
Alda mempersilahkan kedua tamu tak diundang itu masuk. Wanita itu sudah sedikit rapih meskipun masih menggunakan baju tidur yang sama.
"Ma-mau minum apa ?" tanya Alda sedikit gugup. Wajahnya masih memerah karena malu dengan kejadian tadi.
"Tidak perlu repot-repot !"
Anderson berusaha menetralkan detak jantungnya yang semakin kencang. Ia bersusah payah terlihat biasa-biasa saja di hadapan Alda. Sama halnya dengan Alda, wanita itu juga berusaha bersikap biasa-biasa saja di depan Anderson.
Mendengar ucapan Anderson wanita itu duduk di sofa dengan tangan yang saling meremas. Ia begitu heran mengapa Anderson dan Cleo datang pagi-pagi seperti ini ? Jika yang datang Alex mungkin saja ia tidak terlalu heran karena mereka memang dekat, tapi jika orang itu adalah Anderson...
'Apa pria itu tidak sedang bermimpi ?' batinnya.
"Aunty baru bangun ya ?" tanya Cleo memecah keheningan.
Alda mengangguk malu, wajah kembali memerah. Sementara Anderson tampak memuji putranya karena berhasil membuka percakapan.
'Dia memang putraku... Sangat cerdas dan tampan'
"Maaf menganggu Aunty, Cleo yang mengajak Daddy kemari karena Cleo ingin jalan-jalan sama Aunty. Aunty Vanya mau kan ?"
Lagi-lagi Anderson memuji putranya itu, dalam hatinya berharap Alda mau menerima tawaran putranya. Sementara Alda terdiam sejenak, rasanya ia enggan menerima permintaan Cleo karena merasa tidak nyaman berada di samping Anderson yang kaku itu, namun ia juga tidak tega melihat Cleo kecewa terlebih lagi mereka sudah datang pagi-pagi seperti ini.
"Hm... Tapi Aunty belum siap-siap" Alda mencoba memikirkan alasan apa yang bagus untuk menolak ajakan Cleo.
"Kami akan menunggu, ya kan Dad ?"
Cleo memandang sang Daddy yang dari tadi hanya diam, ia mengedipkan matanya agar sang Daddy menjawab iya. Pria itu hanya mengangguk dan berdehem sebagai jawaban.
Melihat itu Alda menarik nafas, ia tidak puas dengan jawaban Anderson. Harusnya pria itu menolak untuk menunggu, namun Alda tidak punya pilihan lagi. Ia harus segera bersiap-siap.
"Ba-baiklah, kalau gitu Aunty siap-siap dulu"
Alda segera menghilang di balik pintu kamar mandi, tak lupa wanita itu membawa pakaian ganti. Kedua pria beda generasi itu tampak saling melempar senyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya wanita itu keluar dengan tampilan yang sudah rapih. Anderson begitu sulit menelan ludahnya saat melihat wanita hamil itu, benar kata orang jika wanita sedang hamil kecantikan dan pesona semakin bertambah. Matanya sangat sulit untuk berhenti menatap Alda dengan tatapan memuja.
'Pria bodoh mana yang berani menyia-nyiakan wanita secantik ini ? Ahkh... Ku rasa matanya minus'
Alda yang ditatap oleh Anderson menundukkan kepalanya, ia bertanya-tanya mengapa pria itu menatapnya seperti itu, apa mungkin penampilannya tidak bagus, atau ada hal lain ?
"Aunty Vanya, Dad, ayo kita berangkat !"
Suara Cleo membuat kedua orang dewasa itu mengangguk mengiyakan. Mereka segera keluar dari apartemen milik Alda dan berjalan menuju parkiran. Mereka berjalan dengan canggung, Alda canggung karena tahu Anderson tipe pria yang kaku, sementara Anderson canggung karena tidak biasa dekat dengan wanita seperti ini.
Lain halnya dengan Cleo yang tampak begitu bersemangat, bahkan pria kecil itu menarik tangan kedua orang dewasa itu sehingga membuat keadaan semakin canggung. Mereka berjalan beriringan dengan memegang tangan Cleo, jika orang-orang melihat mereka maka orang lain akan pikir jika mereka keluarga harmonis.
"Dad bukain pintu mobil untuk Aunty Vanya ! Cleo duduk di belakang aja" ucap Cleo yang kini telah duduk di kursi penumpang.
