Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Akhir yang Bahagia


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian, Alda di larikan ke rumah sakit karena ketubannya sudah pecah. Sebentar lagi wanita itu melahirkan anak keduanya. Semua orang tampak menunggu di luar ruangan bersalin dengan wajah cemas. Sementara Anderson menemani Alda di dalam ruangan bersalin.


Anderson melihat Alda meringis kesakitan menjadi tidak tega. Ia teringat saat pertama kali menemani Alda melahirkan, namun dulu ia tidak sempat melihat wanita itu mengejang. Kali ini Anderson melihat perjuangan istrinya melahirkan anak mereka, rasanya ia ingin menggantikan posisi istrinya saja.


"Sayang kamu wanita yang kuat, kamu pasti bisa, sebentar lagi kita bertemu dengan ank kita" ucap Anderson di telinga Alda. Ia tidak hentinya mengecup kening dan telapak tangan istrinya, ia juga terus memberikan semangat kepada Alda.


"Sedikit lagi Bu, kepalanya sudah mulai terlihat" ucap sang dokter.


Alda kembali mengejang hingga tiga kali dan akhirnya anak mereka lahir dengan selamat. Alda tersenyum diiringi air mata kebahagiaan saat mendengar tangisan anaknya, begitu juga dengan Anderson.


"Terima kasih sayang" ucap Anderson.


"Selamat bu, anaknya seorang gadis cantik" ucap sang dokter.


"Terima kasih sayang, kamu telah berhasil melahirkan putri cantik kita" ucap Anderson sangat bahagia. Kini mereka mempunyai dua princess cantik.


Beberapa jem kemudian Alda sudah dipindahkam ke ruang rawat inap. Sementara bayinya masih berada di ruang bayi. Seluruh keluarga berkumpul di ruangan Alda, mereka sangat bahagia dengen kelahiran putri Alda dan Anderson.


Tak lam pintu terbuka, semua orang terkejut saat melihat siapa yang datang. Sesaat mereka terdiam, ini untuk pertama kalinya kedua mantan besan bertemu setelah perceraian anak-anak mereka.


"Silahkan masuk !" ucap Mama Larissa sedikit canggung.


Araga dan kedua orang tuanya masuk. Mami Evelin langsung memeluk tubuh Mama Larissa dengan erat. Kedua wanita paruh baya itu saling meminta maaf atas kejadian yang membuat mereka saling menjauh. Begitu juga dengan Papa Atmajaya dan Papi Argantara yang saling meminta maaf. Sementara Araga berjalan pelan menghampiri Alda yang dijaga oleh Anderson.


"Maaf" ucap Araga tidak bisa membendung air matanya. Juju saja rasa penyesalannya semakin besar ketika melihat Alda sudah bahagia dengan pria lain, namun Araga tidak boleh egois. Ini adalah konsekuensi yang harus ia terima karena menyia-nyiakan cinta tulus Alda. Jika ditanya, Apakah Araga masih mencintai Alda ? Tentu saja jawabannya 'iya'. Araga masih sangat mencintai Alda, tapi ia harus mengalah dan lebih memilih menyimpan perasaannya untuk wanita itu selamanya. Biarkanlah dia hidup dengan sisa cintanya itu. Ia tidak ingin mengusik Alda lagi, Alda sudah menemukan kebahagiaannya. Ia ikut bahagia melihat Alda bahagia walaupun bersama dengan pria lain.


"Aku sudah memaafkanmu" jawab Alda tersenyum hangat. Alda memang telah memaafkan kesalahan Araga di masa lalu. Luka dan rasa traumanya juga sudah sembuh. Jadi tidak perlu lagi menyimpan dendam atas luka hati yang telah sembuh. Kini saatnya mereka saling memaafkan dan memulai kisah baru.


"Aku ikut senang atas kelahiran putrimu" ucap Araga dengan tulus.


"Terima kasih" jawab Alda, "Oh ya, kenalkan ! Ini suamiku Anderson !" lanjut Alda memperkenalkan Anderson pada Araga.


"Araga" ucapnya pada Anderson.


"Aku sudah tahu" jawab Anderson sedikit ketus.


