Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Positif ?


__ADS_3

Anderson yang baru saja melakukan rapat akhir bulan di rumah sakit miliknya segera berlari mencari Cleo. Kebiasaan putranya yang selalu main kabur jika Anderson sudah fokus mengerjakan sesuatu.


"Dimana lagi anak itu pergi ?"


Anderson meminta beberapa pihak keamanan rumah sakit untuk mencari putranya dan sebagian mengecek CCTV, sementara dirinya berjalan ke arah pintu keluar rumah sakit. Hal seperti ini memang sering Cleo lakukan sehingga membuat Anderson merasa cemas.


'Wanita itu...' batinnya saat matanya menangkap Alda sedang berjongkok di hadapan Cleo. Ia kemudian mempercepat langkahnya menghampiri putranya.


"Kamu lagi..." ucapnya saat berada tepat di belakang Alda.


Alda segera berdiri saat mendengar suara itu, Alda masih sangat hafal siapa pemilik suara bariton itu. Alda memejamkan matanya lalu menarik nafas panjang sebelum memutuskan untuk memutar tubuhnya menghadap Anderson.


Anderson dapat melihat wajah Alda sedikit pucat, namun pria itu tidak peduli. Ia hanya ingin segera membawa Cleo pergi dari hadapan wanita asing depannya ini.


"Kita bertemu lagi. Tuan kali ini anda tidak berhak menuduh saya ingin menculik putramu, dia yang datang sendiri menghampiriku" ucap Alda membela diri sebelum Anderson menuduhnya ingin menculik Cleo.


"Siapa juga yang ingin menuduhmu. Aku hanya ingin membawa pergi putraku" balas Anderson ketus.


"Tuan, lain kali anaknya diawasi ! Anak sekecil ini sangat bahaya jika berjalan sendirian. Harusnya ada pengawasan dari orang tuanya, jika kedua orang tuanya sibuk setidaknya siapkan baby sitter atau orang dewasa yang bisa menjaga putra Tuan !"


"Tidak perlu mengajariku !" balas Anderson.


"Cleo, kemari lah, kita pulang sekarang !" lanjutnya memanggil sang putra.


"Tidak, Cleo tidak ingin pulang, Daddy begitu sibuk bekerja dan Cleo jadi kesepian. Cleo ingin ingin punya teman baru agar tidak kesepian lagi, Aunty mau kan jadi teman Cleo ?" pria mungil itu menolak dan malah memegangi tangan Alda.


Alda melirik Cleo yang memasang wajah memelas padanya, "Tentu saja Aunty mau menjadi temanmu" ucapnya sebelum kembali menatap Anderson.


"Tuan, sepertinya putra anda kekurangan kasih sayang deh, saranku sebaiknya Tuan jangan terlalu fokus bekerja dan lupa waktu dengan putra Tuan" ucap Alda menasehati Anderson.

__ADS_1


Anderson mengepal tangannya kuat, ia paling tidak suka dinasehati oleh orang lain apalagi orang asing seperti Alda.


"Tak perlu mengurusi hidupku ! Kamu tidak tahu apa-apa, jadi jangan sok menasehati !"


Anderson kemudian menarik Cleo dengan paksa, "kita kembali sekarang ya !"


"Nggak mau, Cleo nggak mau pulang... Cleo mau disini bareng Aunty !" Cleo terus memberontak agar bisa terlepas dari genggaman sang Anderson, namun pria mungil itu kekuatannya tidak sebanding dengan sang Daddy. Tak kehabisan akal, Cleo segera menggigit tangan Anderson hingga pria itu berteriak kesakitan.


"Aarggh... Hentikan Cleo !" Teriaknya membuat Cleo melepaskan gigitannya dan berlari ke arah Alda. Pria mungil itu bersembunyi dibelakang Alda karena takut dengan amukan sang Daddy.


'Sial, sakit sekali...' umpatnya dalam hati.


Anderson menatap putranya yang sedang bersembunyi di balik tubuh Alda lalu menatap sekelilingnya. Tampak beberapa orang melihat ke arahnya, karena tak ingin imagenya terlihat buruk di depan orang akhirnya Anderson memilih menahan amarahnya.


"Cleo kita pulang ya ! Daddy akan menuruti semua kemauan kamu jika kamu jadi anak baik, hm !"


