Istri Sah Rasa Istri Siri

Istri Sah Rasa Istri Siri
Terra Septiani Argantara


__ADS_3

Tak lama pintu ruang bersalin terbuka, Alex baru saja tiba lengkap dengan pakaian dokternya. Ia melihat sang kakak sedang duduk di samping Alda dengan tangan yang saling menggenggam erat. Rasanya ia seperti melihat seorang suami siaga yang sedang menunggu persalinan istrinya.


"Ck... Kamu seperti seorang suami siaga yang bucin dengan istrinya" ledek Alex namun tidak digubris oleh Anderson.


"Apa kamu tidak malu dilihat oleh mereka ? Kamu tidak malu ke rumah sakit menggunakan baju tidur seperti itu ? Serta rambut yang masih acak-acakan ?"


Anderson segera menatap penampilannya. Ternyata dia hanya menggunakan baju tidur, dirinya terlalu panik dan terburu-buru hingga tidak sadar dirinya hanya menggunakan piyama.


"Ck... Tutup mulutmu !" balas Anderson kesal.


"Ya sudah, kamu keluar sekarang ! Aku ingin mengecek Vanya sudah pembukaan berapa ?" Alex memasang sarung tangan dan hendak menyibakkan selimut yang digunakan Alda. Sontak saja Anderson mencekal tangannya.


"Kamu mau apa ?" Anderson menatap Alex dengan tatapan menyelidik.


"Ck... Aku ingin memeriksa sudah pembukaan berapa ?"


"Tidak perlu kamu yang melakukannya ! Biarkan Dokter wanita itu yang menangani Vanya !"


"Tapi Vanya itu pasienku"


"Aku tidak peduli ! Jangan pernah berani menyentuhnya apalagi melihat sesuatu yang tidak seharusnya kamu lihat !"


Anderson tidak terima jika yang membantu persalinan Alda adalah Alex, ia tahu jika adiknya itu hanya ingin menjalankan tugasnya, tapi ia tidak rela wanita yang ia cinta disentuh oleh pria lain.


"Aiiss... Ada apa denganmu ? Belum juga jadi suami Vanya lama sudah terlihat begitu posesif"


"Jangan banyak bicara ! Ayo ikut aku keluar, biarkan Vanya dibantu bersalin dengan dokter wanita itu !"


Anderson menarik paksa Alex keluar ruangan bersalin. Setelah keduanya keluar Alda merasakan kembali perutnya begitu sakit. Dokter segera memeriksanya dan ternyata sudah masuk pembukaan sepuluh.


"Sudah waktunya Nyonya. Silahkan Nyonya menarik nafas lalu buang dengan pelan !"


"Dok boleh aku mengejang sekarang ?"


"Lakukanlah ketika Nyonya merasa perut Nyonya sakit !"


Alda menarik nafas lalu kembali membuangnya, saat ia merasa perutnya begitu sakit ia segera mengejang. Alda melakukan itu berulang-ulang hingga beberapa menit kemudian terdengar suara tangisan bayi.


"Selamat Nyonya, bayi Nyonya perempuan"

__ADS_1


Alda melemas setelah menguras tenaganya untuk melahirkan bayi mungilnya. Air matanya tidak bisa ia bendung ketika sang dokter meletakkan bayinya di atas perut Alda. Ia sangat bahagia, ia begitu bahagia.


"Selamat datang di dunia putri kecil Mommy" ucapannya lirih.


Di luar kedua orang tua Alda menangis terharu ketika perawat mengatakan Alda telah melahirkan seorang putri yang cantik. Anderson dan Alex ikut bahagia mendengarnya, Alex segera menelpon kedua orangtuanya dan mengatakan jika Alda baru saja melahirkan. Cleo yang mendengar kabar itu berlompat kegirangan, akhirnya ia menjadi seorang kakak.


Kabar bahagia itu juga telah sampai di telinga Adnan dan Febby, mereka tak kalah senangnya. Begitu juga dengan Brian dan Mery yang turut bahagia dengan kelahiran princess kecil dari Alda. Mereka sudah tak sabar ingin mengunjungi bayi kecil itu.


"Selamat sayang, kamu telah menjadi seorang ibu" ucap Mama Larissa mengecup kening putrinya, dengan air mata yang masih terus mengalir membasahi pipinya.


"Cucu kita sangat cantik Ma, wajahnya mirip dengan wajah Alda ketika bayi" sambung Papa Atmajaya yang kini menatap bayi yang ada didalam box bayi.