Alda paham jika suami posesifnya itu masih sedang cemburu. Alda hanya bisa geleng-geleng kepala dengan sikap suaminya itu.


Tak lama Mami Evelin dan Papi Argantara memberikan ucapan selamat kepada Alda dan Anderson. Mereka ikut senang melihat Alda menemukan kebahagiaannya. Kini mereka berharap Araga juga menemukan wanita yang bisa membuatnya bahagia.


.


Sepuluh tahun kemudian. Araga meminta bertemu dengan Alda. Saat ini Araga berada di negara tempat dimana Alda tinggal bersama suaminya. Untungnya Alda setuju dengan permintaan Araga, namun wanita itu tidak datang sendiri melainkan bersama Anderson. Araga bisa memaklumi hal itu, jikapun dirinya yang menjadi suami Alda mungkin ia akan bersikap yang sama dengan Anderson.


"Sudah lama ?" tanya Alda pada Araga.

__ADS_1


"Tidak juga" jawab Araga tersenyum hangat pada Alda dan Anderson.


"Masih sendiri aja sih, kenapa tidak cari istri baru ?" tanya Anderson pada Araga. Menurutnya jika Araga masih sendiri itu bisa jadi ancaman untuknya.


"Belum ketemu yang cocok" jawab Araga. Mana bisa dirinya mencari wanita lain sementara hatinya masih dikuasai oleh Alda.


"Belum ketemu karena kamu tidak mencari, wanita itu banyak loh" balas Anderson.


"Sudahlah, kita pesan makan sekarang !" ucap Alda menyudahi percakapan kedua pria itu.


Mereka kemudian memesan makanan. Setelah makan mereka lanjut mengobrol tentang kehidupan yang mereka jalani beberapa tahun ini.


"Araga, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Aku pikir ini adalah waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya. Tapi sebelumnya aku minta maaf kerena menyembunyikan semuanya padamu, aku hanya menunggu Terra mengerti semua keadaan ini" ucap Alda pada Araga.


Araga tampak bingung dengan ucapan Alda. Ia berusaha mencerna perkataan Alda.


"Nanti malam datanglah ke rumah kami !" ucap Alda.


"Baiklah" jawab Araga. Ia penasaran apa maksud dari perkataan Alda.


"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu" ucap Alda pamit.


"Hati-hati !"


Sepeninggalan Alda dan suaminya, Araga kembali ke hotel tempatnya menginap. Ia ingin istirahat sebelum berkunjung ke rumah Alda dan Anderson.


"Kamu sudah datang ? Ayo masuk !" ajak Alda.


Araga melangkah masuk, Anderson menyambut kedatangannya. Anderson juga memanggil anak-anak mereka untuk menyambut kedatangan Araga.


"Namanya Cleo, dia adalah putraku bersama istri pertamaku" ucap Anderson memperkenalkan Cleo pada Araga.


"Halo Uncle, namaku Cleo" ucap Cleo memperkenalkan diri. Umur Cleo saat ini sudah menginjak 17 tahun.


"Hai anak muda tampan, panggil saja Uncle Araga !" balas Araga tersenyum pada Cleo.


"Baik Uncle Araga" jawab Cleo.


"Nah, kalau yang cantik ini putriku dengan Alda. Namanya Ciara" ucap Anderson memperkenalkan putrinya yang berumur 10 tahun, "Ayo Cia, perkenalkan diri dengan Uncle Araga !"


Cia segera memperkenalkan diri pada Araga, dan Araga pun memperkenalkan diri pada Cia.


"Ada satu lagi, namanya Terra Septiani Argantara" ucap Anderson memperkenalkan Terra.


Seketika Araga salah fokus saat mendengar akhir nama dari Terra. Seketika ia menatap Anderson dengan tatapan yang penuh tanya. Anderson mengangguk sebagai jawaban atas pertanyaan Araga. Mata Araga kini beralih pada Terra.

__ADS_1


"Ayah..." ucap Terra dengan lirih. Memang Terra sudah tahu jika Anderson buka ayah kandungnya. Alda telah mengatakan semuanya pada Terra sebulan yang lalu. Tapi Alda hanya mengatakan jika mereka pisah karena tidak memiliki kecocokan. Alda tidak mungkin mengatakan hal yang buruk yang pernah Araga lakukan padanya. Ia tidak ingin Terra membenci Araga.


