
Nevan sudah mengetahui keberadaan Airin, perempuan itu ada bersama dengan Rayn. Jadinya ia bisa bernafas lega lantaran istrinya itu baik-baik saja, laki-laki itu juga melanjutkan sekolahnya tanpa khawatir dengan Airin.
Sepulang sekolah, Davian langsung meminta izin untuk tidak akan ikut nongkrong sebab dirinya harus pergi ke tempat les dengan guru privat barunya. Hari ini adalah hari pertama ia akan bertemu dengan guru privat barunya.
Davian berdiri di depan pintu apartemen milik guru privat barunya, setelah menghela nafasnya sedalam mungkin ia menyala bel dan setelahnya pintu langsung terbuka dengan seorang laki-laki sekitar berumur 30-an yang membuka pintu.
Pria itu sering kali disapa Pak Rama.
"Kamu Davian, ya?" tanyanya dengan ramah.
"Iya, Pak," jawab Davian sopan.
Rama tersenyum, lalu mempersilakan agar Davian bisa masuk ke dalam apartemennya. Mereka mulai berkenalan dan tiba-tiba saja Rama memberikan sebuah kontrak untuk Davian tanda tangani.
"Maksudnya ini kontrak apa, Pak? Ibu bilang say tinggal belajar aja sama Bapak." Davian tentu saja bingung ketika Rama secara tiba-tiba memberikan kertas serta pulpen kepadanya.
"Sebenarnya ini tidak terlalu penting, tapi semua anak murid saya yang dulu-dulu menandatangani surat ini. Isi kontrak ini hanya agar kamu tidak mengatakan kepada orang luar tentang les privat ini, saya ini guru privat yang banyak dicari oleh para orang tua, hampir kebanyakan anak-anak yang saya ajari mereka bisa mendapatkan rangking pertama," kata Rama dengan percaya diri.
Davian yang tak mau ambil pusing pun langsung saja menandatangani kontrak itu tanpa membaca semua isi kontrak secara keseluruhan. Meskipun nantinya ia ada dalam masalah karena kontrak ini, Ibunya pasti tidak akan tinggal diam.
Setelah menandatangani kontrak, Rama melanjutkan dengan mengajari Davian beberapa materi yang dengan mudah bisa Davian pelajari, lalu Rama memberikan beberapa soal untuk Davian kerjakan. Selama Davian mengerjakan soal darinya, Rama banyak menceritakan beberapa hal.
"Saya hanya mengajari anak-anak seperti kamu ini cuma satu tahun, mereka semua terus membujuk dengan segala cara agar saya bisa mengajari mereka lagi. Tapi, semua itu sudah tertulis di kontrak. Kamu mau tahu kenapa mereka ingin belajar sama saya?"
Davian mendongak sekilas. "Kenapa?" tanyanya.
"Karena mereka kecanduan dengan hadiah yang saya berikan," jawab Rama dengan sedikit berbisik.
Mengernyit bingung, Davian menghentikan gerakan menulisnya. "Kecanduan? Memangnya apa yang Bapak kasih?"
__ADS_1
"Setiap anak yang saya ajari bisa mendapatkan rangking dan nilai memuaskan, nantinya akan saya kasih hadiah. Termasuk kamu juga kalau nanti bisa mendapatkan nilai dan rangking yang bagus, akan saya kasih hadiah," katanya.
"Hadiah apa?" tanya Davian penasaran.
Rama tersenyum misterius. "Pokoknya ada, kamu sekarang belajar aja yang bener. Nanti juga kamu bakalan tahu kamu bisa dapat nilai bagus."
...•°•°•...
"Kak Rayn, tolong beliin cilor lagi! Airin masih mau."
Mendengar itu Rayn menepuk jidatnya, dirinya tidak tahu jika istrinya Nevan begitu sangat suka makan. Entah sudah berapa lembar uang yang Rayn keluarkan untuk membelikan semua makanan yang Airin minta.
