Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Kepulangan Araga


__ADS_3

"Ayo !" ajak Anderson.


Dengan cepat Alda masuk mobil Anderson. Wajahnya masih saja terlihat pucat. Anderson tahu jika wanita itu pasti sangat cemas dan khawatir setelah bertemu dengan pria itu.


"Tenanglah ! Jangan terlalu terbebani dengan kehadiran pria itu. Ibu hamil tidak baik jika terlalu stress !"


Anderson memberanikan diri untuk mengelus lembut pucuk kepala Alda, ia berharap wanita itu bisa merasa sedikit tenang.


"Iya, aku hanya tidak ingin dia tahu tentang kehamilanku" jawab Alda.


"Itu tidak akan pernah terjadi"


Alda menatap Anderson dengan tatapan tidak yakin, namun pria itu seolah berusaha meyakinkan dirinya. Alda tersenyum walau dalam hatinya masih merasa waspada.


Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, Alda tidak pernah lagi keluar rumah. Ia benar-benar takut jika mantan suaminya itu tahu keberadaannya. Anderson sangat rajin mengunjungi Alda, bahkan pria itu yang berbelanja bulanan untuk kebutuhan Alda dan orang tuanya. Alda selalu mengatakan jika Anderson tidak perlu melakukan semua itu, namun bukan Anderson namanya jika mau menurut.


"Maaf telah membuatmu repot" ucap Alda merasa tidak enak.


"Tidak masalah. Lagipula aku senang membantumu"


"Apa alasanmu senang membantuku ? Bukannya dulu kamu begitu ketus denganku ? Mengapa sekarang aku merasa mengenal Tuan Anderson Lui yang jauh berbeda ?"


"Kamu bukannya mengenal Anderson yang berbeda. Memang inilah diriku, aku sangat dingin dengan orang lain dan orang yang baru aku kenal, namun akan hangat dengan orang-orang tertentu, apalagi orang yang spesial aku bisa bersikap manis. Dan masalah aku sangat ketus padamu itu karena dulu aku mengira dirimu penjahat, ya mana ada orang tua yang mau anaknya dijahati atau diculik."


Alda menatap tidak percaya pada Anderson, "Apa wajahku tampan penculik atau penjahat ? Wah... Aku merasa sakit hati wajahku yang cantik ini bisa dianggap penjahat"


"Bukan seperti itu, itu dulu saat mataku masih katarak, tapi sekarang aku sadar jika kamu bukanlah penjahat melainkan malaikat cantik yang dikirim Tuhan dalam hidupku"


"Benarkah kamu bisa merayu ? Dibalik wajahmu yang dingin ini ternyata ada sikap seorang playboy yang tersembunyi"


"Dari tadi kamu selalu mengataiku. Lagi pula yang tadi itu bukan rayuan, itu sangat nyata. Kamu bagaikan seorang malaikat yang datang membawa bahagia untuk Cleo, bahkan kamu mampu membuat keluargaku yang kaku jadi hangat."


"Kamu wanita berbeda yang pernah aku temui, jika biasanya wanita lain menatapku dengan tatapan memuja, kamu justru menatapku dengan sinis. Kamu wanita kuat dan hebat yang pernah aku kenal. Aku merasa beruntung bertemu denganmu"


Alda terdiam mendengar ucapan Anderson, ia merasa tersanjung dengan tanggapan Anderson tentang dirinya.


"Kamu lagi-lagi merayuku, akhir-akhir ini kamu senang mengumbar kata-kata manis kepadaku" ucap Alda terkekeh.

__ADS_1


"Dan kamu harus ingat jika kata-kata manis itu hanya aku ucapkan pada dirimu !"


Sontak saja ucapan Anderson membuat Alda yang tadinya terkekeh kini kembali terdiam. Ia merasa jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya. Keduanya sama-sama terdiam dan larut dalam perasaan masing-masing, hingga Mama Larissa menghampiri mereka dengan membawa loyang yang berisi kue buatan Mama Larissa.


"Cobain kue buatan Mama !"


Alda dan Anderson segera menggapai kue yang baru saja diletakkan oleh Mama Larissa di atas meja.


"Gimana ?"


"Enak sekali Ma" Alda memakan kue Mama Larissa dengan lahap, ia sudah sangat lama merindukan kue buatan Mamanya ini.


"Benar sekali Tante, sepertinya Mommy harus belajar pada Tante agar bisa membuat kue juga" puji Anderson.


"Ah, kamu bisa saja. Kalau begitu kalian lanjut saja percakapan kalian, Mama mau beres-beres di dapur"


Alda dan Anderson kembali berduaan namun tak ada satupun yang kembali membuka suara.