Tanpa sadar Araga menjatuhkan air matanya saat Terra mendekap erat tubuhnya. Ia masih belum percaya jika dirinya memiliki seorang putri dari pernikahannya dengan Alda. Putri yang sangat cantik.


"Ayah, aku merindukanmu" ucap Terra pada Araga.


"Mommy sering cerita tentang Ayah pada Terra, ia mengatakan jika Ayah adalah pria tampan yang baik hati. Mommy juga sering memperlihatkan foto Ayah pada Terra" ucap Terra dalam isakannya.


"Be-benarkah ?" tanya Araga terbata.


Terra mengangguk dalam pelukan Araga. Setelah itu Araga melepaskan pelukannya. Ia menatap Alda dan Anderson dengan tatapan penuh intimidasi. Ada rasa marah pada Alda mengapa ia menyembunyikan Terra padanya.


Alda pun mengajak Araga berbicara empat mata. Wanita itu menjelaskan semua alasannya mengapa dia menutupi tentang Terra padanya. Araga pun mengerti ketakutan Alda, ia tidak bisa menyalahkan Alda sepenuhnya. Ia harusnya bersyukur karena wanita itu memilih mempertahankan bayi mereka walau dalam keadaan sulit.


"Terima kasih karena kamu mempertahankannya" ucap Araga tulus pada Alda.


"Itu juga anakku, mana mungkin aku menghilangkannya" ucap Alda tersenyum hangat pada Araga.


"Araga, sudah saatnya kamu memilih untuk hidup bahagia ! Jangan selalu menyiksa diri dengan kesendirian ! Ada banyak cinta di luaran sana yang bisa membuatmu merasa lengkap, cobalah untuk membuka hati kembali !" ucap Alda lembut.


"Mungkin tidak sekarang" ucap Araga. Nama Alda masih tersemat di hatinya. Dirinya belum memiliki niat mencari pasangan lagi. Lagipula umurnya juga sudah tidak mudah lagi. Umurnya sudah memasuki kepala empat, menikah bukan lagi prioritas hidupnya.


"Lalu kapan ?" tanya Alda.


"Aku ingin menikmati waktuku dulu bersama Terra. Aku ingin menebus waktuku sebagai seorang Ayah yang baik" ucap Araga sambil tersenyum.


"Alda, bisakah kamu mengizinkan Terra tinggal bersamaku ?" tanya Araga penuh harap, "Aku tidak merebutnya darimu. Aku hanya ingin hidup bersama putriku, lagi pula disana ada keluargamu juga" lanjut Araga.


"Nanti tanya pada Terra saja ! Sekarang kita masuk untuk makan malam !" Ucap Alda.


Walau berat hati melepas Terra pergi jauh, tapi Alda juga tidak boleh egois. Ia sudah memisahkan Araga dengan anak mereka cukup lama. Kini saatnya ia bermanja-manja dengan putrinya.


Saat selesai makan malam mereka duduk di sofa ruang tengah. Alda mulai menjelaskan niat Araga yang ingin membawa Terra ikut pulang dengannya.


"Terra mau ikut dengan Ayah, asal Ayah tidak melarang ku bertemu dengan Mommy dan Daddy !" Jawab Terra.


"Kita akan sering-sering mengunjungi Mommy dan Daddy mu disini" jawab Araga tersenyum senang. Ia bahagia karena putrinya setuju untuk ikut dengannya.


Alda dan Anderson ikut senang karena Terra menerima kehadiran Araga sebagai Ayahnya. Walaupun begitu mereka juga merasa sedih karena harus berpisah dengan Terra.


Mereka kembali bersenda gurau menjadikan suasana begitu hangat. Kini diantara Araga dan Alda sudah tidak memiliki dendam lagi. Masa lalu mereka simpan di tempatnya sebagai pelajaran hidup. Kini saatnya mereka saling berbagi kebahagiaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TAMAT 🎉🎊

__ADS_1


akan ada cerita lanjutan kisah Araga mencari cinta dan kisah cinta anak-anak mereka ❤️


terima kasih untuk kalian yang masih setia membaca karya recehku ini❤️🤗🥰


__ADS_2