Jadi Penganti

Jadi Penganti
Tamu tidak Diundang


__ADS_3

Ayah dan om khaira di temani tantenya sedang duduk di ruang tamu rumahnya.


Saat Kaira berangkat kerumah mertuanya, ayah khaira mengajak om khaira untuk berbicara.


"Sebelum kalian pulang, ada yang ingin aku bicarakan". Ujar ayah khaira.


"Tetang apa mas?". Tanya om khaira.


Dia mengikuti ayah khaira duduk di sofa lama yang ada di ruang tamu.


"Masalah Mimi. Aku sudah lelah rasanya berdebat dengan dia dan anak-anaknya.


Tadi aku di temui ayah mertua. Dia minta maaf atas kelakuan anak dan cucunya.


Beliau mengusulkan kalau aku, mimi dan anaknya untuk tinggal di rumah beliau nanti.


Aku tadi sempat menolak, kareba kalau aku tinggal di sana, aku kepikiran Khaira dan suaminya.


Tidak enak rasanya kalau khaira dan suaminya berkunjung kesana, apalagi jika ingin menginap". Ujar ayah Khaira.


"Kenapa begitu?. Memangnya rumah ini bagaimana?. Kan mas Iman masih bisa tinggal disini. Dak khairapun pasti enak berkunjung kesini". om khaira berujar.


"Kontrak rumah ini tinggal lima bulan lagi. Untuk menyambung sewa rasanya aku sedikit tidak sanggub.


Kamu tahu kan. Mimi minta anaknya dikuliahkan. Dan tahun depan dia lulus sma.


Saat ini dia minta uang ini itu untuk biaya. Untuk les persiapan masuk universitas.


Sedangkan biaya lainnya sangat besar. Tiga anaknya bersekolah. Dua sma dan satu smp.


Aku pusing soal itu.


Belum lagi sewa warung di pasar, sewa rumah, dan lainnya.


Dari khaira dia juga minta uang sewa rumah ini. Katanya khaira menumpang. Dia tidak mau mengerti anakku, sedangkan kebutuhan anak-anaknya aku yangc memenuhi.


Aku pernah bilang padanya, kalau aku tidak bisa memenuhi kebutuhan rumah sepenuhnya. Karena hasil warung tidak mampu memrnuhinya.


Tapi dia malah marah-marah.


Setiap perdebatan kami selalu masalah uang belanja, uang sekolah mereka. Dan uang kebutuhan lainnya.


Aku sudah capek menghadapinya. Lima tahun seperti robot. Tidak bisa mengungkapkan perasaanku dan khaira.


Harus ikut apa yang dia ucapkan dan juga yang dia inginkan". Curhat ayah khaira.


Om dan tante khaira mendengar cerita ayah khaira.


"Anak Mimi itu tidak sepenuhnya tanggung jawab mas Iman. Mas Iman memberi semampunya saja kebutuhan mereka". Ujar om khaira.

__ADS_1


"Itulah yang aku tidak mengeti sikapnya.


Dulu khaira dapat undangan untuk kuliah, uang kuliah juga gratis, bahkan ada uang buku persemester.


Tapi Mimi melarangnya untuk kuliah. Katanya tidak perlu khaira kuliah. Hingga khaira marah padaku". Tambah ayah khaira.


Banyak curhatan ayah khaira yang dia ungkapkan. Tentang istri dan anak tirinya. Hingga mengabaikan anak kandung sendiri.


"Terus mas mau mengontrak dimana?". Tanya om khaira.


Tantenya hanya mendengar pembicaraan mereka. Karena dia tadi juga sudah mendengar ayah khaira berbicara dengan anak dan menantunya.


"Aku mau mengontrak di dekat pasar, biar dekat dengan warung. Cari yang kecil saja.


Kalau Mimi mau mendengar usul ayahnya, hanya kami berdua yang tinggal disana. Anak-anaknya ikut kakeknya". Ujar Ayah khaira.


"Kan tadi Mimi keberatan mas?". Ujar tante khaira.


"Aku serahkan padanya saja. Ikut aku atau tidak.


Aku sekarang tidak ingin pusing, lima tahun hidup tertekan dan tidak bisa membahagiakan putriku.


Bukan tidak mau bertanggung jawab pada mereka. Tapi aku tidak punya uang untuk biaya kuliah. Untuk sehari-hari dan biaya sma saja saja aku sudah keteteran". Jawab ayah khaira.


"Aku akan mendukung semua keinginan nas iman. Kalau ada apa-apa datang saja ke rumah atau ke tokoku".


