
Hari demi hari Alda lalui dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga kecilnya. Anderson benar-benar membuat luka hatinya perlahan sembuh, Anderson bahkan berhasil membuat rasa trauma di hati Alda menghilang. Alda benar-benar merasa beruntung memiliki suami seperti Anderson, suami yang penyayang, suami yang pengertian, suami yang selalu siap siaga, suami yang selalu mengerti apa yang dirinya inginkan. Alda merasa sangat dicintai semenjak menikah dengan Anderson, ia merasa sangat dihargai sebagai seorang istri.
Tak hanya menjadi suami yang baik, Anderson juga menjadi Daddy yang baik untuk Cleo dan baby Terra. Meskipun pria itu selalu sibuk dengan pekerjaannya, namun ia tetap memprioritaskan keluarga mereka. Itu yang memuat Alda benar-benar beruntung menikah dengan Anderson.
Pagi ini Alda sedang sibuk memasak di dapur, semenjak kedatangan Mama Larissa ke negara ini, Alda hampir setiap hari belajar memasak dengan sang mama. Hingga akhirnya Alda bisa masak seperti sekarang.
Selesai masak Alda masuk ke kamar anak-anaknya untuk membangunkan mereka, Alda menyingkap tirai jendela agar cahaya matahari bisa masuk melalui jendela. Tanpa berteriak-teriak ataupun membangunkan anaknya dengan susah payah, Cleo dan Terra segera terbangun karena cahaya matahari yang mengusik tidur mereka.
"Sekarang cuci wajah dulu setelah itu kita sarapan !" ucap Alda menghampiri kedua anaknya.
"Baik Mommy" jawab Cleo.
Sementara Terra kini berada dalam gendongan Alda, ia membawa putrinya masuk untuk mencuci muka. Setelah itu Alda membawa kedua anaknya duduk di meja makan. Sementara ia kembali ke kamarnya untuk memanggil sang suami.
"Sayang, belum siap-siap juga ?" tanya Alda ketika melihat Anderson belum rapih dengan pakaian kantornya.
"Ya bagaimana mau siap kalau ditinggal sama istri, kamu tahu sendiri kan sayang kalau aku nggak bisa pakai dasi" jawab Anderson memanyunkan bibirnya.
Alda hanya bisa geleng-geleng kepala, ia heran dengan suaminya itu yang katanya tidak bisa memasang dasi semenjak mereka menikah, "dulu sebelum menikah denganku kamu bisa kok masang dasi, tapi kenapa sekarang telah dak bisa ?" tanyanya sambil merapikan bentuk dasi suaminya.
"Aku juga tidak tahu, tiba-tiba lupa saja cara pasangnya" jawab Anderson. Tangannya kini melingkar di pinggang ramping istrinya. Sementara tatapannya tak pernah putus menatap wajah Alda.
"Alasan saja" ucap Alda, "sudah selesai, sekarang kit keluar sarapan ! Anak-anak sudah menunggu di meja makan" lanjutnya.
"Kiss dulu baru kita keluar !"
"Sayang, nanti makanannya keburu dingin loh"
"Kan cuman minta Kiss, nggak bakalan makan waktu lama kok"
Alda menarik nafas panjang. Setiap pagi suaminya selalu seperti ini. Alda memberikan kecupan di setiap inci wajah suaminya dan yang terakhir bagian bibir, namun saat kecupan Alda mendarat di bibir Anderson pria itu justru menahan tengkuk istrinya lalu ******* bibir Alda dengan lembut.
"Mmpphhh..."
Alda berusaha mengatur nafasnya ketika Anderson melepaskan pagutannya. Pria itu tersenyum lebar kala berhasil mengerjai istrinya.
"Kamu selalu saja seperti ini" ucap Alda kesal.
"Tapi kamu suka kan sayang ?" goda Anderson.
__ADS_1
"Tau ah, malas bicara sama kamu. Sekarang kita keluar buat sarapan !"
Alda berjalan keluar dari kamar mereka meninggalkan Anderson yang masih terkekeh melihat kekesalan istrinya itu. Rasanya begitu menggemaskan menggoda Alda, apalagi ketika wajahnya memerah karena tersipu malu.
Di meja makan Alda melayani Anderson dengan baik, ia menyiapkan makanan untuk suaminya dan kedua anaknya, setelah itu ia menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri.
"Nanti siang kami ke kantor ya sayang !" Pinta Anderson.
"Setelah jemput Cleo, aku akan kesana sekalian bawa makan siang" jawab Alda.
