
"Daddy akan menyingkirkan wanita itu" ucap Lui ketika tahu Hilda kembali hadir dan mengusik keluarga putranya. Pria paruh baya itu tidak akan membiarkan Hilda menghancurkan rumah tangga Anderson dengan Alda.
"Ya, Alex harap Daddy bisa menyingkirkan wanita ular itu !" balas Alex.
Ya memang dirinya yang mengadu pada sang Daddy jika Hilda sering menganggu kehidupan rumah tangga sang kakak. Ia yakin jika sang Daddy yang turun tangan maka wanita itu tidak akan bisa berkutik.
Dan benar saja, setelah beberapa hari kemudian Lui meminta bertemu dengan Hilda. Wanita itu tentu dengan senang hati menerima ajakan dari mantan mertuanya. Namun seketika rasa senang dihatinya berubah menjadi rasa penyesalan saat ternyata Lui memintanya untuk segera menjauh dari kehidupan Anderson.
"Itu tidak akan pernah terjadi" Pekiknya, ia menolak untuk pergi dari hidup Anderson.
"Jangan kerasa kepala ! Kamu yang telah menelantarkan cucuku, jadi jangan harap kamu bisa kembali ! Aku tahu apa alasanmu meninggalkan Anderson dan Cleo beberapa tahun lalu, semua karena pria yang kamu cintai. Kamu tidak mencintai Anderson melainkan mencintai hartanya. Aku tahu itu sejak kalian pacaran, tapi aku tidak bisa mencegah Anderson menikahimu karena waktu itu kamu mengandung Cleo. Jadi sebelum Anderson tahu semuanya sebaiknya kamu segera pergi !"
Seketika tubuh Hilda bergetar mendengar penjelasan Lui. Ia tidak menyangka jika mantan papa mertuanya itu tahu semua tentang kebusukannya. Tak ada pilihan lain lagi selain mengikuti kemauan Lui, akan lebih bahaya lagi jika Anderson tahu semuanya. Pupus sudah harapan Hilda untuk kembali bersama Anderson.
Dulu Hilda dan Anderson memang saling mencintai, namun saat hubungan mereka berjalan dua tahun tiba-tiba Hilda menyukai pria lain. Hatinya berpaling karena pria itu selalu ada untuknya sementara Anderson sibuk dengan pekerjaannya. Rasa cinta timbul di hatinya karena adanya rasa nyaman. Hilda diam-diam menjalin hubungan dengan pria tersebut, bahkan berencana akan memutus hubungan dengan Anderson dan menikah dengan pria yang ia cintai itu.
Namun Hilda tidak bisa putus dengan Anderson karena dirinya dinyatakan tengah mengandung. Ya, mereka memang pernah beberapa kali tidur bersama hingga Cleo tumbuh di rahim Hilda. Tak ada pilihan lain selain bertahan. Akhirnya Hilda menikah dengan Anderson namun hubungannya dengan pria yang ia cintai itu masih terisak berjalan. Hilda begitu apik menyembunyikan hubungannya dengan pria lain.
Selain karena anak yang dikandungnya, uang juga merupakan alasan Hilda bertahan dengan Anderson tanpa adanya cinta. Anderson memang tipikal pria yang royal dengan pasangannya. Itu sebabnya Hilda memanfaatkan hal tersebut.
Hingga ketika Cleo lahir, pria yang menjadi selingkuhan Hilda memintanya untuk meninggalkan Anderson dan hidup bersamanya. Tentu saja Hilda menurut, ia tidak memikirkan Cleo yang baru saja ia lahirkan. Memang dirinya tidak menginginkan kehadiran Cleo sama sekali.
Dan semua hal tersebut tidak diketahui Anderson, namun Lui tahu semuanya. Makanya saat mendengar Hilda kembali dan mulai mengusik kehidupan Anderson, ia segera bertindak tegas dengan Hilda.
...****************...