Anderson menurut dengan putranya, ia membukakan pintu mobil untuk Alda. Wanita itu sempat terdiam sejenak mencoba mencerna apa yang saat ini terjadi. Tidak biasanya Cleo bersikap seperti itu, dan juga kenapa bisa Anderson begitu penurut dengan putranya ?
'Rasanya begitu aneh' batinnya saat telah duduk di samping kursi pengemudi.
"Kemana saja, aku belum terlalu tahu tempat yang bagus di kota ini" jawab Alda berusaha bersikap biasa-biasa saja.
Suasana dalam mobil kembali sunyi. Anderson mencoba berpikir kemana ia akan membawa Alda dan Cleo. Hingga akhirnya mobilnya menuju ke salah satu Mall, menurutnya lebih baik mereka kesana. Cleo bisa main di Timezone sepuasnya, mereka juga bisa nonton, sekalian mengajak Alda shopping. Biasanya wanita suka Shopping bukan ? Alda juga bisa memilih pakaian untuk calon bayinya.
"Bermainlah dengan puas !" ucap Anderson pada Cleo, tentu saja putranya itu begitu senang.
Akhirnya Alda dan Anderson menunggu Cleo yang sedang asik bermain. Mereka berdua hanya saling mendiamkan, Alda fokus melihat Cleo bermain sementara Anderson sesekali melirik wanita disampingnya itu.
'Kenapa dulu aku tidak sadar jika wanita ini cantik ? Sepertinya mataku juga minus seperti mantan suaminya'
Alda yang begitu fokus memandang Cleo tidak sadar jika Anderson sudah tidak ada di sampingnya. Hingga tiba-tiba pria itu kembali menyodorkan air mineral untuknya. Alda menatap air mineral itu dengan bingung.
"Minumlah ! Ibu hamil harus banyak-banyak minum air mineral" ucap Anderson.
__ADS_1
Alda menerima air itu lalu meminumnya. Memang dirinya saat ini merasa haus. Tak berselang lama Cleo berhenti bermain dan berlari ke arah mereka.
"Cleo lapar" ucapnya sambil memegang perutnya.
"Kalau gitu kita cari makan !" ajak Anderson.
Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk mengisi perut. Setelah makan Anderson mengajak Cleo mencari pakaian. Sebenarnya bukan putranya yang ia ajak melainkan Alda hanya saja ia masih belum berani mengajak wanita itu secara langsung.
"Dad setelah ini kita cari pakaian untuk Dede bayinya ya !" ujar putranya seolah tahu isi pikiranya.
"Tidak perlu, Aunty sudah membelikan pakaian untuk Dede bayinya" jelas Alda. Wanita itu tentu menolak karena tidak mau membuat Anderson berpikir negatif tentangnya.
"Tapi ini dari Daddy sama Cleo. Kata Oma nggak boleh nolak pemberian orang lain !"
Alda terdiam sesaat, dirinya tidak bisa menolak lagi. Cleo begitu pintar berkata-kata sehingga Alda selalu tidak bisa menolak keinginannya dan pemberian Cleo. Akhirnya wanita itu memilih menurut dengan pria mungil itu.
'Sepertinya aku harus memberikan hadiah buat Cleo' batin Anderson.
Benar-benar kehadiran Cleo sangat membantunya. Ia sangat bersyukur dan bangga punya anak se-cerdas, se-tampan, dan se-pemberani Cleo.
Sebenarnya Alda merasa berat hati memilih pakaian untuk anaknya, untungnya Cleo mau membantu memulihkan untuknya.
"Yang ini lucu Aunty" tunjuknya, "yang ini juga" lagi-lagi Cleo menunjukkan pakaian kepadanya.
Alda merasa pakaian yang Cleo pilih sudah begitu banyak, akhirnya ia meminta anak itu agar berhenti memulihkan pakaian.
"Udah ya ! ini sudah terlalu banyak Cleo" ucapnya, matanya melirik ke arah Anderson yang tampak melihat-lihat perlengkapan bayi, setelah itu ia kembali menatap Cleo.
"Baik Aunty, kita panggil Daddy buat bayar ya"
Cleo berlari menarik tangan sang Daddy untuk ke kasir membayar belanjaan Alda.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Untung ada Cleo, coba nggak ada bisa mati kutu si duda🤣