Mereka kembali melanjutkan sarapannya setelah selesai, Alda mengantar Anderson hingga teras rumah, "Hati-hati di jalan sayang" ucap Alda.
"Makasih istriku" balas Anderson, ia memeluk tubuh istrinya dan memberikan sebuah kecupan di bibirnya, setelah itu berangkat kerja.
Alda kembali masuk memandikan Terra, sementara Cleo sudah bersiap-siap dengan seragam sekolahnya.
"Hari ini Cleo mau diantar Mommy atau sama supir ?"
"Sama supir aja Mom, tapi nanti dijemput sama Mommy ya !"
"Ok sayang, Cleo jadi anak yang baik ya !"
Cleo memegang sering diantar oleh supir jika ke sekolah, tapi terkadang ia juga meminta Alda untuk mengantarnya.
"Mom... Tella mau main sama Mom" ucap Terra dengan suara cadelnya.
"Terra main sama bibi Jen dulu ya ! Mommy mau mandi dulu, setelah itu baru kita main sama-sama"
"Oke Mom"
Alda bergegas masuk kamarnya dan mandi, selesai mandi ia bersiap-siap lalu keluar menemui putrinya. Mereka bermain boneka Barbie, Alda diam-diam menatap putrinya yang tersenyum bahagia. Entah mengapa semakin hari ia melihat wajah istrinya semakin mirip dengan pria itu. Padahal waktu bayi wajah Terra mirip dengan wajahnya.
"Apa itu hanya perasaanku saja ?" gumannya.
"Mom, balbinya kepalanya telepas" teriak sambil menangis Terra.
"Sudah ya, nanti Kita beli yang baru ! Sekarang kita bereskan mainan punya Terra terus kita siap-siap buat jemput kakak Cleo !"
Terra menghentikan tangisannya lalu mengangguk, ia menuruti perkataan Alda. Setelah mereka siap, mereka segera berangkat menjemput Cleo. Tak lupa Alda mengambil bekal untuk makan siang suaminya.
__ADS_1
"Mommy setelah ini kita ke tempat kerja Daddy ?" tanya Cleo ketika sudah berada di dalam mobil.
"Iya sayang" jawab Alda tersenyum.
Tak butuh waktu lama, akhirnya Alda sampai di perusahaan milik suaminya. Alda masuk dengan memegang tangan kedua anaknya, setiap staf yang berpapasan dengannya selalu menunduk memberikan hormat, Alda hanya membalasnya dengan senyum ramah. Alda masuk lift khusus direktur, tak lama mereka sampai di lantai paling atas tempat dimana ruangan suaminya berada.
"Sepertinya Daddy tidak berada di ruangannya" ucap Alda karena tidak mendapati suaminya di dalam ruangan.
"Sayang, kita ganti pakaian dulu yuk !" Ajak Alda.
Ia masuk ke kamar khusus lalu mengganti pakaian Cleo, setelah itu mereka berbaring di atas kasur sambil menunggu kedatangan Anderson.
Sementara Anderson sendiri sedang berada di sebuah restoran, ia mempunyai janji temu dengan beberapa teman sekaligus kolega bisnisnya. Awalnya Anderson pikir hanya bertemu sebentar, nyatanya mereka memintanya untuk ikut makan siang bersama.
"Maaf, mungkin lain kali saja ya ! Soalnya istriku menunggu di kantor" tolak Anderson, walau ia merasa tidak enak.
"Ya, CEO bucin" ejek salah satu temannya.
"Tidak masalah, kita masih bisa makan siang bersama di lain waktu" celetuk temannya yang lain.
"Kalau gitu hati-hati di jalan bro"
"Baik, kita bisa atur waktu di lain hari, kalau begitu aku pamit" Anderson segera meninggalkan restoran dan segera melajukan mobilnya menuju perusahan miliknya.
Sepeninggalan Anderson, seorang wanita dengan pakaian seksi baru saja tiba di restoran itu. Matanya mencari-cari seseorang namun orang yang ia cari tidak ada.
"Kalian menipuku ? Bukannya kalian bilang padaku jika Anderson berada di restoran ini ?" Pekik wanita itu.
"Dia sudah pulang"
"Kenapa kalian tidak menahannya ?"
"Mana bisa kami menahannya, istrinya sedang menunggunya untuk makan siang bersama"
"Apa kamu bilang, istri ?"
Kali ini wanita itu terkejut kala mendengar Anderson telah memiliki istri baru.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
tebak siapa itu ? 😁