Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Disangka Penculik


__ADS_3

Mendapatkan kabar dari Brian jika sidang perceraiannya ditunda membuat Alda merasa kurang puas, meski begitu ada sisi hatinya yang merasa lega karena belum lepas dari Araga. Entahlah, Alda benar-benar tidak tahu apa mau hatinya, jika ditanya apakah masih ada perasaan pada Araga, tentu saja jawabannya masih. Tapi jika ditanya apakah dirinya ingin kembali bersama, maka Alda merasa bingung, ia masih mencintai laki-laki itu meskipun telah disakiti berkali-kali, namun bukan berarti dirinya haru berpikiran bodoh untuk kembali menyiksa diri sendiri dengan hidup bersama Araga.


Namun Alda berjanji pada dirinya sendiri jika dirinya akan menghapus Araga dari hatinya dan membiarkan pria itu mencari kebahagiaannya sendiri.


...****************...


Sudah sebulan Alda berada di kota ini, Alda sudah hafal beberapa tempat yang bagus untuk refreshing. Hari Alda yang sedang sumpek tinggal di kamar hotel, akhirnya memutuskan untuk mengunjungi kafe hits yang baru buka dua Minggu yang lalu. Seperti biasa Alda memilih berjalan kaki daripada memesan taxi, ia senang menikmati udara di kota ini karena tidak banyak pengguna transportasi jadi udara tidak tercemar polusi. Asik berjalan Alda tidak sengaja menabrak seorang anak laki-laki yang sedang asik makan ice cream di pinggir jalan.


Anak itu menangis karena ice cream miliknya terjatuh. Alda yang merasa bersalah segera berjongkok mencoba menenangkan anak itu.


"Hei, maaf ! Aunty tidak sengaja" ucap Alda sambil mengusap kepala anak laki-laki itu dengan lembut. Bukannya berhenti anak itu semakin menangis kencang. Tentunya Alda merasa kelabakan karena beberapa orang yang lewat menatap ke arah mereka.


"Maafkan Aunty ! Kamu berhenti menangis ya ! Aunty akan ganti ice cream milikmu" ucap Alda.


Mendengar Alda akan mengganti rugi ice cream miliknya, anak itu mengehentikan tangisannya lalu menatap Alda.


"Aunty mau ganti ice cream mulik Cleo ?" tanya anak itu dengan mata berbinar.


"Ternyata nama kamu Cleo. Maaf ya Cleo, tadi Aunty tidak sengaja menabrak Cleo, tapi Aunty janji akan ganti ice cream milik Cleo" ucap Alda seraya menjulurkan jari kelingkingnya.


Anak itu menggapainya dan menautkan jari kelingkingnya yang imut itu dengan jari kelingking Alda. Alda tersenyum melihat tingkah lucu anak itu.


"Aunty sekarang harus penuhin janji Aunty ! Kita bisa beli Ice Cream di seberang jalan sana !" Cleo menunjuk kedai ice cream di seberang jalan.


Alda mengangguk lalu tanpa pikir panjang ia membawa Cleo menuju kedai ice cream itu. Alda merasa gemas melihat ekspresi senang Cleo. Sementara seorang pria baru saja keluar dari cafe dengan pakaian rapih. Matanya sibuk mencari keberadaan Cleo. Seketika ia panik saat tidak mendapati putranya.


"Cleo !!!" Teriaknya panik.


Sebenarnya tadi Cleo bersamanya di dalam cafe, tapi anak itu ijin keluar karena bosan mendengar pembicaraan Daddy-nya yang membahas pekerjaan. Biasanya anak itu akan berdiri di depan cafe atau duduk di kursi bawah pohon. Namun kali ini Cleo tidak ada.

__ADS_1


Setelah hampir dua puluh menit mencari Cleo, akhirnya pria itu meminta ijin pada pemilik cafe untuk mengecek CCTV.


Seketika matanya membulat saat melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan Alda yang berjongkok mengelus kepala Cleo, lalu setelah itu membawa Cleo pergi.


"Apa wanita itu penculik ?" Tanyanya, ia berpikir Alda menghipnotis putranya lalu membawanya pergi.


Pria itu melanjutkan rekaman CCTV dan melihat kemana arah mereka berjalan. Setelah itu pria itu keluar dari cafe dan menyebrangi jalan, ia harap wanita itu bekum terlalu jauh membawa Cleo pergi.


Sementara Cleo dan Alda baru saja keluar dari kedai ice cream. Cleo tampak begitu gembira karena dapat dua buah ice cream.


"Terima kasih Aunty baik" ucap Cleo dengan mulut sedikit belepotan. Anak berusia jelang enam tahun itu memang menyukai ice cream.


