
Tidak terasa sudah sebulan Alda berada disini. Hari ini Alda berencana mengajak Anderson dan anak-anaknya jalan-jalan di Mall, sekalian ia ingin membeli perlengkapan bayi.
Alda dan Anderson membawa Cleo dan Terra bermain di Timezone. Mereka duduk menunggu anak-anak mereka hingga selesai bermain.
"Sayang kamu tunggu disini ya ! Aku ingin ke toilet sebentar" ucap Anderson.
"Iya sayang, hati-hati !" jawab Alda.
Anderson pun pergi ke toilet sementara Alda tinggal mengawasi kedua anaknya. Wanita itu terkadang tertawa melihat tingkah lucu Cleo dan Terra, ia bahagia melihat kedua anaknya itu saling menyayangi meskipun mereka hanya saudara tiri. Ia selalu berharap semoga hubungan persaudaraan antara kedua anaknya itu terjalin dengan baik hingga dewasa nanti.
Tak lama seseorang menghampiri Alda dan berdiri di sampingnya seperti sebuah patung. Alda yang merasa seseorang menghampirinya tidak menggubris orang tersebut. Ia tetap fokus menatap anak-anaknya bermain, hingga fokusnya buyar saat mendengar suara yang sangat ia kenal.
"Alda" ucap Araga lirih. Ya, pria itu adalah Araga.
Alda mengangkat kepalanya secara pelan hingga tatapannya dengan Araga bertabrakan. Alda terkejut melihat tubuh Araga yang terlihat begitu kurus, serta wajah yang kusam dan rahang yang ditumbuhi bulu-bulu halus.
"A-araga" balas Alda tak kalah lirihnya.
"Ini benar dirimu ? Apa aku bermimpi ? Aku menemukanmu Alda, aku menemukan dirimu setelah sekian lama penantian" ucap Araga kini menjatuhkan air matanya. Pria itu memeluk tubuh Alda dengan erat, ia belum sadar dengan perut buncit Alda karena dirinya terlalu senang bertemu dengan wanita yang ia cintai.
"Sayang, aku merindukanmu, aku sangat merindukan dirimu. Aku sudah mencarimu tapi aku tidak pernah berhasil menemukanmu. Alda aku mencintaimu, aku sangat-sangat mencintai dirimu. Maafkan aku terlambat menyadarinya, maafkan aku yang dulu begitu bodoh menyia-nyiakan perasaanmu. Aku minta maaf atas semua kesalahanku padamu, aku benar-benar menyesali semua perlakuan kasarku terhadapmu. Maafkan aku Alda, maafkan Aku !!!" Tubuh Araga bergetar karena terisak saat mengungkapkan perasaannya.
Alda yang dipeluk juga tidak bisa menahan air matanya, ia menangis bukan karena merindukan Araga, ia menangis melihat penampilan pria itu. Ia tidak menyangka Araga menjadi tidak terawat semenjak kepergiannya.
"Sayang, maukah kamu memaafkan diriku dan kembali memulai lembaran baru bersamaku ?" tanya Araga tanpa melepaskan pelukannya.
Alda tidak menjawab, wanita itu masih merasa sedikit syok dengan penampilan Araga. Dari kejauhan Anderson melihat seseorang memeluk istrinya, pria itu segera mendekat dan menarik Alda masuk dalam dekapannya.
"Jangan memeluk istriku !" Ucap Anderson dengan tegas.
Alda dan Araga tersentak kaget. Araga terkejut mendengar perkataan pria itu yang mengaku Alda adalah istrinya. Sementara Alda terkejut dan takut suaminya salah paham dengan apa yang ia lihat.
__ADS_1
"Sayang-" Alda ingin menjelaskan sesuatu namun Anderson memotong kalimat istrinya.
"Apa kamu baik-baik saja sayang ?" tanya Anderson terlihat cemas.
Diluar dugaan Alda, ia pikir suaminya akan marah padanya namun ternyata pria itu menanyakan keadaannya. Mungkin Anderson takut jika Araga melukainya, mengingat bagaimana pria itu dulu dengan kejamnya menyiksa Alda.
"Ya... A-aku baik-baik saja" jawab Alda.
