Istri Cupu Dosen Tampan

Istri Cupu Dosen Tampan
BAB 37 CAMPING VANS


__ADS_3

Sebuah helikopter pribadi tampak menunggu di landasan helipad halaman mansion. Jovan dan Bella akan bertolak ke Maladewa untuk menuruti keinginan orang tua mereka.


Rencana mendadak yang tidak bisa di tolak. Usai berpamitan saat sarapan tadi , kini Jovan dan Bella sudah siap duduk di kursi penumpang helikopter dimana hanya berisi dua orang lainnya yakni pilot dan co pilot.


Mom dan Dad tampak melambaikan tangan dari teras rumah kala baling baling helikopter mulai berputar cepat meninggalkan mansion.


Perjalanan tidak terasa membosankan lantaran Bella bisa melihat pemandangan dari atas kota New Jersey. Jovan sendiri juga tampak menikmati hal yang sama seperti sang istri.


Jarak yang di tempuh lumayan lama membuat kedua suami istri ketiduran dengan peralatan yang menempel lengkap di tubuh mereka.


Keamanan dan keselamatan saat menaiki helikopter adalah hal yang utama, pilot yang diutus pun bukan pilot biasa melainkan sudah memiliki Jam terbang tinggi lintas benua.


Beberapa jam kemudian,


Helikopter mendarat dengan aman di sebuah landasan salah satu gedung pencakar langit di pusat jantung Maladewa.


"Mobil vans sudah siap menunggu di bawah tuan, silakan.." ucap sang pilot sopan mempersilahkan tuan dan nona muda Gilbert turun dari helikopter.


Gedung pencakar langit ini adalah milik keluarga Gilbert, dengan bisnis transportasi yang menjadi sumber utamanya. Peluang menguasai sektor pariwisata di Maladewa membuat keluarga Gilbert menyediakan jasa persewaan transportasi sesuai budget wisatawan.


Mulai dari motor untuk berkeliling, mobil berbagai jenis dari yang biasa sampai yang mewah. Namun bagi kalangan backpacker lebih banyak menyukai mobil vans yang bisa dipakai untuk perjalanan camping berhari hari karena sudah memiliki segala yang dibutuhkan mulai dari kasur sampai dapur mini dan kamar mandi.


Jovan mengatakan tidak ingin bulan madu secara mewah melainkan ingin mengeksplorasi Maladewa menggunakan mobil vans .


Sebuah pengalaman baru yang pasti akan membuat Bella terkesan.


Setelah menuruni gedung menggunakan lift khusus kini Jovan dan Bella sudah berada di dalam sebuah mobil vans berwarna silver yang melaju dengan kecepatan sedang ke sebuah tempat.


Hanya ada mereka berdua di dalam mobil, Jovan sudah paham seluk beluk wilayah Maladewa karena dia sering melakukan perjalanan bisnis dan kali ini Jovan ingin mengajak sang istri menikmati liburan ala kaum backpacker.


"Kamu pasti akan menyukai ini. Pilih satu Bella, kamu mau ke pantai atau pegunungan ? "Jovan menawarkan .


"Waktu itu kita sudah pernah menghabiskan waktu di kapal pesiar,aku rasa sekarang wilayah pegunungan lebih seru deh pak." ucap Bella tersenyum antusias.

__ADS_1


"Well baiklah, aku akan tunjukkan tempat terbaik. Are you ready Bella ?!!"


"I am ready !!"


Keduanya melaju ke arah pegunungan. Waktu masih menunjukkan pukul dua siang. Menjelang sore, Jovan sengaja berhenti untuk makan dahulu di sebuah kedai sebelum memasuki kawasan pegunungan.


Kedai lokal yang terletak di lereng pegunungan membuat suasana alam terasa kental. Udara sejuk dengan pepohonan rindang, tempat mereka makan yang tampak hangat dan welcome. Semua orang tampak ramah dan saling menyapa.


Jovan dan Bella memesan makanan hangat serta dua cup capuccino panas untuk di nikmati. Duduk berdua di kursi bagian luar kedai membuat situasi terasa semakin homi.


"Hanya roti bakar tapi kenapa enak sekali ya pak ?" ucap Bella di sela gigitan.


"Makanan yang tepat di saat yang tepat akan membuat segalanya menjadi nikmat bukan ? Habiskan makananmu, kalau mau tambah pesan saja." ucap Jovan usai menelan kunyahan roti bakar menteganya.