.


Araga yang telah tinggal hampir dua Minggu di kota yang sama dengan Alda kini harus kembali. Ada begitu banyak perkejaan yang menantinya, terlebih lagi ia mendapat kabar jika Arman baru saja bertemu dengan Adnan.


"Aku mohon Tuhan, berikan aku kesempatan untuk hidup bersama dengannya. Aku tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Aku akan membuat Alda wanita yang paling bahagia di dunia ini"


Araga mulai meninggalkan hotel tempatnya menginap, rasanya ia tidak sabar menemui Alda. Ia sungguh merindukan wanita itu. Selama ditinggal oleh Alda, kenangan mereka di masa lalu terus berputar-putar, kenangan manis dimana sebelum terjadi kesalahpahaman antara mereka, atau lebih tepatnya sebelum Araga salah paham dengan Alda.


Setelah menempuh perjalanan panjang, akhirnya Araga tiba kembali di negaranya. Arman telah menunggunya di parkiran mobil.


"Kapan kamu bertemu dengan Adnan ?"


"Kemarin sore"


"Kalau begitu kita langsung ke kediaman Atmajaya !"


"Tapi, bagaimana dengan pertemuan kita dengan Tuan Syarif ?"


"Tunda saja hingga besok ! Pertemuanku dengan Alda lebih penting dari segalanya"

__ADS_1


Arman hanya menurut dengan atasan sekaligus sahabatnya itu. Ia melajukan mobilnya menuju kediaman Atmajaya. Saat mereka sampai disana yang menyambut mereka hanya satpam, mereka mengatakan jika pemilik rumah tersebut tidak ada namun Araga tidak percaya.


"Jangan coba-coba membohongiku !"


"Kamu tidak berbohong Tuan, tapi memang benar Tuan Atmajaya dan Nyoba Larissa belum kembali"


"Kalian sengaja berkata seperti ini agar aku tidak bisa bertemu dengan Alda, hah ? Kalian pikir aku akan percaya omong kosong kalian"


"Tapi memang itu kenyataannya Tuan"


Araga yang tidak mau percaya dengan omongan satpam mencoba memaksa mereka agar membukakan gerbang. Ia sangat yakin jika ini hanya akal-akalan keluarga Alda agar dirinya tidak bisa bertemu dengan mantan istrinya itu.


"Tuan mohon kerja samanya ! Kami hanya menjalankan tugas dan apa yang kami katakan itu memang benar"


"Aku tidak percaya sebelum melihat dengan mata kepalaku sendiri"


Kedua satpam yang berjaga di depan gerbang itu masih berusaha menghadang Araga agar tidak bisa masuk ke pekarangan rumah Atmajaya. Salah satunya mencoba menghubungi Adnan dan mengatakan jika Araga muncul dan membuat ulah.


Tak butuh waktu lama, Adnan telah tiba di depan rumah orangtuanya bersama dengan Febby. Araga yang melihat kedatangan mantan kakak iparnya dan mantan istri sirinya itu hanya bisa menatap sinis.


"Dimana Alda ?"


Adnan menghela nafasnya dengan kasar, ia sudah memperingatkan Araga agar tidak muncul lagi untuk bertanya dimana adiknya itu berada. Namun rasanya pria itu begitu keras kepala dan tuli


"Sudah berapa kali aku katakan, berhenti mencari adikku !"


"Aku mencarinya karena ingin meminta maaf"


"Setelah apa yang kamu perbuat padanya ? Kamu pikir akan dengan mudah menghapus luka yang diderita adikku ? Araga, cobalah untuk sadar dengan kesalahanmu ! Perbuatanmu itu sudah sangat fatal, beruntung keluargaku tidak memenjarakan dirimu kerena telah melakukan kekerasan fisik terhadap Alda. Jadi dengan sangat aku meminta tolong padamu agar membalas kemurahan hati orang tuaku itu ! Cukup jangan pernah muncul dihadapan Alda !"


"Sampai kapanpun aku tidak bisa hidup jauh dari Alda, aku akan tetap mengejarnya dan meminta maaf padanya."


"Ck... Katamu tidak bisa hidup jauh dari Adikku, namun buktinya kamu masih hidup setelah ditinggal oleh Alda berbulan-bulan lamanya"


Adnan menatap sinis mantan adik iparnya itu, Araga benar-benar tidak tahu diri.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Sekarang belum waktunya ya mas Araga ketemu sama mantan istri😁


__ADS_2