Istri Kecil Yang Polos

Istri Kecil Yang Polos
Kerja Lembur Bagai Kuda


__ADS_3

Nevan menatap dengan nanar dompetnya yang mulai menipis, hanya ada beberapa lembar uang merah di dalam dompet itu. Ia sepertinya harus mencari kerja, ada banyak kebutuhan sehari-hari yang harus dipenuhi. Belum lagi sekarang Airin tengah hamil, banyak hal yang sangat Airin mau. Belum lagi biaya untuk persalinan nanti, meski lama tapi ia harus mulai menabung dari sekarang.


"Iya, sih, emang anak orang kaya. Tapi, berasa miskin banget gue," gumamnya seraya memijat pangkal hidungnya.


Laki-laki itu memasukkan dompetnya ke dalam saku celana jeans yang ia kenakan, kemudian mengambil jaket kebangsaan Drave. Tak lupa ia juga mengambil kunci yang ada di atas nakas.


"Airin, aku pergi dulu sebentar," pamitnya kepada Airin yang tengah memotong buah di dapur.


Allen yang mendengar itu bertanya, "Mau ke mana? Malem-malem kayak gini malah ninggalin istri sendirian di rumah."


Menghela nafasnya, setelah menikah dengan Airin, Allen menjadi hobi mengomeli dirinya. Padahal dulu, Allen adalah laki-laki dingin yang jarang bicara. "Bentar doang, lagian Bang Allen ada di sini juga. Sebelum Bang Allen pergi, Nevan pasti udah pulang."


"Ya, udah sana. Tapi, nanti pulangnya bawa martabak rasa cokelat, ya?" pinta Airin yang dibalas anggukan oleh Nevan, kemudian laki-laki itu pergi.


Melihat kepergian Nevan membuat Allen berdecih, laki-laki berusia 25 tahun itu pun melanjutkan acara menonton televisi.


Sementara itu, Nevan membelah jalanan ibukota dengan menaiki motor ninja kesayangannya. Ia melajukan kecepatan motor di atas rata-rata, sudah lama ia tidak ngebut-ngebut di jalanan seperti ini. Mumpung jalanannya juga sepi, jadinya ia memakai kesempatan itu.


Beberapa menit di perjalanan, Nevan memarkirkan motornya tepat di halaman depat basecamp B milik Drave. Ia langsung melangkahkan kakinya setelah melepaskan helm full face miliknya.


"Eh, Pak Ketu! Tumben ke sini, biasanya juga kelonan sama bini," ucap Reval yang menyambut kedatangan Nevan.


Mendengar itu Nevan mendengus, kemudian mengambil duduk di samping Zean. "Ngomong-ngomong, kalian punya saran tempat kerja yang lagi cari lowongan nggak?"


"Gue, Bang!" Cana mengangkat tangannya dengan heboh, "Tante gue butuh pekerja cowok, dia bakalan gaji lima juta per malam."


Davian yang mendengar itu tertawa. "Anjir! Lo nyuruh si Pak Ketu jadi gigolo tante lo? Hahaha!"


"Hah? Enggak tahu juga gue, intinya digaji lima juta per malam," balas Cana dengan polos.


Zean menggeleng-gelengkan kepalanya, "Emangnya buat apa? Mau kerja?"


Nevan menganggukkan kepalanya, "Iya, uang gue menipis."


"Enggak nyangka gue, anak konglomerat ternyata uangnya bisa menipis juga." Gabril menatap Nevan tak percaya.


"Gue nggak pernah pake duit orang tua gue, selama ini gue pake duit yang gue tabung. Apalagi sekarang Airin hamil, banyak kebutuhan juga," ungkapnya menceritakan masalahnya.


"Gimana lo kerja di kafe punya abang gue aja? Kafe itu baru buka Minggu kemarin, jadinya masih butuh karyawan," kata Eric memberitahu.

__ADS_1


"Boleh juga, besok lo bawa gue ke sana."


...•°•°•...


Tak terasa satu bulan berlalu begitu cepat, seperti yang sudah Nevan rencanakan bahwa pada bulan ini Airin sudah harus sekolah secara home schooling. Perut perempuan itu sudah mulai menonjol, orang-orang akan curiga jika Airin memaksakan pergi sekolah.


