
Anderson dengan lantang mengucapkan janji suci untuk sehidup semati Dangan Alda. Suara riuh para tamu undangan membuat acara semakin meriah. Alda mulai berjalan di atas karpet merah dengan anggun. Dalam kejauhan Anderson bisa melihat betapa cantik wanita yang telah ia nikahi walau hanya memakai makeup tipis. Jantung Alda semakin berdetak kencang saat dirinya semakin dekat dengan Anderson. Rasa gugup jelas terlihat di wajahnya walaupun ia berusaha menutupinya dengan senyuman. Sama halnya dengan Anderson, namun pria itu mampu menutupi rasa gugupnya dengan wajah datarnya.
"Ck... Senyumlah ! Jangan buat raut wajah seperti itu ! Tamu akan mengira dirimu tidak bahagia menikah dengan Alda" goda Brian sambil terkekeh. Ia tahu jika Anderson merasa gugup makanya sebisa mungkin ia menutupi rasa gugup itu dengan memasang wajah datar.
"Sekarang kamu hampiri istrimu ! Gandeng tangannya menuju pelaminan !" ucap Adnan.
Anderson mulai berjalan menghampiri Alda, jantungnya jelas berbeda sangat kencang. Terlebih lagi saat dirinya sudah berada tepat di hadapan Alda.
"Cantik" pujinya yang tanpa sadar mengulurkan tangannya mengelus lembut pipi Alda.
"Rasanya aku ingin membawamu cepat pergi dari sini ! Kamu sangat cantik dan aku tidak suka kecantikanmu membuat pria lain terpesona" ucapnya lagi.
"Kamu ini bicara apa ? Kita masih di atas pelaminan, jangan macam-macam disini, masih banyak tamu !"
Anderson terkekeh mendengar ucapan Alda terlebih lagi saat melihat wajahnya yang tampak memerah karena tersipu malu.
"Ayo kita melangkah bersama ! Akan ku buat perjalanan hidupmu penuh tangisan kebahagiaan, akan ku buat senyum di wajahmu takkan bisa luntur walau hanya sedetik saja"
Anderson mengulurkan tangannya di hadapan Alda. Wanita itupun menerima uluran tangan suaminya, merasa saling menggenggam dan berjalan menuju pelaminan.
(ini bukan Visualnya ya😬 yang minta Visual bisa bayangin diri sendiri aja sama pasangan masing-masing 🤣)
Semua para tamu undangan ikut senang melihat kedua mempelai menampilkan senyum penuh kebahagiaan. Begitu juga dengan kedua keluarga besar mempelai, bahkan Mama Larissa menangis terharu melihat putrinya yang akhirnya bisa menemukan kebahagiaannya.
Acara resepsi pernikahan Alda dan Anderson berjalan lancar hingga acara selesai. Kedua mempelai itu telah meninggalkan tempat acara. Kini tinggal keluarga mereka yang menyambut beberapa tamu yang datang terlambat.
Alda dan Anderson kini berada di dalam kamar hotel. Meskipun ini adalah pengalaman kedua mereka, namun tetap saja mereka merasa gugup.
"Hm... Mau ke kamar mandi ?" tanya Anderson membuka percakapan mereka.
"Iya" jawab Alda singkat.
"Kalau gitu aku siapin air hangat ya, kamu tunggu disini sebentar !"
__ADS_1
Anderson masuk ke kamar mandi dan menyalakan shower, sementara Alda sedang berusaha membuka gaunnya. Alda kesulitan melepas gaunnya karena resletingnya berada di bagian belakang.
"Duh.... Kok sulit sekali sih ?"
Anderson yang baru saja keluar dari kamar mandi, menatap Alda yang sedang kesulitan menarik resleting gaunnya. Tanpa berpikir lama, ia segera menghampiri istrinya dan membantu Alda. Alda merasa malu ketika sadar Anderson berada tepat di belakangnya dan hendak membantunya.
"Kenapa tidak minta bantuan ku saja ?"
"A-aku malu"
"Kenapa harus malu ? Aku suamimu bukan pria lain lagi"
Alda tidak menjawab dan membiarkan Anderson membantunya membuka gaunnya. Seketika jiwa kelakian Anderson bangkit saat melihat punggung Alda yang begitu mulus. Tangannya tidak tahan ingin menyentuh kulit istrinya yang halus itu.
"Sayang.... Aku tidak tahan" ucapnya dengan suara yang mulai serak.
Alda yang paham dengan ucapan suaminya kini wajahnya memerah kerena tersipu malu.
