Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Adu Mulut


__ADS_3

Hari ini Anderson meminta Alda ikut ke perusahaan, berhubung anak-anak mereka sedang berada di kediaman Lui.


Tak ada yang dikerjakan Alda saat berada di dalam ruangan suaminya itu, ia hanya duduk membaca koran dana majalah, bosan dengan itu Alda memilih nonton di dalam kamar. Saat jam makan siang Anderson mengajak Alda untuk makan di luar bersamanya.


Saat di lobby Alda dan Anderson melihat pihak keamanan sedan beradu mulut dengan seorang wanita di depan pintu masuk. Mereka segera berjalan ke arah tempat terjadinya keributan.


"Ada apa ini ?" tanya Anderson membuat pihak keamanan terdiam, sementara wanita yang ribut dengan mereka tersenyum lebar.


"Sayang, mereka melarang aku masuk" adu wanita tersebut yang tak lain adalah Hilda.


Alda terkejut mendengar wanita itu memanggil suaminya dengan sebutan 'sayang'. Ia tebak itu adalah mantan istri Anderson. Alda menatap wanita itu dengan teliti, ternyata memang benar kata suaminya jika wanita itu mirip setan. Penampilannya begitu terbuka, baju ketat dengan panjang yang hanya menutupi paha bagian atasnya, serta bagian atasnya tanpa lengan sehingga memperlihatkan kedua buah dadanya yang hampir menyembul keluar.


"Berhenti memanggilku sayang, aku bukan suamimu lagi ! Dan masalah mereka mengusirmu itu adalah perintah dariku ! Jadi pergilah dari sini !" balas Anderson.


"Meskipun kita sudah bercerai, tapi kita masih bisa rujuk ! Kita saling mencintai. Jadi kita bisa kembali bersama dan memulai semuanya dari awal !" ucap Hilda tanpa rasa malu.


"Siapa bilang kita saling mencintai ?" tanya Anderson menatap tatapan sinisnya.


"Memang kita saling mencintai, kamu sangat mencintai aku, aku yakin perasaan kamu masih sama dengan yang dulu"


"Jangan percaya diri ! Aku sudah memiliki wanita lain yang aku cintai" Anderson memeluk pinggang Alda dengan posesif.


Pandangan Hilda kini beralih menatap Alda. Ia menatap Alda dari atas hingga bawah, Hilda berdecih karena kesal melihat Alda berada dalam dekapan Anderson.


"Aku tidak percaya kamu mencintainya. Aku sangat yakin jika kamu menikah dengannya hanya karena kamu membutuhkan pelampiasan hasrat kan ?" Hilda tersenyum mengejek dan menatap Alda dengan tatapan permusuhan.


"Jaga omonganmu itu ! Sekarang pergi atau akan aku seret kamu dari sini !" Anderson mulai terpancing emosi menghadapai Hilda.


"Sabar sayang ! Jangan buang-buang tenaga meladeni wanita sepertinya !" celetuk Alda sambil mengusap lembut lengan Anderson.


Mendengar ucapan Alda membuat hati Hilda kepanasan, "apa katamu ? Hai, ingat ya ! Kamu itu hanya seorang pelakor yang tiba-tiba muncul merebut suamiku, jangan terlalu besar kepala karena bisa menikah dengan Anderson !" pekik Hilda.


Alda terkekeh mendengar ucapan Hilda yang mengatainya pelakor, "yang benar saja, aku seorang pelakor ? Apa kamu lupa jika kamu yang meninggalkan Anderson ? Kamu pergi tanpa meninggalkan sebuah alasan, kamu menghilang bagai ditelan bumi, dan sekarang kamu muncul dan mengaku-ngaku kalian saling mencintai. Jika kamu memang mencintainya, lalu mengapa kamu meninggalkannya ? Bukankah cinta sejati tidak akan meninggalkan pasangannya walau apapun alasannya ?" balas Alda.