"Bagaimana kalau pesan beberapa untuk kita bawa di perjalanan ? Kayaknya gak akan puas kalau cuma makan satu porsi." Bella antusias menghabiskan makanannya agar bisa segera memesan menu lain untuk dinikmati di tempat camping nanti.


Setelah puas menyelesaikan makan, mereka melanjutkan perjalanan terus naik menuju lokasi camping. Jalanan basah berliku seperti nya hujan mengguyur tempat ini semalam.


Jovan mengemudikan mobil vans melewati jalanan tebing yang berkelok ,terus naik hingga kurang dari satu jam tiba di sebuah kawasan camping.


Sembari Bella menyiapkan perapian, Jovan merapikan tempat tidur dan mengisi tangki air untuk kebutuhan mereka selama beberapa hari.


Dalam area camping tersebut terdapat depo khusus yang disediakan untuk mencukupi kebutuhan air bersih para pengunjung.


Perapian sudah menyala, tak lupa Bella menata dua kursi lipat dan sebuah meja kemudian menata bekal makanan yang dia beli di kedai tadi.


"Sudah siap nih pak Jovan !!" ucap Bella sedikit berteriak lantaran Jovan sedang memasang tenda kecil sebagai teras camping.


"Sebentar lagi selesai, tunggu ya." Jovan tampak bergegas mengaitkan ujung pengunci agar teras tidak mudah rubuh .


Keduanya duduk di depan perapian sambil menikmati makan malam berupa bekal yang mereka beli, Bella juga menyeduh dua gelas coklat hangat .


"Cuaca sedang bagus , bagaimana jika besok kita hiking ?" ajak Jovan.

__ADS_1


"Hiking ? Hhmm entahlah pak. Aku gak pernah hiking ." Bella duduk bersandar kemudian menghela nafas singkat.


Sejujurnya camping menggunakan mobil vans adalah pengalaman pertama Bella di alam terbuka. Bella sudah cukup terpukau dengan situasi saat ini hingga tidak sanggup jika harus mengiyakan tawaran Jovan.


"Hanya berjalan jalan disekitar wilayah sini , kita berangkat setelah sarapan lalu akan kembali kesini sebelum malam. Bagaimana heum ?" ajak Jovan lagi.


"Tapi bapak yang siapin semuanya ya. Karena aku gak tahu apa aja yang harus di bawa hiking." ucap Bella yang sudah menahan kantuk.


"Sure , kamu hanya perlu mengikuti aku. Semua pasti akan baik baik saja."


Setelah mendapatkan persetujuan, Jovan dan Bella melanjutkan aktivitas dengan membakar marshmellow diatas tungku perapian.


Suasana malam yang sepi , jarak satu vans dengan vans lainnya belasan meter. Semua pengunjung yang camping sibuk dengan urusan masing masing.


Suara hewan hewan kecil di Malam hari membuat kesan tersendiri bagi Bella. Sesekali Bella akan bertanya nama dari hewan kecil yang terus berbunyi di malam hari.


"Itu sejenis serangga yang berukuran kecil. Mereka biasa menempel di batang kayu dengan suara khas nya yang nyaring." kata Jovan.


Berkali kali Bella menguap , hal ini membuat Jovan segera membereskan sisa makanan dan peralatan kotor lainnya.


"Kita tidak bisa meninggalkan sisa makanan begitu saja karena para beruang pasti akan mendekat dan mengambil bekal kita Bella." ucap Jovan santai.


Bella hanya mengangguk mengerti, setelah itu keduanya saling membersihkan diri satu sama lain sebelum masuk ke dalam vans untuk tidur.


Lagi lagi Bella terheran , saat dirinya baru saja selesai mencuci muka dan gosok gigi hendak ganti baju namun,


"Pak Jovan !!! Ini kamarku kan ya ?" tanya Bella.


"Kita berbagi kamar Bella, cuma ada satu kasur ini. " jawab Jovan yang memilih untuk berbaring duluan.


"Tapi kan ini~" Bella terheran protes tapi akhirnya memilih untuk menerima situasi ini.


Kasur yang terletak di dalam mobil vans, berukuran sedang. Muat untuk dua orang dewasa meski agak sempit. Karena hanya ada kasur ini maka mau tidak mau Bella mendusel di samping Jovan yang sudah memejamkan mata disertai nafas teratur.

__ADS_1


Hingga esok menjelang,


__ADS_2