Anderson lalu menatap Araga yang terdiam bagaikan patung, "Apa kamu buta ? Kamu tidak melihat istriku sedang hamil ? Apa kamu tidak malu memeluk istri orang dalam keadaan hamil ?" tanya Anderson dengan intonasi mengejek.
Araga semakin membeku kala matanya menatap perut buncit milik Alda. Seketika Araga berharap ini adalah mimpi, ia tidak siap melihat Alda menjadi milik pria lain, ia sungguh belum siap.
Tak lama Cleo dan Terra menghampiri mereka, "Mommy, Daddy, kami lapar" ucap Cleo.
Fokus Araga kini berpindah pada dua anak kecil.yang merengek karena merasa kelaparan. Araga menatap Cleo yang sangat mirip dengan Anderson, lalu ia menatap Terra.
*Deg*... Entah mengapa ia merasakan hatinya bergetar saat melihat wajah Terra. Ia merasa tidak asing dengan wajah gadis kecil tersebut.
"Ya sudah kalau gitu kita cari makan !" ajak Anderson.
"Ayo !" Anderson menarik tangan Alda pergi.
"Tunggu !" Ucap Araga menghentikan langkah mereka. Alda merasa semakin cemas karena takut Araga bisa mengenali putrinya.
"Alda, bisakah kita bicara sebentar ?" tanya Araga.
"Tidak !" bukan Alda yang menjawab melainkan Anderson.
"Kami tidak memiliki waktu untuk melayani dirimu" lanjut Anderson ketus.
"Aku tidak berbicara padamu. Aku juga tidak memiliki urusan denganmu, aku hanya ingin berbicara dengan Alda !" balas Araga kesal.
__ADS_1
"Jika kamu memiliki urusan dengan Vanya, itu artinya ku juga memiliki urusan denganku karena dia adalah istriku" balas Anderson tersenyum penuh kemenangan.
"Ayo sayang !" Ajak Anderson.
Mereka meninggalkan Araga yang mengumpati Anderson. Anderson dan Alda saling mendiamkan, tidak ada yang membuka suara anatar kedua orang dewasa itu. Hanya ada suara Terra dan Cleo yang asik bercerita di kursi penumpang.
Sesampainya di rumah Anderson segera masuk ke dalam kamar mereka. Alda menyusul suaminya yang seperti sedang marah.
"Apa kamu marah padaku ?" tanya Alda saat masuk ke dalam kamarnya, ia menghampiri Anderson yang sedang berbaring di atas ranjang.
"Tidak, aku tidak marah padamu sayang" jawab Anderson dengan lembut. Ia membawa Alda duduk di pangkuannya, lalu memeluknya.
"Lalu kenapa kamu mendiamkan diriku ?" tanya Alda.
"Aku diam karena kamu diam, aku pikir kamu masih syok karena bertemu dengan pria itu, makanya aku membiarkan kamu diam" jawab Anderson.
Bohong bila Anderson tidak marah dan cemburu ketika Alda dipeluk oleh pria lain, terlebih lagi itu mantan suaminya. Ia tidak marah pada Alda, ia marah pada Araga yang sangat lancang memeluk istrinya.
"Aku memang sedikit cemas tadi saat dia menatap Terra tadi" ucap Alda yang kini membalas pelukan Anderson.
"Lain kali kita tidak perlu membawa Terra keluar begitu sering, aku pun juga merasa cemas pria itu mengenali Terra" balas Anderson.
"Iya, sepertinya kita harus lebih waspada ketika membawa Terra keluar" ucap Alda membenarkan perkataan suaminya.
"Sekarang kita bersih-bersih yuk, gerah juga habis jalan-jalan" ucap Anderson.
"Aku siapkan air untukmu ya" ucap Alda.
"Kita mandi berdua ya sayang, aku kangen mandi bareng kamu" bisik Anderson di telinga Alda.
Belum sempat wanita itu menjawab, Anderson sudah bangkit dari ranjang dan mengangkat tubuh istrinya masuk ke kamar mandi. Sore hari itu mereka mandi berdua, tentunya sebelum mandi mereka melakukan ritual suami istri terlebih dahulu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Cie... yang peluk-peluk istri orang 🤣