"Sama-sama" jawab Alda membalas ucapan Cleo dengan senyum manis. Mereka berdua asik menjilati ice cream mereka hingga tidak sadar seseorang menatap mereka dengan tatapan tajam.


Dengan langkah yang lebar pria itu menghampiri Alda dan Cleo. Dari kejauhan Cleo bisa melihat Daddy-nya datang menghampiri mereka.


"Daddy..." teriak Cleo sambil berlari kecil ke arah sang Daddy.


"Are you okay ?" tanya pria itu pada Cleo sambil berjongkok.


"Ya, Cleo baik-baik saja Dad, lihat Cleo punya dua ice cream ! Daddy mau satu ?" Cleo menunjukkan kedua tangannya yang sedang menggenggam ice cream cone dengan rasa yang berbeda.


"Tidak, Daddy tidak suka ice cream" jawab pria itu.


Kini pria itu berdiri dan berjalan menghampiri Alda dengan satu tangannya berada di dalam kantong celananya dan yang satunya memegangi tangan Cleo. Tatapan mata pria itu mampu membuat Alda bergidik ngeri.


"Kamu berusaha menculik putraku ?" tanya pria itu dengan tatapan mengintimidasi.


Alda tersentak kaget dengan tuduhan pria itu. Bisa-bisanya pria itu mengira dirinya penculik anak kecil.

__ADS_1


"Anda menuduh saya ? Yang benar saja ? Aku hanya tidak sengaja menabrak putra anda hingga ice cream miliknya jatuh. Putra anda menangis kencang lalu akhirnya saya putuskan untuk ganti rugi. Saya hanya membawanya membeli ice cream saja setelah itu saya akan mengembalikan putra anda ke tempat semula. Lagian mana ada penculik secantik diriku ?" jawab Alda kesal dengan suara yang sedikit meninggi.


Cleo yang sibuk menjilati ice cream miliknya kini ikut menyahut.


"Benar Dad, Aunty ini tidak ingin menculik Cleo, tadi Cleo yang meminta agar Aunty ini membelikan ice cream baru untuk Cleo disana" jawab Cleo sambil menunjuk ke arah kedai ice cream.


"Nah kan benar. Makanya jangan main tuduh-tuduh saja ! Saya bisa melaporkan anda loh atas kasus pencemaran nama baik. Tapi karena saya lagi malas berurusan dengan orang seperti anda jadi aku putuskan tidak ingin memperpanjang masalah" sambung Alda menatap sinis pria yang ia ketahui merupakan Daddy dari Cleo.


Mendengar hal tersebut, pria itu tidak tahu harus membalas perkataan Alda seperti apa. Akhirnya Ia memutuskan untuk segera membawa Cleo pergi.


"Aunty terima kasih, semoga kita bisa bertemu lagi" teriak Cleo yang kini berada dalam gendongan sang Daddy.


"Sama-sama, aku juga berharap seperti itu" balas Alda sedikit berteriak, tangannya melambai-lambai sebagai tanda ucapan selamat tinggal. Setelah Cleo sudah tidak terlihat lagi, Alda mulai berjalan pulang. Ia tidak jadi ke cafe hari ini karena moodnya sudah kacau gara-gara bertemu dengan Daddy Cleo.


"Ck... Bisa-bisanya dia pergi tanpa mengucapkan terima kasih atau meminta maaf. Menyesal sekali aku mengganti rugi ice cream anaknya jika ujung-ujung di tuduh sebagai penculik anak-anak. Tapi anak itu sungguh menggemaskan, tidak seperti Daddy-nya yang menyeramkan, ih..." Gerutu Alda sambil menendang-nendang udara.


Sementara Cleo mendapat ceramah dari sang Daddy.


"Lain kali jangan asal ikut dengan orang asing ! Jika orang itu orang jahat bagaimana, nanti kamu diculik terus dijual" ucap pria itu.


"Tapi Aunty itu baik, bukan orang jahat. Harusnya Daddy berterima kasih dengannya !" balas Cleo masih berusaha menghabiskan ice cream miliknya.


"Tapi tidak semu orang asing itu baik, jadi jangan ulangi hal ini lagi ! ok ?"


"Ok, Dad" jawab Cleo dengan patuh.


'Sepertinya wanita tadi bukan orang sini, apa dia turis ?' batin pria itu. Ia sempat memperhatikan Alda yang berbeda dengan penduduk di kota ini, mata dan rambut Alda berwarna hitam pekat, sementara orang-orang di kota ini memiliki rambut golden blonde serta mata yang berwarna biru atau hijau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Ada duren sawit nih 🤣


__ADS_2