Istri Kecil Yang Polos

Istri Kecil Yang Polos
Kehilangan


__ADS_3

Saat Bi Asmah membawa Febby ke rumah keluarga Calvin saat gadis itu berusia tiga tahun. Pada saat itu ia bertemu dengan Nevan juga almarhumah Meisha yang beru menginjak usia remaja. Febby tinggal di keluarga Calvin sampai dirinya lulus sekolah dasar, ia selalu menghabiskan waktunya bermain bersama Nevan.


Waktu di sekolah, ia selalu dibully lantaran teman-temannya tahu kalau dirinya adalah anak seorang pembantu. Di setiap Febby dibully, maka Nevan selalu menjadi orang pertama yang membelanya.


Febby sangat suka dengan semua perhatian yang Nevan berikan untuknya, meski memang berwajah datar dan jarang bicara. Febby selalu merasa aman jika berada di sisi Nevan. Sampai akhirnya, ia harus terpaksa kembali pulang ke kampung halamannya dan melanjutkan sekolahnya di sana.


Mendapatkan kesempatan untuk sekolah di kota dan juga di sekolah favorit membuat Febby tak mau menyia-nyiakan hal itu, apalagi ia akan satu sekolah dengan Nevan. Awalnya Febby pikir ia bisa serumah dengan Nevan, tak disangka ternyata Nevan sudah menikah.


Perasaan itu muncul waktu Febby tahu hal itu, ia tak terima dengan Nevan yang sudah menikah dengan perempuan lain. Perempuan yang belum lama Nevan kenal dan mereka menikah juga karena sebuah kesalahan. Coba lihat Febby, ia sudah mengenal Nevan begitu lama dan mencintai laki-laki itu bertahun-tahun tapi tak mendapatkan hasil apapun.


Dengan terpaksa ia berusaha menjadi teman yang baik untuk Airin, mengajarkan banyak hal kepada perempuan itu. Sampai akhirnya, ia berencana untuk menculik Airin dengan menyewa dua preman dari jalanan. Tak disangka Nevan begitu cepat bisa menemukan Airin dan dirinya pun dibawa ke kantor polisi.


"Sebelum lo masuk penjara, gue mau tanya sesuatu sama lo," ucap Zean, "Kenapa bisa lo lakuin hal kayak gini sama Airin? Dia salah apa sama lo?"


Sekarang mereka sedang berada di perjalanan menuju ke kantor polisi dengan menaiki mobil milik Gabril.


"Gue udah kenal Nevan dari lama, gue cinta sama dia. Selama ini gue diem karena gue pikir, cewek rendahan anak pembantu kayak gue nggak pantes buat Nevan. Tapi, sewaktu gue makin dewasa, seharusnya masalah kasta itu bukan hal yang penting untuk mencintai orang lain. Gue nyangka malah dapat kabar kalau Nevan udah nikah sama cewek lain. Gue nggak rela! Seharusnya gue yang bisa jadi pasangan Nevan." Febby mengeratkan rahangnya ketika mengingat ia momen mesra Nevan dan Airin.


Zean menghela nafasnya paham, "Oke, gue paham. Lo culik Airin karena cinta sama Nevan, tapi Febby. Yang lo lakuin ini salah besar, kalau lo bener-bener cinta sama Nevan, ungkapin! Bicara sama Nevan baik-baik."


"Tapi, semua itu nggak bakal bikin gue bersatu sama Nevan!" balas Febby dengan nada tinggi.


"Febby, lo udah dewasa, lo punya pemikiran, lo itu pinter. Apa lo masih belum ngerti sama keadaan? Apa lo masih mau egois setelah tahu Nevan udah jadi milik cewek lain? Cinta itu untuk dihargai, bukan memaksa. Seharusnya lo hargai keputusan Nevan, hargai pilihan Nevan, bukan berlaku memaksa memisahkan Airin dari Nevan. Oke, mungkin ini nggak adil buat lo. Tapi, lo juga nggak bisa mengubah takdir." Zean berkata dengan begitu pelan-pelan agar Febby mengerti dengan perkataannya.


Zean menatap Febby yang duduk di sampingnya dengan kedua tangan gadis itu terikat. "Febby, nggak semua hal di dunia ini harus bener-bener menjadi milik lo. Tuhan sudah menentukan mana yang seharusnya milik lo dan mana yang bukan milik lo."

__ADS_1


Sementara itu, Nevan duduk di kursi dekat ranjang yang mana ada Airin berbaring dengan wajah pucat di sana. Jangan lupakan tangan gadis itu yang diinfus.


Perkataan dokter tadi benar-benar membuat Nevan sangat terpukul, laki-laki itu bahkan tidak tahu harus berkata apa kepada Airin saat perempuan itu bangun nanti.


Dokter mengatakan, "Salah satu janin Airin mengalami keguguran, beruntung janinnya yang satu lagi selamat meski keadaannya sekarang sangat lemah. Jika saja nanti Airin mengalami benturan atau hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh ibu hamil, mungkin janinnya tidak akan selamat untuk yang kedua kalinya."


Meski salah satu janin Airin selamat, tetap saja mereka harus kehilangan salah satu calon anak mereka. Nevan juga terkejut saat tahu Airin ternyata mengandung anak kembar.