"Apa aku boleh melakukannya ?" Anderson meminta ijin terlebih dahulu dengan Alda, meskipun tanpa persetujuan Alda ia berhak melakukan hal itu. Namun tetap saja, Anderson tidak ingin egois.
Anderson tersenyum ketika melihat Alda mengangguk. Tanpa pikir panjang Anderson segera melancarkan aksinya. Pria itu memberikan sentuhan-sentuhan lembut sehingga membuat Alda ikut terbuai dalam permainannya. Memang ini bukan pertama kalinya bagi Alda bercinta, tapi ini pertama kalinya Alda merasakan sentuhan-sentuhan penuh cinta dari suaminya. Tak ada aksi kasar yang dilakukan Anderson saat bercinta dengannya, semua dilakukan pria itu dengan lembut sehingga membuat Alda terbang melayang.
Cukup lama keduanya bergulat di bawah selimut. Bahkan Alda sudah mencapai puncaknya hingga berkali-kali, namun Anderson masih belum memiliki niat mengehentikan permainan panas mereka. Alda yang menikmati cumbuan Anderson pun tidak keberatan.
"Terima kasih sayang... Aku sangat mencintaimu" bisik Anderson ketika telah mereka telah mencapai puncaknya.
Alda hanya mampu tersenyum karena merasa sangat lelah. Anderson turun dari atas tubuh istrinya dan berbaring di sampingnya. Karena kelelahan mereka tanpa sadar telah masuk alam mimpi. Mereka saling memeluk di balik selimut dengan tubuh yang masih polos.
Beberapa jam kemudian Alda terbangun, hal pertama yang Alda lihat adalah wajah tampan suaminya yang masih tertidur lelap. Alda tersenyum ketika mengingat percintaan yang mereka lakukan tadi, seketika ia merasa malu mengingat bagaimana dirinya berteriak mengeluarkan suara desa*hannya karena merasa nikmat.
'Duh, kenapa otakku jadi mesum begini sih ?' Alda memegang pipinya yang terasa panas.
"Kamu sudah bangun sayang ?" ucap Anderson dengan mata yang masih terpejam.
Alda terkejut mendengar suara suaminya, ia pikir Anderson masih tertidur pulas. Alda hendak menjauh dari suaminya namun pria itu dengan cepat menariknya masuk kembali dalam pelukannya.
__ADS_1
"Sayang, aku mau lagi" bidiknya.
Seketika tubuh Alda meremang saat merasakan nafas hangat Anderson membelai lembut daun telinganya.
"Ta-pi..."
"Kita lanjutkan di kamar mandi saja" ucap Anderson tak ingin mendengar penolakan istrinya.
"Aku masih capek... Bisakah kita istirahat ?"
"Nanti kamu bisa istirahat sepuasnya sayang, tapi sebelum istirahat kamu bantu aku tidurin si Joni dulu ya ! Mau ya!!!Ya!!!Ya!!!"
Alda hanya bisa menghela nafas panjang, mau tidak mau iya harus menuruti suaminya. Sejujurnya Alda juga menyukainya, hanya saja tubuhnya benar-benar lelah.
Anderson turun dari ranjang dengan tubuh polos, Alda yang melihat suaminya tanpa sehelai benang hanya bisa menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Kenapa ditutup ?"
"Aku malu lihat itu..."
"Kenapa harus malu ? Kamu bahkan sudah merasakan keperkasaan si Joni"
Anderson terkekeh melihat istrinya yang masih malu-malu. Ia lalu menyibak selimut yang menutupi tubuh istrinya, dan dengan gerakan cepat ia mengankat tubuh istrinya menuju kamar mandi.
Mereka kembali mengulang pergulatan mereka hingga beberapa kali mencapai puncaknya. Setelah itu mereka berendam dengan air hangat. Anderson membantu Alda membersihkan tubuhnya, setelah itu ia membersihkan tubuhnya sendiri. Selesai ritual mandi, Anderson kembali mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang.
"Kita makan malam di kamar saja ya ! Aku pesan makanan terlebih dahulu" ucap Anderson sambil mengelus lembut rambut istrinya.
"Iya" jadwal Alda dengan suara lemas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
maaf ya kalau banyak typo ataupun kesalahan dalam penulisan 🙏 udah tiga malam ini nggak bisa tidur nyenyak kerena suami lagi sakit🥺🤧
jangan pada kabur ya karena Sa update cuman sebab😭
__ADS_1