Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Perasaan Anderson


__ADS_3

Malam harinya seperti biasa, Alda akan numpang makan sebelum pulang ke apartemennya, lebih tepatnya Belinda menahannya makan malam sebelum pulang.


Alda duduk diantara Cleo dan Alex. Memang seperti itulah posisi mereka saat makan, Cleo dan Alex akan berebut tempat duduk di samping Alda. Belinda hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah putra bungsunya dan cucunya itu. Sementara Anderson dan Lui hanya terdiam tanpa ekspresi.


"Aunty aku mau udang saus asam manis" ucap Cleo.


"Aku juga mau" celetuk Alex tak mau kalah.


Dengan telaten Alda mengisi piring Cleo dan Alex dengan lauk yang mereka pinta. Semua itu tidak luput dari perhatian Anderson.


"Kamu punya tangan sendiri dan besar, kenapa meminta Vanya memberikan lauk untukmu ?" tegur Belinda pada Alex.


"Cari istri makanya kalau mau dilayani dengan baik !" sambung Lui.


"Alex udah ada calon, tapi nggak tau deh wanita itu mau atau nggak nikah sama Alex" jawab Alex terkekeh.


"Ya ngomong dong ! Bagaimana kamu tahu kalau kamu nggak ngungkapin perasaan, wanita itu harus dikejar dan diperjuangkan !" ucap Belinda.


"Mommy bantuin Alex ya !"


"Usaha sendiri ! Lagian Mommy nggak tahu siapa wanita yang kamu sukai"


Alex hanya tersenyum sambil menatap Alda yang berada di sampingnya. Sementara Anderson tahu jika adiknya tertarik pada Alda.


"Ditikung orang baru tahu rasa" celetuk Anderson lalu kembali memakan makanannya.


"Memang siapa yang mau nikung ? Kakak ?"


Pertanyaan Alex sontak membuat Anderson tersedak, secara refleks Alda memberikan air putih sama seperti yang ia lakukan ketika Cleo tersedak makanan.


"Pelan-pelan kalau makan !" ucap Belinda sambil mengelus punggung putra sulungnya.


Alex hanya tersenyum simpul, ia tahu jika kakaknya itu sebenarnya tertarik dengan Alda. Ia beberapa kali memergoki sang kakak menatap Alda secara diam-diam, bahkan beberapa kali Anderson terlihat tersenyum tipis saat melihat Alda tertawa ceria saat bersama Cleo.


Anderson menatap adiknya dengan tatapan tajam, sementara Alex tampak acuh dan kembali menyantap makanannya.


Setelah makan malam, Alda kemudian pamit untuk pulang. Seperti biasanya Alda akan pulang diantar oleh Alex ataupun Anderson. Sebenarnya Alda merasa lebih nyaman diantar oleh Alex daripada Anderson, Alex lebih enjoy diajak bicara sementara Anderson begitu kaku.


"Aunty, Cleo boleh ikut antar Aunty Vanya pulang ?"


"Boleh, tapi minta ijin dulu sama oma !"

__ADS_1


"Tadi udah minta ijin, kita berangkat sekarang yuk !"


Cleo begitu antusias ingin mengantar pulang Alda, pria mungil itu menarik tangan Alda dengan lembut menuju garasi mobil.


"Kakak mau antar ?" tanya Alex memandang sang kakak.


"Memangnya kamu kenapa ?" bukannya menjawab Anderson malah bertanya balik.


"Nggak nanya doang. Kalau nggak mau berarti Alex yang bakalan anterin Vanya. Itung-itung buat PDKT"


Alex sengaja memancing sang kakak agar mau mengantar Alda. Sebenarnya pria itu tidak menyukai Alda, ia hanya menganggap Alda seperti saudara perempuannya.


"Aku saja, lagipula ada Cleo. Anak itu tidak mungkin mau naik mobilmu" jawab Anderson capat.


"Ck... Jual Cleo Mulu perasaan, coba sekali-kali buang gengsi, ingat kata Mommy, wanita itu dikejar dan diperjuangkan !" ucap Alex sebelum masuk rumah.


Anderson yang mendengar itu hanya terdiam. Jujur saja wanita itu tidak hanya mampu mencuri hati Cleo dan Belinda, Anderson pun telah dicuri hatinya. Namun pria kaku itu begitu gengsi untuk mengakuinya, ia juga takut Alda tidak menyimpan perasaan padanya, melihat bagaimana wanita itu begitu dekat dengan Alex. Anderson merasa Alda menyukai adiknya itu. Terlebih kegagalan rumah tangganya yang dulu masih membuat Anderson berpikir matang-matang untuk melangkah lebih jauh dengan seorang wanita.


"Masuk !" perintah Anderson dengan datar.


Alda menghela nafas sebelum masuk dan duduk di kursi belakang. Anderson mendengus kesal melihat wanita itu duduk di kursi penumpang dengan Cleo.


"Apa kalian menganggapku supir ? Kenapa kalian duduk berdua di belakang ?" kesalnya.


"Aunty duduk di depan saja !"