Anderson yang juga berada di ruangan Alda mencoba mendekat untuk memberikan ucapan selamat, "Selamat menjadi Mommy, tembakkan benar jika anakmu seorang perempuan pasti dia akan secantik dirimu"


"Kamu tidak ada habisnya memujiku"


"Itu bukan sekedar pujian, memang itu kenyataannya. Kamu wanita cantik, wanita yang kuat dan hebat, dan pastinya kamu Mommy terbaik yang pernah aku temui, selain Mommyku"


Alda tersenyum mendengar pujian Anderson, "Terima kasih telah membantu dan memberikan aku kekuatan saat di ruangan persalinan tadi" ucap Alda tulus.


Jujur saja, Alda merasa sedih karena melewati persalinan pertamanya tanpa seorang suami yang memberinya kekuatan. Namun rasa sedihnya itu bisa ia tutupi dengan rasa bahagia ketika mendengar tangisan putrinya. Alda merasa menjadi wanita beruntung karena melahirkan seorang princess cantik yang akan menemani masa hidupnya.


Tak berselang lama Alex masuk dan meminta Alda untuk menyusui putrinya.


Alda mengangguk namun dan mencoba memiringkan tubuhnya. Mama Larissa segera memindahkan cucunya berbaring di samping Alda. Ketiga pria itu meninggalkan ruangan Alda dan kembali menunggu di depan ruangan wanita itu.


"Anak Mommy cantik sekali sih"


Alda membelai lembut pipi putrinya lalu ia menyingkap bajunya agar putrinya bisa menyusu. Seolah tahu itu adalah sumber makanannya, bayi mungil tersebut menyusu dengan pelan. Alda kembali memandangi putrinya, ada rasa kasihan di hatinya karena putrinya yang malang lahir tanpa hadirnya seorang ayah.


"Tidak apa-apa ya sayang, kita bisa hidup berdua saja. Masih ada Omah dan Opah juga Uncle Adnan yang bakalan kasih kamu kasih sayang"


Alda menghapus air matanya yang tak sengaja keluar dari pipi Alda.


Setelah menyusui putrinya Alda memanggil Mama Larissa agar memindahkan bayinya di dalam box bayi.


Papa Atmajaya dan Anderson kembali masuk, sementara Alex kembali bertugas.


"Bagaimana, apa kamu sudah menyediakan nama untuk putrimu ?" tanya Papa Atmajaya.

__ADS_1


"Sudah, namanya Terra Septiani Argantara" ucap Alda.


Semua terkejut mendengar saat Alda menyebut nama Atmajaya di belakang nama putrinya. Papa dan Mama Larissa saling bertatapan lalu kembali menatap Alda.


"Alda tidak boleh egois, bagaimanapun itu Terra adalah anaknya"


"Tapi bagaimana kalau Terra tahu itu anaknya ?" tanya Mama Larissa khawatir.


"Dia tidak akan tahu jika dia tidak bertemu dengan Terra, untuk beberapa tahun ke depan mungkin Alda akan menyembunyikan keberadaan Terra. Jika Terra sudah mengerti keadaan ini, maka Alda akan mempertemukannya dengan pria itu"


"Semoga ini keputusan yang tepat" ucap Papa Atmajaya.


Setelah Alda pikir-pikir rasanya ia begitu egois jika tidak menyematkan nama Argantara di belakang nama putrinya, biar bagaimanapun itu juga anak Araga, walaupun mungkin pria itu tidak menginginkan anaknya lahir di rahim Alda.


Ruangan mendadak sunyi karena semuanya sedang sibuk dengan pikiran masing-masing. Tak lama pintu terbuka, terlihat Cleo berlari mencari keberadaan putri Alda.


"Aunty, Dede bayinya mana ?" tanyanya berteriak.


"Cleo jangan teriak-teriak ! Dede bayinya lagi tidur" tegur Belinda sambil menunjuk box bayi.


Dengan langkah cepat Cleo mendekati box bayi tersebut, ia dapat melihat wajah baby Terra yang tertidur pulas dengan bibir bergerak seperti sedang menyusu.


"Lucu sekali ya Omah" ucapnya terus tersenyum senang.


"Iya, baby-nya lucu dan cantik" balas Belinda.


Alda tersenyum mendengar pujian Cleo pada Baby Terra.


"Namanya siapa Aunty ?" Cleo bertanya sambil berjalan menghampiri Alda.


"Namanya Baby Terra" jawab Alda mencubit pipi Cleo gemas.


"Baby Terra, namanya cantik sekali"


"Kamu pintar memuji dan merayu seperti Daddymu" ucap Alda menyindir Anderson.


Pria itu hanya bisa tersenyum mendengar ucapan Alda.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hari ini udah Crazy up ya😁 jangan minta tambah lagi 🤧 sisakan untuk besok😙


lopyuuu😘


__ADS_2