Tadi ketika menemukan Airin di jalan mereka sempat melihat festival yang entah festival apa. Airin merengek ingin pergi dan Rayn turuti, semua yang perempuan itu tunjuk, Rayn belikan.
Sekarang, mereka dengan di apartemen milik Nevan dan Rayn masih menemani Airin sebab Nevan harus pergi ke tempat bimbel terlebih dahulu. Sudah terhitung lima balik Rayn membelikan Airin cilor.
"Hah? Kamu masih mau lagi?" Rayn menatap Airin dengan tak percaya.
"Kamu dari tadi siang udah makan banyak, bukannya kamu sama kayak Bang Allen yang nggak boleh makan makanan luar? Ini kamu malah jajan sembarangan, kalau sampe Nevan tahu nanti aku kena imbasnya juga," ucap Rayn mengingatkan Airin.
Mendengar itu Airin berdecak. "Kak Nevan nggak bakalan tahu kalau nggak ada yang ngasih tahu sama dia. Udah beli lagi sana, sepuluh tusuk!"
"Apanya yang sepuluh tusuk?"
Serempak keduanya menoleh ke arah suara. Di ambang pintu ada Nevan yang berciri sembari bersidekap menatap istrinya serta Rayn.
Melihat kedatangan Nevan, Rayn bernafas lega. Laki-laki berusia 22 tahun itu langsung mengambil jas miliknya dan langsung menghampiri Nevan. "Akhirnya lo datang juga, gue tersiksa banget sama bini lo yang hobinya makan sama tukang suruh," bisiknya.
"Gue balik dulu!" pamit Rayn dan langsung melesat pergi dari sana.
__ADS_1
Nevan menatap Airin, tetapi perempuan itu malah memalingkan muka. Enggan bersitatap dengan suaminya itu.
"Kamu masih marah?" tanya Nevan seraya duduk di samping Airin yang membelakanginya.
Airin tak menjawab apapun dan hal itu membuat Nevan menghela nafasnya. Memeluk perempuan itu dari belakang yang berhasil membuat Airin terkejut. "Apaan, sih, main peluk aja? Sana jauhan! Airin nggak mau deket-deket sama Kak Nevan, badan Kak Nevan bau banget. Mandi sana!"
Si empunya mengernyit, mencium aroma tubuhnya sendiri. Nevan pikir tidak terlalu bau, dirinya juga tidak begitu berkeringat. "Enggak bau, kok, masih wangi gini juga."
"Bau tahu! Sana cepetan mandi, kalau nggak mandi nggak akan pernah Airin biarin Kak Nevan sentuh Airin!" ancam perempuan itu yang tidak mempan untuk Nevan, tapi Nevan tetap bangkit melaksanakan perintah istrinya itu karena bagaimanapun Airin masih marah kepadanya.
"Kalau udah mandi, janji nanti harus peluk, ya?"
"Hm!"
Beberapa menit pergelut dengan alat mandi, akhirnya Nevan sudah selesai menyelesaikan ritual mandinya. Ia keluar dari dalam kamar sembari memakai kaos polos berwarna hitam.
"Airin, aku udah mandi jan--Airin!" Nevan membulatkan matanya ketik melihat Airin yang kesakitan didekat kulkas.
"Kamu kenapa?" tanya laki-laki itu dengan khawatir.
Perempuan itu meringis sembari memegangi perutnya. "Perut Airin tiba-tiba sakit hiks, sakit banget Kak Nevan hiks."
"Kita ke dokter, ya?"
Airin menggelengkan kepalanya. "Enggak mau, Airin takut disuntik."
"Airin nggak bakalan disuntik, kok, cuma perutnya diperiksa aja," bujuk Nevan.
Berpikir sejenak sembari menahan sakit, pada akhirnya pun Airin mengalah dan membiarkan Nevan membawanya menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
...Maaf baru bisa update sekarang 🙏🌻...