Ujar om khaira setelah terdiam beberapa saat. Om khaira juga punya toko. Toko pakaian muslim di pasar.


"Kan rumah ini masih lima bulan lagi. Dan apa khaira sudah tahu?". tanya om khaira.


"Sudah. Aku juga bilang kalau semua barang bisa dia bawa jika dia tinggal sendiri.


Tapi sekarang dia tinggal di rumah mertuanya.


Dan kalau seandainya aku pindah dalam waktu lima bulan ini. Aku ingin barang khaira dan semua, pindah saja kerumah kamu terlebih dahulu.


Aku tidak mau Mimi mengambil barang khaira dan ibunya. Dulu ibunya berjuang untuk membeli semua perabot rumah, peralatan dapur dan pecah belah". Ujar ayah Khaira.


"Iya. Aku akan menyimpannya untuk khaira. Di rumah masih ada ruang kosong untuk menyimpannya". Jawab om khaira.


"Kalau mas tidak keberatan, mas bisa bangun kamar kecil di tanah yang ada di bagian belakang rumahku.


Bisa untuk tinggal berdua dengan Mimi, juga menyimpan barang". Usul om khaira.


"Aku lihat keadaan dulu. Apa tanggapan mimi kedepannya. Mau ikut aku atau tidak". Jawab ayah Khaira.


Sedang bercerita mengungkap kan keluh kesahnya selama menikah dengan Mimi. Rumah ayah khaira kedatangan tamu.


Seorang tamu tidak diundang.

__ADS_1


"Maaf pak Iman. Saya mau bertemu ibu Mimi". Ujar seorang wanita, yang dia tahu seorang rentenir.


"Maaf bu. Mimi sudah beberapa hari ini tidak disini. Dia di rumah orang tuanya". Jawab ayah khaira.


"lho. Kebapa tidak disini?. Dia beberapa hari yang lalu meminjam uang tiga puluh juta untuk pesta anaknya kemaren.


Dan Ibu mimi akan membayar setelah acara pesta. Katanya akan bayar setelah membuka amplop acara". Jelas ibu itu.


Ayah dan om khaira kaget. Mendengar ucapan rentenir itu. Padagal acara selamatan kemaren dibiayai sepenuhnya oleh pak Adrian


Sewa tenda dan membeli kamar set Nofri yang membayarnya.


"Maaf bu. Saya tidak tahu kalau istri saya meminjam uang untuk.acara kemaren.


Karena acara kemaren semuanya di tanggung oleh mertua anak saya. Tidak ada uang dari kami.


Jadi untuk pinjaman Nimi itu, sebaiknya ibu labgsung saja kerumah orang tuanya. Karena saya tidak mau bertanggung jawab lagi". Jawab aysh khaira.


Ya. Ibu tiri khaira selalu meminjam uang pada rentenir ini tanpa sepengetahuan ayah khaira. Dan terpaksa selalu ayah khaira yang membayarnya.


Tapi untuk sekarang dia tidak mau lagi membayarnya. Biar Istrinya itu yang akan bertanggung jawab.


"Tidak bisa pak. Bapak harus bertanggung jawab. Kan yang meminjam istri bapak". Tolak rentenir itu.


"kalau bapak tidak mau bayar, kami akan menyita semua barang berharga bapak!". Ujar seorang pengawal rentenir itu.


Rentenir itu selalu membawa pengawal untuk menagih hutang.


"Kalian temui Mimi dulu. Biar kita bicarakan padanya". Jawab ayah khaira.


"Aku sudah bicara dengan istri bapak. Dan bapak yang akan nrmbayarnya". Tegas ibu itu lagi.


"Yang bicara jan kalian tidak ada saya. Saya tidsk mau kagi di manfaatkan". ujar aysh khaira kesal.


selalu di peralat oleh istrinya itu.


Terjadi perdebatan di depan rumah ayah Khaira. Hal itu mengundang beberapa tetangga untuk melihat dan nendatangi.


Juga datang pak rt yang rumah tidak jauh dari rumah ayah khaira.


Rentenir itu di ceramahi oleh warga dan pak rt. Mengatakan kalau ibu tiri khaira itu tidak ikut serta dalam acara kemaren.


Jangankan memberi uang, membantu saja tidak di bolehkan. Karena dia tidak mengizinkan acara tersebut.


Maka dengan bantuan pak rt, ayah khaira, pak rt dan juga dua orang warga membawa rentenir dan pengawalnya menuju rumah orang tua Mimi. Rumah mertua ayah khaira.


Meteka minta pertanggung jawaban dari ibu tiri khaira itu, meminjam uang mengatas namakan acara selamatan khaira.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2