Anderson berusaha membujuk Cleo dengan iming-iming akan menuruti semua keinginannya, biasanya putranya itu akan luluh.


Diluar dugaan Anderson, putranya justru menolak mentah-mentah pulang dengannya. Pria itu menggigit pipi bagian dalamnya mencoba menahan kekesalannya. Entah apa yang dilakukan wanita di depannya itu sehingga Cleo begitu mudah lengket dengannya ?, tanya batin Anderson.


"Sayang, kemarin bukannya kamu ingin membeli mainan keluaran terbaru ? Hari ini Daddy akan menurutinya" Anderson masih berusaha meluluhkan hati putranya, namun tetap saja Cleo menolak. Pria itu menarik rambutnya dengan kasar melihat betapa keras kepalanya Cleo, entah putranya itu mirip siapa ?


Alda yang memang sedari tadi merasa pusing kini tambah pusing melihat kedua pria beda generasi itu saling berdebat. Akhirnya Alda berjongkok dan menatap Cleo.


"Hei, Cleo yang tampan harus menurut pada Daddy ! Kasihan Daddymu jika kamu tidak mau mendengar, pasti ia merasa sedih karena Cleo tidak mau menjadi anak yang baik. Jadi mau ya ikut pulang bersama Daddy ?! Aunty juga sebentar lagi akan pulang, jika berjodoh kita akan bertemu kembali" ucap Alda penuh kelembutan.


"Nggak mau, Cleo akan pulang jika Aunty juga sudah pulang" Cleo masih menolak untuk pulang. Anak kecil itu merasa sangat bosan jika sudah pulang ke rumahnya, sang Daddy yang sibuk bekerja membuatnya harus bermain sendirian. Ia juga ingin merasakan kebersamaan dengan sang Daddy, apalagi ia tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang Mommy.


Alda manarik nafas panjang, ternyata anak yang baru ia temui kemarin sungguh keras kepala. Ia merasa bingung bagaimana cara membujuk pria mungil di depannya itu. Ia tidak mungkin ingin Cleo mengikutinya hingga selesai memeriksa kesehatannya, terlebih Daddy-nya sangat menyebalkan, yang ada pria itu malah menuduhnya yang tidak-tidak lagi.

__ADS_1


"Mau ya, please ! Aunty ada urusan dan akan cukup lama disini, jadi kamu ikut Daddymu ya, lain kali kita pasti akan bertemu" Alda mencoba sekali lagi.


Cleo berpikir sejenak lalu kembali membuka suara.


"Apa Aunty bisa berjanji jika kita akan bertemu kembali ?" tanya Cleo.


"Aunty janji, jika kita berjodoh pasti kita akan bertemu kembali" jawab Alda sambil menganggukkan kepalanya.


"Baiklah jika seperti itu, Cleo akan pulang bersama Daddy" jawab Cleo membuat Alda dan Anderson bernafas lega.


"Kemarilah !" ucap Anderson mengulurkan tangannya.


Pria mungil itu pun membalas genggaman tangan sang Daddy dan berjalan meninggalkan Alda, tangan yang satunya sibuk melambai-lambai kepada Alda.


"Hufttt... Akhirnya bisa terbebas dari kedua pria itu" ucap Alda bernafas lega setelah Cleo dan Anderson sudah tidak terlihat lagi.


Wanita kembali melakukan pendaftaran dan menunggu antrian. Cukup lama wanita itu menunggu hingga akhirnya tiba gilirannya yang dipanggil dokter. Alda segera masuk dan menyebutkan semua keluhannya.


"Apa Nona pernah melakukan hal itu ?" pernyataan ambigu keluar dari mulut sang dokter.


"Hal itu ? Maksudnya apa ya Dok ?" tanya Alda bingung.


"S*ex ? Apa anda pernah melakukan hubungan **** dengan kekasih atau suami Nona mungkin ?" tanya dokter itu to the point.


Alda terpaku dengan pertanyaan sang dokter, seketika ia merasakan perasaan yang tidak enak. Pikirannya mulai berkelana kemana-mana, ia juga teringat jika dirinya tidak pernah lagi datang bulan setelah malam panas yang pernah ia lalui dengan Araga.


"A-apa aku positif ha-mil ?" tanyanya dengan bibir bergetar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


sepertinya Cleo butuh Mommy baru 😁


__ADS_2