
Menjelang magrib Nofri dan Khaira sampai di hotel. Mereka akan bersih-bersih dan beristirahat. Karena capek seharian keliling.
Berbelanja dan jalan.
Sesampai di basemant hotel. Nofri di tunggu pegawai yang punya motor. Karena dia ingin bertemu.
"Maaf mas. Apa malam ini motornya di pakai?". Tanya petugas itu.
"Tidak mas. Tapi besok pagi aku pakai ya. mau keliling, melihat suasana pagi, sebelum kami kembali ke kota kami". Ujar Nofri.
"Baik mas. Aku pinjam motor dulu malam ini mas. Mau ke tempat keluarga yang sedang berkabung. Tadi aku di tinggal rombongan". Ujar petugas itu.
Mencari alasan untuk meminta motor.
"Oh... ini kunci motornya. Aku cuma mau pakai besok kok". Ujar Nofri memberikan kuncinya.
"Terima kasih mas. Nanti oas aku kembali, kunci aku titip ke resepsionis. Aku pesan kalau mas mau memakai motor pagi". Ujar karyawan itu.
Tanpa sepengetahuan Nofri, Yulia melihat mereka dari kejauhan. Yulia berdiri dengan jarak dua tiang penyangga basemant.
Terlihat senyum kemenangan dari bibir Yulia.
"Tunggu saja kalian. Aku bikin kalian menderita". Ujar Yulia.
Dia bersembunyi di belakang mobil yang sedang parkir, saat Nofri dan Khaira melewatinya menuju lif yang ada dekat dia berdiri.
Setelah Nofri dan Khaira memasuki lif. Lalu Yulia menemui pegawai yang kebetulan punya motor yang Nofri rental.
"Bagaimana?". Tanya Yulia.
"Mereka akan keluar besok pagi mbak". Ujar pegawai itu.
"Tapi kamu harus kerjakan sekarang. Kalau besok tidak sempat. Bisa saja mereka keluar lebih pagi". Ujar Yulia.
"Ok mbak. Aku kerjakan sekarang. Tapi benar ya, mbak bayar aku seharga motor ini". Ujar petugas hotel ini.
__ADS_1
"Ok. Mana rekening kamu. Aku transfer separo dulu". Ujar Yulia.
"Sudah, cek rejening kamu. Sudah ku kirim". Ujar yulia.
Setelah menerima nomor rekening pegawai itu, dan mengirimnya.
"Ok sip. besok aku tunggu separonya lagi. Setelah berhasil mereka celaka". Ujar pegawai itu.
Lalu mengutak-atik motor matic miliknya yang di sewa Nofri.
Bagaimana tidak dia mau melakukannya. uang yang di tawarkan Yulia sangat besar. Bisa beli motor baru.
*flashback on*
"Aku ingin kamu sabotase motor itu. Biar mereka kecelakaan". Ujar Yulia.
"Kan motor saya rusak nanti mbak. Maba masih kredit juga". Tolak pegawai itu.
"Aku kasih uang seharga motor kamu itu. Biar bisa beli motor baru.
"Hhmmm .. Ok. Tapi kalu mbak bohong aku bisa laporkan pada mereka". Ancam pegawai hotel itu.
"Tidak perlu takut. Aku akan langsung transfer separo jika kamu melakukan sabotase.
Dan aku lunasi setelah mereka celaka". Ujar Yulia meyakinkan pegawai itu.
Untuk mau mengikuti perintahnya.
"Baik. Nanti aku tunggu mereka di basemant". Ujarnya.
Dia tergiur dengan tawaran Yulia. Uang seharga motor.
*Flashback off*
.
__ADS_1
"Kita pulang besok pesawat jam berapa bang. Aku mau mulai mengemasi barang, biar besok tidak buru-buru?". ujar. Khaira.
"Kita pulang pesawat sore. Kalau mau mulai beres-beres boleh kok. karena besok pagi kita mau keliling ke pasar pagi". jawab Nofri.
Khaira mengangguk. Mereka baru saja selesai sholat isya.
Mrreka berbincang sambil melihat foto-foto mereka liburan beberapa hari ini.
Juga beristirahat sebentar, baru nanti khaira akan mengemasi barang, yang lebih banyak dari bawaan mereka saat datang.
"Bagus-bagus fotonya bang. Di tambah memakai pobsel bagus jadi tqmbah bagus". Ujar Khaira.
Mereka tertawa sambil berbincang. Mengomentari foto mereka.
Saking asyiknya melihat foto di ponsel, mereka tanpa sadar duduk berdampingan. Bshkan saling berpelukan.
Nofri yang seolah baru dapat mainan baru, dia jadi candu untuk selalu mengerayangi tubuh istrinya.
Hanya sedikit sentuhan Fisik. Nofri langsung naik libidonya. Hingga berakhir aktifitas ranjang yang panas.
"Sayangh.... Kamu candu baru dalam hidupku. Ah... jadilah pendampingku selamanya. Hingga tua nanti". Ujar Nofri bergerak liar di atas tubuh istrinya.
"Abang... ".
Khaira yang sudah beberapa hari ini sudah melakukan beberapa penyatuan, jadi sedikit tahu dengan rasa yang dia dapatkan.
Bahkan khaira juga sudah tahu bagaimana cara untuk dia puas. Gerakan yang bikin dia gelejotan dan....
Erangan panjang mereka menandakan kalau mereka sedang berada di puncak. Di tambah dengan banjirnya tempat penyatuan mereka dibawah sana.
.
.
.
__ADS_1