Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Ketemu Setan


__ADS_3

"Sayang" teriak Anderson ketika sudah masuk di ruangannya.


Ia mencari keberadaan anak dan istrinya namun ia tidak menemukannya, akhirnya ia masuk ke dalam kamar yang ada di dalam ruangannya tersebut. Ternyata Alda dan kedua anaknya ketiduran saat menunggu kedatangan Anderson. Pria itu seketika merasa bersalah karena tidak mengabari istrinya terlebih dahulu agar tidak ke kantor terlalu cepat.


"Sayang, Boy, Princess, yuk bangun ! Daddy sudah balik"


Anderson berusaha membangunkan ketiga orang tersayangnya. Perlahan Alda terbangun, disusul Cleo dan Terra.


"Kamu dari mana sayang ?" tanya Alda dengan suara yang terdengar serak.


"Maaf aku lupa mengabari dirimu agar tidak datang terlalu cepat ke kantor, aku habis ketemu dengan teman-temanku dan beberapa kolega bisnis di restoran" jawab Anderson.


"Tidak masalah sayang. Tapi kamu udah makan siang ?"


"Belum, aku tidak jadi makan siang dengan mereka karena teringat dengan janjiku pada kalian"


"Kenapa nggak ikut makan siang saja ? Kan kamu bisa ngabarin kalau kamu ikut makan siang sama temanmu"


"Nggak mungkin aku pilih makan siang dengan mereka sementara istri dan anakku sedang menunggu kedatanganku. Makan bersama kalian lebih nikmat"


"Kamu bisa saja sih, ya sudah kalau gitu Mommy siapkan makanan untuk kalian" ucap Alda.


Mereka kemudian makan siang di dalam kamar, sesekali mereka bersenda gurau sehingga menjadikan suasana terasa hangat.


Setelah makan siang, Alda dan anak-anak ingin pulang. Anderson menemani istrinya menuju parkiran mobil.


"Kalian hati-hati ya !" ucapnya.


Anderson memberikan kecupan di pucuk kepala kedua anaknya sebelum masuk ke dalam mobil. Anderson lalu memeluk tubuh istrinya tanpa rasa malu ditatap oleh pegawainya.


"Jangan seperti ini ! Malu tahu di lihat sama orang-orang" ucap Alda.


"Ngapain malu sayang, kita suami istri jadi wajar kalau saling memeluk. Lagian mereka tidak mungkin gosipin kita di belakang, mereka tahu akibatnya jika membicarakan Ceo-nya"


"Ya terserah kamu deh" jawab Alda pasrah.


Anderson melepaskan pelukannya lalu memberikan kecupan di setiap inci wajah istrinya. Setelah itu baru ia melepaskan istrinya untuk pulang.

__ADS_1


Sepeninggalan Alda, Anderson kembali berjalan masuk namun tiba-tiba tangannya dicekal oleh seseorang.


"Anderson tunggu !" ucap wanita itu.


Mendengar suara itu Anderson bisa menebak siapa pemilik suara tersebut. Ia memutar tubuhnya menghadap wanita itu, wanita yang tega meninggalkan putranya saat masih berumur satu minggu, wanita yang tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi. Namun kini wanita itu muncul di hadapannya secara tiba-tiba.


"Anderson sayang, aku merindukanmu" ucapnya dengan air mata yang mengalir, wanita itu hendak memeluk tubuh Anderson namun pria itu segera menjauh.


"Kenapa kamu menjauh dariku ? Apa kamu tidak merindukan diriku ?" tanyanya.


Anderson tidak menjawab sama sekali, ia hanya menatap datar wanita di hadapannya.


"Sayang, maafkan aku karena pergi secara tiba-tiba. Aku punya alasan mengapa aku meninggalkan dirimu waktu itu, tapi aku belum bisa menjelaskannya sekarang, maukah kamu memaafkan diriku ?" Hilda mulai menjelaskan di sela tangisannya.


Anderson tidak menjawab karena dirinya tidak mendengar baik apa yang wanita itu katakan, rasa marah, rasa bencinya terhadap wanita itu sangatlah besar. Seandainya di hadapannya itu bukan seorang wanita, mungkin Anderson sudah menghajarnya habis-habisan.


"Pergi dari sini !" tiga kata yang dikeluarkan Anderson sontak membuat Hilda terkejut. Ia tidak menyangka jika pria yang pernah menjadi suami itu ternyata tega mengusirnya.


"Sayang, kamu mengusirku ?"


"Kamu tuli ? Jika kamu tidak ingin pergi maka akan aku suruh pihak keamanan untuk mengusirmu dari sini !"