Alda melirik Anderson dari cermin, seketika Alda kembali menelan salivanya dengan kasar saat matanya bertemu dengan tatapan Anderson. Akhirnya dengan terpaksa Alda pindah di kursi samping pengemudi. Anderson segera melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Tak ada percakapan yang terdengar dari mulut ketiga orang itu, Alda mencoba menoleh ke belakang melihat Cleo yang tanpa suara. Pantas saja tidak ada celotehan yang keluar dari anak mungil itu, ternyata Cleo sedang tertidur.


Sesampainya di depan apartemen Alda, wanita itu segera turun. Sebelum turun Alda sempat mengucapkan terima kasih namun Anderson tidak menjawabnya.


Anderson menancap gas mobilnya setelah memastikan Alda masuk. Setibanya Anderson di kediaman Lui ia segera membawa putranya masuk ke kamarnya. Setelah itu ia masuk kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa saat kemudian Anderson membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ia memandang langit-langit kamarnya dengan berbagai macam pikiran.


"Boleh Mommy masuk ?"


Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar. Anderson segera berdiri membukakan pintu untuk sang Mommy. Setelah itu ia masuk dan kembali duduk di atas ranjangnya diekori oleh Belinda.


"Tadi Alex bilang ke Mommy kalau kamu sedang menyukai seorang wanita, apa benar ?"


Anderson tidak menjawab, ia memilih memejamkan matanya menikmati irama detak jantungnya yang begitu cepat saat tiba-tiba terbayang wajah Alda. Sepertinya ia memang menyukai wanita itu.

__ADS_1


"Mommy tidak tahu siapa wanita itu, Mommy akan mendukung pilihan kamu asal tidak kembali bersama mantan istrimu. Segera ungkap perasaanmu dan persunting wanita itu, Cleo pasti akan merasa senang jika punya Mommy baru" lanjut Belinda.


Anderson membuka matanya dan menatap sang Mommy, "wanita itu Vanya" ucapnya dengan tegas.


Belinda tampak terkejut dengan jawaban putranya, "Vanya ? Bagaimana bisa ? Bukannya kamu ti-"


"Anderson tidak tahu mengapa aku bisa seperti ini. Aku sangat berharap wanita itu mau menjadi Mommy Cleo"


"Kamu hanya berharap ia menjadi Mommy pengganti Cleo ?"


"Tidak, untuk menjadi istriku juga. Jujur saja aku merasa kesal jika melihat Alda dekat dengan Alex. Aku selalu merasa gugup dan berdebar saat berdekatan dengannya"


Belinda tersenyum simpul mendengar jawaban putranya, "segeralah katakan semuanya pada wanita itu, sebelum adikmu menikungmu !"


""Anderson tidak tahu cara mendekati wanita Mom, Mommy mau membantuku ?"


"Minta bantuan sama putramu saja !" jawab sang Mommy sebelum keluar dari kamarnya.


Anderson melihat sang Mommy menghilang di balik pintu kamarnya. Sepertinya dirinya memang perlu bantuan putranya itu. Pria itu akhirnya memutuskan untuk tidur, besok ia akan menyusun rencana agar bisa mendekati Alda. Ia tidak ingin adiknya mendahuluinya.


Minggu pagi, Anderson membawa Cleo ke apartemen Alda. Sebelum berangkat Anderson sudah bertanya pada putranya, apa dia menyukai Vanya ? Apa dia ingin Vanya jadi Mommy-nya ? Apa ia ingin jadi kakak beneran untuk dedek bayi yang ada di perut Vanya ?, dan semua pernyataan itu dijawab anggukan antusias dari Cleo. Tentu saja ia ingin Alda menjadi Mommy-nya, Cleo ingin Alda tidak hanya datang mengunjunginya namun Cleo juga ingin tinggal bersamanya.


Anderson juga telah mewanti-wanti Cleo agar membantunya dekat dengan Alda jika ingin wanita itu menjadi milik mereka. Anderson juga sengaja mengatakan jika mereka tidak cepat menarik hati Alda untuk menjadi Mommy-nya maka Alda bisa menjadi milik Alex. Tentu saja Cleo tidak ingin hal itu terjadi.


"Daddy apa ini tidak terlalu pagi ?" tanya Cleo.


"Tidak" jawab Anderson.


Waktu masih menunjukkan pukul setengah tujuh. Ia sengaja datang pagi agar bisa mengajak Alda jalan-jalan pagi di taman kota. Anderson pikir itu sangat bagus untuk wanita yang hamil tua.


Beberapa menit kemudian mereka sudah berada di depan pintu apartemen Alda, Anderson merasa gugup ingin bertemu wanita itu.


"Dad, pencet belnya !" ucap Cleo.


Anderson mengangguk lalu memencet bel rumah Alda. Ia merasakan jantungnya berdetak kencang saat pintu itu terbuka. Alda terlihat masih acak-acakan dengan pakai tidurnya. Sementara Alda masih belum sadar dengan kedatangan kedua pria beda usia itu, matanya masih terpejam.


"Selamat pagi Aunty" sapa Cleo.


Sontak saja Alda terkejut mendengar suara itu, seketika matanya terbuka lebar. 'Cleo, dan...' batinnya sebelum menutup kembali pintunya dengan keras. Ia melihat penampilannya yang berantakan, wanita itu menjerit dalam hati, ia malu sangat malu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak😘


__ADS_2