Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Kamu lagi....


__ADS_3

Anderson Lui, merupakan seorang duda beranak satu. Umurnya telah menginjak 37 tahun, luka hati ditinggal oleh istrinya membuatnya menutup hati pada makhluk yang bernama wanita. Sifatnya yang dingin tak membuat wanita menyerah mendapatkan hatinya. Tampan dan kaya tentu itulah yang membuat banyak wanita yang ingin menjadikan dirinya sebagai ibu sambung Cleo. Namun sekuat apapun wanita merayu Anderson tidak akan membuat hati pria luluh.


"Dad, kok makanannya lama sih ?" tanya Cleo dengan wajah cemberut.


"Sebentar lagi makanannya tiba, yang sabar ya !" pinta pria itu agar Cleo sedikit bersabar


Cleo tidak menjawab dan lebih sibuk dengan handphone miliknya, anak berusia 6 tahun itu sedang sibuk memainkan game.


Anderson menghela nafas panjang, putranya jika sudah main game seperti ini maka anak itu tidak akan peduli dengan keberadaannya. Anderson sendiri tidak melarang sang anak untuk melakukan hal yang ia inginkan, ia memang sengaja menuruti semua permintaan putranya. Apapun yang diminta putranya akan ia lakukan agar Cleo merasa senang dan melupakan Mommy-nya yang entah pergi kemana.


Istrinya pergi seminggu setelah melahirkan Cleo. Anderson begitu marah ketika tahu istrinya pergi, pria itu telah mencarinya di banyak tempat, tapi istrinya itu tidak bisa ditemukan. Akhirnya Anderson menyerah dan membiarkan istrinya bebas. Ia merasa tidak membutuhkan wanita seperti istrinya yang tidak berguna itu.


Setelah menunggu beberapa menit akhirnya makanan yang dipesan oleh Anderson dan Cleo telah tiba. Kedua pria beda generasi itu lahap memakan makanannya. Sementara di meja lain Alda tampak melirik-lirik ke arah meja Anderson. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman tipis saat melihat Cleo makan sambil menggoyang-goyangkan kepalanya, mungkin anak kecil itu menyukai makanannya.


Tak lama seorang waiters membawa pesanan Alda.


"Terima kasih" ucapnya dengan ramah.


"Sama-sama, selamat menikmati hidangannya" balas waiters tersebut sebelum melangkah pergi.


Alda mulai fokus menyantap makanannya, matanya berbinar saat merasakan makanannya begitu enak. Wanita itu makan sambil mengangguk-anggukkan kepalanya karena merasakan enaknya makanan itu.


"Sepertinya ini akan menjadi restoran favoritku" ucapnya.


Wanita itu tidak sadar seseorang sedang memperhatikannya. Sebenarnya Anderson dari tadi melihat Alda sedang melirik ke arahnya, namun pria itu sengaja tidak menatap Alda secara terang-terangan. Ketika wanita itu sudah fokus menikmati makanannya, baru lah Anderson memperhatikan Alda yang makan seperti anak kecil.


"Sudah tua tapi lupa diri, dasar wanita aneh" ucapnya.


"Daddy lihat apa ?" tanya Cleo hendak memutar kepalanya melihat ke arah dimana tatapan sang Daddy tertuju.


"Nggak, Daddy nggak lihat apa-apa" ucap Anderson menahan kepala putranya agar tidak berbalik.


"Lanjut makan ya ! Setelah itu kita pulang" lanjutnya.

__ADS_1


Ia tidak ingin Cleo melihat Alda karena ia yakin putranya itu akan berlari ke arah Alda. Tadi siang saja Cleo tak hentinya menceritakan jika Alda sangat baik padanya.


Seminggu berlalu Alda yang masih terjaga harus terbangun karena merasa perutnya terasa diaduk dan merasakan mual. Wanita itu segera berlari menuju wastafel dan memuntahkan semua isi perutnya. Ia memuntahkan cairan bening yang terasa pahit, seketika Alda merasa lemas dan sedikit pusing. Pelan-pelan ia berjalan menuju ranjangnya, ia kembali berbaring dengan wajah yang mulai pucat.


"Rasanya tidak nyaman sekali" ucapnya lemah, "Padahal aku tidak pernah telat makan, kenapa bisa asam lambung ku kumat ?" lanjutnya bertanya dengan bingung.


Sepertinya ia harus ke dokter meminta obat asam lambung, jika tidak seperti itu maka ia penyakitnya akan tambah parah. Mungkin agak siang siang ia akan berangkat, setelah ia merasa sedikit nyaman.


