
"Di balkon saja duduk sebentar. kamar akan di bersihkan, juga diganti sepreinya oleh karyawan hotel". Ujar Nofri.
Saat Khaira baru saja keluar dari kamar mandi, Nofri mengarahkan istrinya ke balkon hotel.
Seprei bekas malam pertama mereka tadi pagi sudah di lepas oleh Nofri.
Nofri tadi pagi membersihkan menggunakan kain basah saja untuk menghilangkan noda.
Lalu mereka berdua pergi ke balkon untuk duduk. Menunggu makanan yang sedang di pesan. Juga petugas hotel yang akan membersihkan kamar.
Mereka berbincang untuk rencana jalan-jalan kemana selama seminggu ini di pulau wisata. Duduk berdampingan di sofa yang ada di balkon.
"Kamu ingin kemana selama kita di pulau ini?". tanya Nofri.
Banyak tempat wisata yang ada di pulau ini. Baik kepantai maupun ke gunung.
"Inginnya sih semua bang, jika ada waktu". Jawab Khaira.
"Boleh. Kalau tidak sempat sekarang, kita rencanakan lagi nanti untuk kesini lagi". Ujar Nofri.
"Baik bang". Jawab khaira.
Diapun tahu. Pasti tidak akan bisa keliling menikmati tempat wisata di pulau ini selama seminggu.
Karena dia ingin di setiap tempat tidak hanya mampur sebentar. Tapi menikmati tempat.
Sedang asyik berbincang, dua orang pelayan hotel datang mengantar makanan buat Nofri dan Khaira. menatanya di meja yang ada di balkon hotel.
"Yuk sayang. Kita sarapan!". Ajak Nofri.
Setelah pelayan hotel selesai menata, dan keluar kamar hotel. Sementara pelayan bagian bersih-bersih juga sedang membersihkan kamar.
"Sarapan apa?. Sudah hampir pukul sebelas bang. Yang ada jadwal makan siang sekalian". Ujar Khaira.
Nofri hanya tersenyum saja. Dia tahu, sudah hampir tengah hari. Makanya dia memesan banyak makanan. Dari menu sarapan sampai makan siang.
Khaira yang sudah cukup lapar langsung menyuap nasi goreng lengkap yang terhidang di meja di depan dia duduk.
Begitu juga dengan Nofri, dia makan dengan lahap.
"Minun juga jusnya. Biar tenaganya pulih". Ujar Nofri.
__ADS_1
"Nanti saja bang. Aku tidak suka makan nasi goreng dengan minuman berwarna. Lebih suka air putih". Jawab Khaira.
Dia menyuap hingga piringnya kosong.
Selesai mereka makan, pegawai bersih-bersih hotel juga sudah selesai membersih kan kamar, juga menganti seprai.
"Makanannya terlalu banyak di pesan bang. nanti mubazir". Ujar Khaira.
karena masih ada satu porsi stek dan sati porsi kentang goreng. Juga ada nasi bakar yang masih terbungkus daun pisang.
"Nanti di makan. untuk makan siang sebentar lagi juga masuk". Jawab Nofri.
Karena dia tahu, istrinya tidak mungkin keluar kamar hari ini.
"Makan siang nanti bisa jalan keluar bang, sambil jalan". ujar Khaira.
"Yakin mau keluar, dengan keadaan begitu?". Tanya Nofri.
"Kenapa?". Tanya khaira.
"Jalannya masih kayak bebek. Megal-megol". Ujar Nofri.
Khaira cemberut mendengar ucapan suaminya. Katena ulah suamiya dia berjalan begitu.
Dia tahu jalannya masih mengangkang, karena masih sakit di inti tubuhnya. Tubuhnya juga terasa remuk. Karena di gempur suaminya.
"Maaf sayang". Ujar Nofri mendekatkan tubuhnya.
Memeluk istrinya.
"Hari ini kita istirahat saja di kamar, sampai kamu bisa jalan dengan baik.
Tidak mengangkang". Ujar Nofri.
Nofri melihat istrinya itu lemas dan pucat. Mungkin karena kurang tidur dan, melakukan malam pertama.
"Tubuhku juga ngilu bang. Juga merah-merah". Ujar Khaira.
Ya, kulit tubuh dan leher khaira banyak tanda bekas sesapan bibir Nofri. Karena gemes.
"Nanti abang banti pijitin. Biar enak". Tawar Nofri.
__ADS_1
Selesai mengobrol dan perut sudah tenang. Mereka kembali ke dalam kamar, untuk istirahat sejenak. Menjelang masuknya sholat Zuhur.
Makanan yang ada di meja balkon di bawa kedalam. Dan di taro di meja kamar.
"Masih sakit?". Tanya Nofri.
Saat melihat khaira berjalan pelan dan. Mengangkang.
"Sedikit perih. Mungkin masih luka". Ujar Khaira.
Padahal sudah beberapa jam mereka melakukan malam pertama, tapi masih terasa perih.
"Coba abang lihat. Apa luka robeknya parah. biar abang beli obat ke apotik". Ujar Nofri.
Kasihan melihat istrinya masih merasa sakit.
"Tidak apa bang. Nanti juga sembuh sendiri". Tolak khaira.
Masa Suaminya melihsy itunya. Semalam saja saat suaminya membenamkan wajahnya di sana khaira merasa malu.
Apalagi sekarang miliknya sedang luka. Pasti robeknya jelek bentuknya.
"Tidak apa. Abang cuma mau lihat saja, takutnya lukanya parah". Bujuk Nofri.
Dia takut, luka milik istrinya akan infeksi, jika tidak di obati.
"Sini sayang, abang lihat". Paksa Nofri.
Menyuruh istrinya rebahan.
"Tidak usah bang. Nanti sembuh sendiri". Tolak Khaira.
"Kalau tidak boleh lihat, berarti sudah sembuh. Dan nanti siang juga sudah boleh abang minta lagi dong". Ujar Nofri mengusili istrinya.
Khaira melotot pada Nofri. Suaminya. Membuat tawa Nofri pecah.
Entah kenapa, dia merasa pernikahan ini akan berjalan dengan baik.
Semenjak semalam setelah merengut mahkota istrinya, Nofri berjanji dalam hatinya. Untuk menjaga istrinya dan rumah tangganya kedepannya.
.
__ADS_1
.
.