulah terjadi kekacauan lalu lintas dimana Mobil yang dikendarai Michelle menabrak pembatas jalan hingga oleng menyerempet beberapa mobil lain yang kebetulan melewati jalan tersebut,


Braakk !!


BRAAKK !!


SSRRAATT !!


Terakhir mobil Michelle berhenti sejenak, namun sialnya dari arah berlawanan tiba-tiba muncul mobil box berkecepatan tinggi yang seperti nya terlambat menginjak pedal rem hingga,


CCIIITT ~

__ADS_1


BRRAKK !!


__ADS_2