Dua bulan kemudian, hidup Alda dan Anderson kembali tenang. Hilda benar-benar tidak berani muncul di hadapan mereka lagi.
__ADS_1
Pagi hari ini, Alda hendak masuk dapur untuk memasak, namun ketika wanita itu membuka kulkas tiba-tiba saja ia merasa mual. Alda segera berlari ke wastafel dan memuntahkan isi perutnya. Art yang bekerja di rumahnya merasa panik melihat Alda memuntahkan cairan bening.
"Nyonya tidak apa-apa ?" tanya Art tersebut.
"Tidak, sepertinya aku masuk angin, aku tidak bisa masak pagi ini" balas Alda lemas.
"Tidak masalah Nyonya, sebaiknya Nyonya istirahat saja !"
Alda mengangguk dan kembali ke kamarnya, Anderson yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat istrinya masuk dengan wajah pucat ikut merasa cemas.
"Sayang kamu kok pucat ? Kamu sakit ?" tanya Pria itu sambil menyentuh kening istrinya. Namun sepertinya Alda tidak sakit karena suhu tubuhnya normal.
"Sepertinya aku masuk angin sayang. Tadi aku muntah-muntah" jawab Alda kini berbaring di atas ranjang.
"Kita ke rumah sakit kalau gitu !" ajak Anderson.
"Tapi wajahmu sangat pucat, aku nggak mau kamu kenapa-napa. Kita ke rumah sakit ya !"
"Kenapa kamu secemas ini ? Aku hanya masuk angin sayang, tidak ada yang perlu dikhawatirkan"
Alda mencoba tersenyum agar suaminya tidak terlalu cemas, ini bukanlah hal yang serius. Dia hanya sakit biasa jadi dia merasa tidak perlu ke rumah sakit.
"Jelas aku cemas, ini pertama kalinya aku melihat kamu sakit setelah kita menikah" jawab Anderson.
"Hanya masuk angin kok. Kamu baring aja di sampingku ! Nggak usah masuk kantor hari ini !" ucap Alda.
"Tapi diperiksa dulu ya ?" bujuk Anderson.
__ADS_1
Alda sedikit kesal dengan suaminya yang terus-menerus memintanya untuk diperiksa, "Sudahlah kamu ke kantor saja ! Aku sudah malas melihatmu" ucap Alda memanyunkan bibirnya, ia memunggungi Anderson.
Anderson menghela nafas panjang melihat istrinya ngambek. Akhirnya dia mengalah dan meminta maaf.
"Ya sudah nggak jadi periksa, aku baring disini bareng kamu" ucap Anderson hendak berbaring di samping istrinya.
"Nggak perlu, kamu ke kantor saja !" ucap Alda masih dalam mode marah.
"Kamu masih marah padaku ?" tanya Anderson.
"Tak perlu bertanya jika sudah tahu ! Sekarang kamu siap-siap sana !" Alda sedikit mendorong tubuh Anderson. Akhirnya pria itupun mengalah.
Saat Anderson sudah lengkap dengan pakaiannya dan berpamitan dengan Alda, tiba-tiba saja wanita itu terisak membuat Anderson panik.
"Hai ada apa sayang ? Apa ada yang sakit ? Apa kita ke rumah sakit sekarang ?" tanya Anderson bertubi-tubi.
"Hatiku yang sakit" jawab Alda di sela tangisannya.
"Kamu menyakiti hatiku, kamu tega ninggalin aku saat seperti ini, kamu jahat membiarkan aku sendiri dalam keadaan seperti ini" lanjutnya kini menangis lebih kencang.
"Tadi kamu yang memintaku ke kantor sayang" jawab Anderson membela diri.
"Tapi bukan berarti kamu mau dan tega ninggalin aku" Alda terus menyalahkan Anderson yang tidak peka.
Anderson memijit kepalanya yang terasa pusing, ia bingung mengapa istrinya seperti ini ?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1