Jadi Penganti

Jadi Penganti
Telfon Tengah Malam


__ADS_3

"Pah. Kok perasaan mama rasanya tidak tenang ya?. Rasanya ada sesuatu yang terlupa". Ujar mama Nofri.


Mereka yang masih mesra baru saja melakukan aktifitas ranjang. Walau umur sudah setengan abad, tapi aktifitas itu tetap rutin di laksanakan.


"Mungkin tadi mama ada salah makan. Hingga darah tingginya naik". Ujar pak Adrian.


"Mungkin juga ya pah". Ujar mama Nofri


Mama Nofri yang merasa tidak tenang. Segera bangkit dari rebahannya.


"Mau kemana?!". Tanya pak Adrian.


"Mau bersih-bersih pa. Sekalian mandi dulu. Terus mau minum obat". Ujar bu Eva. Istri pak Adrian.


"Papa temani, nanti mama pusing di kamar mandi". Ujar pak Adrian.


Dia menemani istrinya mandi. Dan juga ikut mandi menjelang tengah malam.


Selesai mandi dan berganti pakaian, bu Eva mengambil obat tensinya, dan meminum setengal pil saja.


Dia memang tidak rutin minum obat tensi. Dua kali seminggu saja. Karena dia menjaga pola makannya, walau kadang juga seruing kebablasan.


Setelah mandi dan bersih- bersih, mereka rebahan untuk melanjutkan tidur.


Pak Adrian sudah tertidur pulas dengan dengkuran halus. bertanda dia sudah terlelap tidur menyelami mimpi.


Tapi istrinya tidak bisa tertidur. Malah dia gelisah dan sedikit cemas.


Beberap kali dia berganti posisi untuk menyamankan tubuhnya. Tapi tidak juga bisa tertidur.


"Kok tidak bisa tidur sih?. Mata saja rasanya sudah lelah untuk terbuka". Gumam bu eva dalam hati.


Dia menarik nafas dengan pelan, lalu menghembuskan. Biar tenang.


Dia berusaha tenang, memejamkan matanya, sambil berzikir. Biar busa tertidur. Karena matanya sudah lelah.


Belum sepuluh menit bu Eva memejankan matanya, ponsel suaminya berbunyi.


Nada dering yang di stel pelan terdengar samar olehnya yang belum tertidur.


Awalnya dia membiarkan saja, mungkin orang iseng atau salah sambung. Karena sudah tengah malam.

__ADS_1


Pangilan pertama berhenti dan ponsel suaminya kembali berdering.


Dia berkesimpulan mungkin menang si penelfon itu menghubungi suaminya.


"Pah. Ponselnya berbunyi. Sudah beberapa kali, Mungkin ada perlu dengan papa". Ujar bu Eva.


Akhirnya membangunkan suaminya. Mengoyang bahu suaminya yang sudah tertidur pulas.


"Pah!". Pangilnya lagi.


"Ada apa ma?!". Tanya pak Adrian bangun. Melihat kaarah istrinya.


"Ponsel papa ada yang menghubungi. Mungkin penting sekali". Ujar bu Eva.


Pak Adrian mengambil ponselnya yang ada dinatas nakas. Di samping tempat tidurnya.


Terlihat empat panggilan tidak terjawab, dari nomor Nofri.


"Dari Nofri mah. Ada apa dia menelfon tengah malam begini?". Ujar Pak Adrian duduk.


untuk menelfon putranya kembali.


"Mereka kan besok sore pulang kan ma?". Tanya pak Nofri pada istrinya.


"Iya pa". Jawab bu Eva.


"Nof.. Waalaikum salam.


Mana Nofri Kay?.


Apa?


Kapan?.


Ok. Besok pagi kami kesana. Kamu Tunggu di hotel saja kalau tidak nyaman atau tidak ada tempat istirahat di rumah sakit.


Waalaikummussalan". Ujar pak Adrian.


Menjawab telfon dari seberang.


"Siapa yang sakit pah?!". Tanya bu Eva cemas.

__ADS_1


"Nofri.


Kata Khaira tadi Nofri keluar untuk membeli sesuatu. Dan motor yang dia pakai ternyata remnya blong.


Dan meluncur ke jalan raya. Hingga tertabrak mobil yang lewat". jelas pa Adrian pada Istrinya.


"Terus bagaimana keadaan dia sekarang?". Tanya bu Eva.


"Sekarang sedang di tangani dokter di igd.


Kita besok subuh berangkat kesana. Mama bersiaplah. Biar kita diantar ke bandara secepatnya.


Kita ambil penerbangan paling pagi. Papa sedang cari di aplikasi online". Ujar pak Adrian mengutak-atik ponselnya.


"Baik". Ujar bu Eva.


Dia mengeluarkan koper sedang. Dan mengambil beberapa stel pakaiannya dan pajaian suaminya.


Dia tidak tahu berapa hari di sana.


.


Nino sedang mengetuk pintu kamar Yulia. Sudah beberapa kali dia memanggilnya. Namun tidak ada jawaban dari dalam kamar.


"Apa wanita itu kabur?. Setelah dia tahu laki-laki yang katanya suaminya kecelakaan.


Padahal dia akan transfer uang sisanya". Gumam Nino.


Dia sedikit panik. Karena motornya ringsek. Dan uang sisa perjanjian dia yakin akan slit di tagih. Kalau Yulia kabur.


Tiba-tiba ht nya berbunyi. Menyuruhnya untuk menemui kepala bagian di bidang pekerjaannya di ruang jerja bosnya itu.


Maka dia pergi menemui bosnya itu. Dan berharap Yulia tidak kabur.


Dan setelah menemui bosnya Yulia sudah ada di kamarnya lagi.


"Bisa rugi aku kalau dia tidak balik. Uang itu pasti akan habis untuk memoerbaiki motor saja". Gumamnya sambil berjalan menuju ruang jerja bosnya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2