"Jangan sok tahu kamu, aku punya alasan meninggalkan Anderson." Hilda mengepalkan tangannya karena Alda membalas perkataannya. Sungguh diluar perkiraannya, ia pikir Alda tipe wanita yang lemah dan tidak memberontak.

__ADS_1


"Lalu apa alasanmu ?"


"Kenapa kamu bertanya ? Apapun alasanku itu tidak ada urusannya denganmu !"


"Tentu saja itu urusanku, karena mantan suamimu kini menjadi suamiku. Jadi apapun yang berhubungan dengan suamiku itu semua urusanku, bahkan dengan masa lalunya sekalipun" balas Alda.


Melihat Hilda dan Alda beradu mulut, Anderson meminta pihak keamanan agar cepat mengusir Hilda dari perusahaannya. Dengan sigap mereka mengerjakan perintah Anderson.


"Apa-apaan kalian ini ?" Bentak Hilda ketika dua laki-laki memegang tangannya dan menariknya secara paksa menjauh dari Anderson dan Alda.


"Aku belum selesai bicara dengan pelakor itu, lepaskan aku sekarang juga !" teriak Hilda terus memberontak.


Alda dan Anderson menatap jijik ke arah wanita yang tidak tahu malu itu. Setelah Hilda sudah tidak terlihat lagi, mereka segera masuk ke mobil.


"Sudah aku bilang kan dia itu mirip setan" ucap Anderson membuat Alda terkekeh.


"Mirip setan... Mirip setan, tapi pernah cinta mati juga kan ?"


"Itu dulu sebelum aku sadar. Sekarang aku sudah sadar dan lebih mencintai bidadari seperti dirimu"


"Kamu sangat pintar merayu" balas Alda.


"Aku tidak merayu sayang, memang kamu adalah bidadari di hatiku"


"Iya, aku percaya padamu"


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit akhirnya mereka sampai di tempat tujuan. Mereka memesan ruangan VIP karena tidak ingin diganggu saat makan.


"Sayang, nanti malam kita jalan yuk !" ajak Anderson.


"Boleh aja sih. Tapi anak-anak gimana ?"


"Kan mereka bermalam di rumah Mommy. Malam ini waktunya kita pacaran"


Alda merasa geli mendengar ucapan suaminya yang seperti anak remaja yang ingin kencan.

__ADS_1


"Memang kita mau jalan kemana ?"


"Ya nggak kemana-mana sih, paling cuman jalan-jalan di hotel"


"Ck... Mana ada orang jalan-jalan di hotel ? Yang ada nginap sayang" Alda memanyunkan bibirnya membuat Anderson terkekeh.


"Atau kamu jalan-jalan ke suatu tempat ?"


"Nggak ada sih, malas juga jalan-jalan kalau malam"


"Kalau gitu kita ke hotel saja nanti malam !"


"Buat apa coba ?"


"Buat nginap sayang"


"Nggak ah, mending tidur di rumah aja" tolak Alda.


"Sayang, ayolah ! Sekali-kali kan nggak apa-apa, kita butuh waktu berdua agar bisa cetak adik baru untuk Cleo dan Terra" goda Anderson.


"Nggak ada kayak gitu !" Alda membuang wajahnya ke seberang tempat. Ia masih saja merasa malu jika membahas hal semacam itu.


"Ada sayang" ucap Anderson terus membujuk istrinya.


Pada akhirnya Alda mengalah karena Anderson tidak ingin kalah. Padahal mereka masih bisa melakukan hal itu di rumah mereka sendiri, pikir Alda. Tapi Anderson mengatakan ingin mengulang malam pertama mereka saat di hotel dulu.


Setelah selesai berdebat, mereka akhirnya makan siang. Setelah itu mereka kembali ke perusahaan.


"Sayang, kamu langsung istirahat aja di dalam kamar ya !"


Akhirnya Alda masuk ke kamar sementara Anderson kembali tenggelam dalam pekerjaannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


jangan lupa like, komen, vote, berikan hadiah untuk mendukung novel ini🤗

__ADS_1


__ADS_2