Awalnya Airin menentang dan keras kepala ingin pergi ke sekolah, namun Nevan dengan sabar memberitahu serta menasihati perempuan yang pada akhirnya Airin menurut.


"Kak Nevan nanti pulangnya nggak malam lagi, 'kan?" tanya Airin setelah sarapan.


Nevan yang sedang memakai dasinya menjawab, "Kamu nggak usah nunggu aku, kalau udah ngantuk tidur aja."


Mendengar itu Airin cemberut, "Kak Nevan sekarang udah nggak punya waktu berdua sama Airin, ketemu aja cuma pagi doang."


Menghela nafas, Nevan menghampiri istrinya. "Aku 'kan kerja, kita butuh nabung buat lahiran kamu, belum lagi buat beli kebutuhan sehari-hari."


"Kalau Kak Nevan nggak ada uang, kita bisa minta sama Kak Al," balas Airin dengan polos.


"Enggak bisa, kamu itu tanggung jawab aku sepenuhnya. Meski Bang Allen kakak kamu, tapi semua kebutuhan kamu, aku yang akan tanggung," tuturnya, "Udah, ya, jangan sedih-sedih lagi. Nanti aku bakal minta cuti sehari buat nemenin kamu, aku pergi sekolah, kamu di rumah baik-baik, ya."


Setelah berpamitan, Nevan langsung pergi. Airin pun bersiap untuk home schooling.


Dari pulang sekolah sampai jam tujuh malam ia bekerja di kafe, dari sana sampai jam 12 malam ia bekerja sebagai kasir supermarket. Meski gajinya tak seberapa, tapi cukup untuk sehari-hari.


"Mau pesan apa, Bu?" tanyanya siap mencatat pesanan pelanggannya, tetapi ia malah terkejut saat menyadari bahwa pelanggannya itu ternyata Bundanya sendiri.


"Astaga, apa kata dunia kalau sampe ada yang tahu ternyata putra keluarga Calvin kerja di kafe? Nevan, kamu ini anak keluarga Calvin. Ngapain susah-susah cari kerja?" Dengan heboh Aliana berkata sembari mengelilingi tubuh Nevan.


Nevan menghela nafasnya, "Cuma cari pengalaman," jawabnya asal, bisa gawat kalau dirinya mengatakan yang sebenarnya.


Aliana menepuk pelan pundak Nevan, "Kamu ini! Masa cari pengalaman kerja di kafe, tuh, ada perusahaan ayah kamu. Gunain yang bener buat cari pengalaman."


"Bun, Nevan nggak suka bisnis," tutur Nevan.


"Terserah kamu!" Aliana mengibaskan tangannya, kemudian kembali duduk.


"Mau pesan apa?" tanyanya malas.


"Teh!"

__ADS_1


"Apa?"


"Kamu budeg?"


"Bunda ke kafe cuma mau minum teh doang?"


Dengan polos Aliana mengangguk, "Kenapa? Salah?"


Nevan memutar bola matanya malas, "Kalau cuma mau minum teh di rumah juga bisa, ngapain susah-susah ke kafe?"


"Cari pengalaman!" balasnya.


Mendengar balasan Aliana membuat Nevan mendengus, ia pun dengan terpaksa mencatat pesanan Aliana. Tak lama dari itu pesan dari istrinya masuk.


My Queen 🔥


Online


Kak Nevan!!


Airin izin mau main sama Febby, ya?


Janji pulangnya nggak bakal malam


^^^Iya, boleh^^^


^^^Jangan nakal^^^


^^^Inget, kamu lagi hamil^^^


Siap, suami 🤭


Nevan tersenyum melihat balasan istrinya, ia pun kembali bekerja sampai waktu terus berjalan. Saatnya ia pergi bekerja ke tempat selengkapnya, yaitu supermarket. Sebelum ia berangkat, dirinya mendapatkan pesan dari Febby.


Febby


Online


Kak Nevan gawat!

__ADS_1


Tadi pas mau pulang dari mall ada orang yang culik Airin!


__ADS_2