"Kehadiranmu sama sekali tidak memberikan kesenangan untukku sama sekali, jadi pergi sekarang sebelum aku meminta pihak keamanan mengusirmu dengan kasar !"


"Anderson kamu kejam sekali padaku... Baiklah, aku akan menuruti perkataanmu hari ini, tapi besok aku akan kembali kesini sayang. Mungkin kamu terlalu syok dengan kemunculanku yang tiba-tiba, aku tahu kamu perlu waktu," ucap Hilda berusaha bersikap tenang walau dalam hatinya mengumpat Anderson. Wanita itu kemudian pergi meninggalkan perusahaan Anderson.


Anderson berpesan kepada semua pengaman dan staf-staf lainnya agar tidak mengizinkan Hilda menginjakkan kaki di perusahaannya.


Anderson kembali ke ruangannya. Seketika ia tidak fokus bekerja setelah kedatangan Hilda. Mengapa baru sekarang wanita itu muncul setelah bertahun-tahun pergi ?. Anderson khawatir dengan kehadiran Hilda dalam hidupnya, rumah tangganya dengan Alda menjadi terusik.


Anderson sangat mencintai Alda dan tidak mau kehilangan wanitanya itu, dengan kehadiran Hilda membuatnya sedikit cemas. Mantan istrinya itu bisa saja jadi ancaman bagi keluarganya saat ini.


"Ya Tuhan... Mengapa wanita itu muncul lagi ? Kenapa tidak menghilang saja selamanya" teriak Anderson frustasi.


Karena tidak fokus bekerja, akhirnya Anderson memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Memeluk tubuh Alda pasti bisa membuatnya merasa tenang.


Kedatangan Anderson membuat Alda heran, pasalnya dirinya baru saja sampai di rumah tiba-tiba saja suaminya menyusul.

__ADS_1


"Loh kok pulang cepat ? Apa ada barang yang ingin kamu ambil ?"


"Nggak ada sayang, aku pulang karena kangen sama kamu"


Anderson segera memeluk tubuh istrinya dengan erat, benar saja memeluk Alda membuatnya merasa lebih tenang.


"Ada apa ? Apa kamu punya masalah ?" tanya Alda.


"Aku habis ketemu setan"


Alda mengerutkan keningnya saat mendengar jawaban Anderson, "kok bisa sih ? Emang jaman gini masih ada setan ? Kalaupun ada, nggak mungkin munculnya siang" ucap Alda tidak percaya.


"Beneran sayang, aku baru aja ketemu setan. Bahkan ini lebih menyeramkan daripada setan"


"Kamu ngawur aja deh"


Mereka lalu melepaskan pelukannya dan duduk di sofa. Anderson lalu menceritakan apa yang ia alami tadi setelah kepergian Alda. Mendengar cerita suaminya, Alda sedikit terkejut.


"Sayang, aku punya firasat buruk setelah bertemu dengan setan itu" ucap Anderson.


"Kan dia punya nama, kenapa mesti panggil setan ?"


"Soalnya dia lebih kejam daripada setan, di tega ninggalin Cleo saat umurnya masih seminggu"


Alda paham dengan perasaan suaminya yang merasa sakit setelah ditinggal mantan istrinya itu.


"Apa kamu masih memiliki perasaan padanya ?" tanya Alda menatap suaminya dengan tatapan serius.


"Apa istriku sedang cemburu ?" goda Anderson, "Begini sayang, jika aku masih mempunyai perasaan padanya, mana mungkin aku berkata jujur padamu jika si setan menemuiku. Aku sudah tidak mempunyai perasaan padanya sejak perceraianku dengannya. Jikapun ada perasaan itu bukan rasa cinta, tapi lebih ke rasa benci dan amarah" jelas Anderson.


"Tapi bagaimana jika dia masih memiliki perasaan padamu ?"


"Itu urusannya, jika ia masih menyimpan perasaan yang sama seperti dulu itu tidak akan pernah bisa merubah rasa cintaku padamu. Kamu adalah wanita terakhir dalam hidupku. Kamu harus ingat itu sayang ! Tidak akan pernah ada wanita yang bisa merubah posisimu di hatiku hingga akhir hayatku, kamu adalah cinta sehidup sematiku"


Anderson mencoba meyakinkan Alda, ia tahu jika istrinya sedang mengkhawatirkan perasaannya akan berubah. Anderson bisa mamastikan jika perasaannya tidak akan pernah berubah sama sekali.


Anderson membawa Alda dalam pelukannya, Alda pun membalasnya dengan pelukan erat dan hangat. Jujur saja ia takut suaminya akan berpaling dengan wanita yang bernama Hilda itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kita kasih ujian ya buat rumah tangga Anderson dan Alda sebelum End🤣


__ADS_2