"Sayang, kamu kapan bangun hm? Ayo bangun, aku di sini kangen lho." Nevan menundukkan kepalanya, tak kuasa menatap wajah pucat Airin terlalu lama.


Nevan tetap menunduk ketika pintu ruangan rawat inap Airin dibuka. Ternyata yang masuk adalah Allen. Laki-laki itu diberitahu oleh salah satu anggota Drave bahwa Airin masuk rumah sakit, Allen juga sudah diberitahu soal penculikan Airin. Ia sempat marah dan hilang kendali, untungnya anggota Drave bisa menenangkan Allen kembali.


"Nevan, mending lo pulang dulu. Lo mandi sama istirahat, biar gue yang jaga Airin," suruh Allen yang dibalas gelengan oleh Nevan.


"Gue di sini aja, Bang, jaga Airin. Kalau dia diculik lagi gimana? Gue nggak mau hal itu terjadi lagi," jawabnya dengan suara lirih. Nevan sekarang sedang berada di fase tidak berdaya.


Sepertinya penculikan Airin kali ini akan sangat membekas bagi Nevan dan akan menjadi traumanya seumur hidup.


•°•°•


Satu Minggu berlalu, Airin sudah boleh keluar dari rumah sakit. Waktu Nevan memberitahu Airin soal salah satu janin yang mengalami keguguran, perempuan itu awalnya kaget dan sempat histeris dan tidak mau makan ataupun bicara. Akan tetapi, untung saja Nevan memiliki seribu cara untuk membujuk perempuan itu sampai akhirnya Airin bisa kembali seperti Airin biasanya.


Akibat penculikan itu membuat Nevan semakin posesif kepada istrinya. Di sini bukan Airin yang trauma, tapi Nevan. Bagaimana Airin yang kesakitan dan perempuan itu terbaring di ranjang rumah sakit membuat Nevan terluka. Ia tidak mau kejadian yang sama terulang kembali.


"Kak Nevan, Airin mau keluar sama Kak Keisha. Mau nemenin dia buat fitting baju pengantin," ucap Airin meminta izin kepada Nevan yang sedang berada di dalam kamar mandi.

__ADS_1


Mendengar hal itu Nevan menyembulkan kepalanya, "Keluar? Kenapa harus sama kamu? Bisa 'kan Bang Allen yang nemenin Kak Keisha, kenapa harus kamu? Udah, kamu di rumah aja."


Airin mencebik kesal, tidak bisa lihatkah bahwa dirinya sudah siap begini. "Kak Nevan, Airin udah dandan, nih, tinggal berangkat aja. Kasihan Kak Keisha udah nungguin di bawah."


"Tapi, Airin--"


Perempuan itu melangkah mendekat ke arah suaminya, memegang salah satu pipi Nevan dan mengusapnya lembut. "Airin nggak bakal kenapa-kenapa, Kak Nevan nggak usah khawatir. Sekarang udah nggak akan ada orang lagi yang berani ambil Airin dari Kak Nevan."


"Boleh, ya? Cuma nemenin Kak Keisha, kok," lanjutnya.


Nevan menghela nafasnya pasrah, "Oke, kamu boleh pergi. Tapi, aku suruh anggota Drave buat awasi kamu dari kejauhan, ya?"


Daripada tidak diizinkan untuk keluar, lebih baik Airin mengiyakan perkataan Nevan. Ia tidak mau membuat fokus Nevan buyar ketika laki-laki itu sedang bekerja.


Ngomong-ngomong, setelah meminta izin kepada ibu Keisha. Allen langsung pergi melamar Keisha setelah beberapa hari Airin keluar dari rumah sakit. Awalnya Keisha menolak dengan alasan ia hanyalah gadis biasa juga asisten Allen, ditambah lagi dengan Keisha yang tidak percaya dengan cinta Allen. Ia menganggap bahwa Allen mencintainya hanya karena wajahnya dengan Meisha sama.


Selama satu bulan penuh Allen terus berjuang untuk mendapatkan hati Keisha. Laki-laki itu benar-benar hanya menganggap Keisha sebagai Keisha, bukan orang lain.


Melihat dan menyaksikan perjuang Allen yang begitu tulus. Pada akhirnya pun Keisha kalah, ia menerima lamaran Allen dan bersedia menjadi pasangan Allen seumur hidup. Ia juga tak bisa membohongi dirinya sendiri, kenyataan bahwa dirinya pun menaruh hati kepada Allen.


"Kamu jangan nakal sama terlalu capek, ya?" teriak Nevan dari dalam kamar mandi.


Dengan cepat Airin membalas, "Iya!"


Kemudian, ia melesat pergi dari apartemen. Segera menemui Keisha yang memang sudah menunggu di lobi apartemen. Keduanya pun langsung berangkat menuju tempat fitting baju pengantin.

__ADS_1


Alasan bukan Allen yang menemani Keish adalah karena laki-laki itu masih memiliki banyak urusan di kantor. Ia ingin menyelesaikan semuanya sebelum hari pernikahannya agar setelah menikah ia memiliki banyak waktu untuk dihabiskan bersama dengan Keisha.


__ADS_2