...****************...


Keadaan Araga semakin buruk setelah pulang dari sidang perceraian pertamanya. Sebulan ia pikir waktu itu cukup untuknya menemukan keberadaan Alda, namun nyatanya hasilnya nihil. Mencari Alda seorang diri membuat Araga kesulitan, beberapa kali pria itu meminta bantuan dan sang Papi, namun Papi Argantara tidak menggubrisnya, bahkan ia di usir dari rumah Papi Argantara. Araga juga pernah mencoba menemui Brian dan Adnan, namun kedua pria itu selalu menghindar darinya. Araga benar-benar merasa berada di jalan buntu.


Penyesalannya kini semakin besar, ia sadar jika dulu dirinya kejam dan bodoh. Namun saat ini penyesalannya tidak berguna. Kelanjutan sidang perceraiannya tinggal dua Minggu, setelah putusan hakim mengatakan dirinya sah bercerai dengan Alda maka Araga benar-benar tidak mempunyai kesempatan lagi.


"Apa kamu meminta Tuhan menghukumku dengan berat seperti ini ?" ucapnya sambil menatap foto Alda.


Araga yang sekarang kini berbeda dengan Araga yang dulu. Wajahnya yang ditumbuhi bulu-bulu halus di bagian rahangnya, serta kulit yang kini kelihatan kusam membuat Araga benar-benar tampak berbeda. Terlebih lagi tubuhnya yang tinggi kini tidak berisi, Araga merasa dirinya berada antara hidup dan mati.


"Aku menyesal sekarang, bisakah kamu kembali padaku ? Bisakah kamu menghentikan hukuman mu untukku ?" ucapnya terisak, dadanya terasa sesak ketika mengingat perlakuannya yang buruk kepada Alda.


...****************...


"Hospital Lui" ucapnya kepada sang supir.


Taxi itu berjalan menuju rumah sakit yang disebut Alda tadi. Tak butuh waktu lama akhirnya Alda tiba ditempat tujuan.


"Thank you Sir" ucapnya setelah membayar taxi.


Alda segera melangkah masuk rumah sakit, dan hendak mendaftar namun tiba-tiba seseorang menarik dress-nya dari belakang. Alda segera berbalik dan mendapati Cleo yang sedang tersenyum lebar.


"Aunty masih mengingatku ?" tanya Cleo.


Alda mengangguk dan berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan tinggi tubuh Cleo.

__ADS_1


"Tentu saja, mana mungkin Aunty melupakan anak setampan dirimu" balas Alda.


"Ya, Cleo memang tampan bahkan lebih tampan dari Daddy" ucap anak itu dengan bangga.


Alda terkekeh melihat tingkah lucu Cleo, lalu wanita itu kemudian bertanya.


"Kamu sedang apa disini ? Lalu mengapa sendirian ? Dimana orang tuamu ?"


"Tanyanya satu-satu saja Aunty ! Cleo bingung mau jawab yang mana dulu"


"Baiklah, sedang apa Cleo disini ?"


"Sedang menemani Dady"


"Lalu Daddymu dimana ?"


"Sedang bekerja"


Alda terdiam sejenak, apa mungkin Daddy Cleo seorang dokter di rumah sakit ini ?, tanya batinnya. Tapi jika pun pria itu bekerja sebagai dokter, tidak seharusnya ia membiarkan Cleo berkeliaran sendiri seperti ini.


"Lalu Mommymu dimana ?" tanya wanita itu.


"Cleo nggak punya Mommy" jawab anak itu dengan wajah sendu.


Alda merasa kasihan dan merasa bersalah telah bertanya hal yang sensitif kepada anak kecil di hadapannya itu.


"Maaf, Aunty tidak bermaksud membuatmu sedih. Sekarang Cleo balik sama Daddy ya ! Nanti Daddy sibuk nyariin Cleo, nanti Daddy sedih kerena Cleo dikira hilang diculik" ucap Alda.


"Tapi Cleo bosan jika menemani Daddy bekerja" jawab Cleo cemberut.


Alda terdiam sejenak, ia berpikir bagaimana caranya agar Cleo ingin kembali kepada Daddy-nya. Menurutnya sangat bahaya anak seumuran Cleo berjalan sendiri seperti ini.


"Kamu lagi..."

__ADS_1


Alda segera berdiri saat mendengar suara itu, Alda masih sangat hafal siapa pemilik suara bariton itu. Alda memejamkan matanya lalu menarik nafas panjang sebelum memutuskan untuk memutar tubuhnya menghadap Anderson.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2