
Khaira berjaga di ruang tunggu khusus di dekat ruang operasi.
Karena kelelahan dan mengantuk, khaira dan wanita pegawai hotel itu tertidur dengan meringkuk di lantai yang beralas tikar plastik.
Untung Khaira memakai jaket dan celana panjang. untuk menahan dinginnya malam.
Tapi
Saat Khaira terbangun, dia dan wanita yang menenaninya sudah di selimuti dengan selimut tebal.
"Siapa yang menyelimuti?. Pantas tidurku nyenyak. Tidak tahu kapan operasi bang Nofri selesai". Ujar Khaira.
Dia terbangun mendengar azan subuh berkumandang.
Lalu dia berusaha bangun. Untuk mengetahui keadaan suaminya. Nofri.
Dia bergerak pelan. Tidak mau menganggu wanita yang menemaninya dari semalam.
"Operasinya lancar mbak. Sekarang pasien sedang di ruang intensif, untuk menunggu sadar". Jelas perawat yang menjaga di depan ruang operasi.
"Apa saya bisa melihat sebentar sus?". Tanya Khaira.
"Boleh. Tapi sebaiknya mbak Sholat subuh dulu, di ruang tunggu tadi saja. Dan setelah itu mbak bisa kesini lagi". Usul perawat itu.
"Baik sus!". Ujar khaira.
Dia kembali keruang tunggu tempat dia tertidur tadi. Untuk melaksanakan sholat subuh.
Setelah selesai sholat subuh, Khaira menuju ruang intensif. Dimana suaminya yang masih koma.
Dari kemaren Nofri belum sadar. Di tambah setelah dilaksanakan operasi pendarahan di otaknya. karena kecelakaan.
"Mbak. Aku balik kehotel dulu ya. Mau menemui maneger hotel. Biar beliau datang kesini.
Juga mau pulang untuk ganti pakaian. Nanti siang aku akan kesini lagi". Ujar pegawai hotel yang menemani Khaira dari semalam.
"Baik mbak. Terima kasih sudah mau di repotkan. Mau menemani saya semalaman". Ujar Khaira.
"Tidak repot kok mbak. Aku malh senang bisa bantu". Ujarnya.
Setelah pegawai hotel itu pergi, khaira masuk tuang intensif untuk melihat keadaan suaminya.
Dia memakai pakaian khusus untuk meligat pasien di ruang intensif.
"Cepat sadar bang". Ujar Khaira.
__ADS_1
Dia menatap tubuh suaminya yang tetidur kaku. Banyak slang di tubuh dan hidung juga mulutnya.
Khaura mengelus tangan dan jari suaminya.
Sementara di hotel Nino menjalabkan misinya. Misi minta uang sisa transaksi dia dan Yulia.
Seperi perintah maneger hotel, Nino di suruh tidur di kamar Yulia. untuk menunggu Yulia datang.
Semalam mereka melihat ke kamar milik Yulia, dan semua barangnya masih ada di sana. Berarti dia pasti kembali. Ingin tahu keadaan yang mereka rencanakan.
Semalam sang maneger juga memberikan rekaman cctv kecelakaan itu pada Nino untuk bukti kerja Nino selesai. Dan segera transfer uang sisa transaksi.
"Hey, kenapa kamu tidur dikamarku?". Tanya Yulia.
Dia yang baru pulang menjelang subuh. Dia pergi ke discotik untuk mencari hiburan.
Tapi tudak untuk melayani pria. Dia ingin nempersiapkan durinya untuk menjadi istri Nofri.
"Aku menunggumu. Semalam pria itu kecelakaan. Dan aku minta uang sisa yang kamu janjikan". Ujar Nino.
Dia tidak mau ada hubingan lagi dengan Yulia. Takut terseret kasus, jika Yulia di tangkap.
Karena semalam sang maneger mengatakan akan membawa kasus ini ke jalur hukum.
Nino di peringatkan maneger itu untuk menghilang dulu. Bukan maneger tidak mau melaporkan Nino. Tapi dia tidak ingin hotelnya kena seret kasus kecerobohan.
Nino memutar rekaman cctv yang di rekam tadi malam. Lalu memberikan ponselnya pada Yulia.
"Kenapa kurang jelas?. Hanya terlihat saat tertabrak saja. Tidak terlihat orangnya?.
Terlalu singkat". Ujar Yulia.
"Itu karena aku buru-buru merekamnya di ruang cctv. Jadi hanya sedikit aku sempat merekammya.
Itu aku bergerak cepat. Saat pengawas sedang keluar. Dan juga tengah malam". Jawab Nino.
Beberapa kali Yulia melihat rekaman itu.
"Sekarang dia di rumah sakit mana?". Tanya Yulia.
"Sepertinya di rumah sakit besar di ujung jalan sana. Aku juga tidak tahu. Karena aku langsung kabur mencari kamu untuk memberi tahu.
Tapi kamu tidak ada di kamar. Makanya aku tidak pulang tadi malam. Menagih janji kamu". Ujar Nino.
"Segera transfer sisa uang perjanjian kita. Aku mau pulang kerumah". Tagih Nino.
__ADS_1
"Iya. Sebentar". Ujar Yulia.
Lalu dia mengirim uang ke rekening Nino.
"Setelah ini aku tidak ingin kita ada hubungan lagi. Aku sudah menjalankan perintah kamu. Dan kamu sudah bayar aku.
Apapun kedepannya, aku tidak mau kamu menyeretku dalam kasus kamu". Ingat Nino.
"Santai. tidak.akan terjadi apa- apa". Jawab Yulia santai.
"Baik. aku pamit". Ujar Nino.
Maka Nino pun pulang, dan Yulia istirahat sebentar. Nanti dia akan cari tahu keadaan Nofri.
.
"Mbak. Orang tuanya datang. Mereka ada di luar". Panggil seorang perawat pada Khaira.
Khaira yang sedang duduk di samping brangkar suaminya Nofri, yang belum sadar..atau masih koma. Karena dari kecelakaan semalam tidak sadar.
"Oh iya. terima kasih sus". Ujar Khaira.
Dia bangkit dari duduknya. Mengelus punggung tangan suaminya.
Lalu dia keluar ruang intensif, terlebih dahulu membuka pakaian khusus berjaga di ruang intensif.
"Pa.. Ma..".
Ujar khaira menyambut mertuanya. Menyalami mereka berdua.
"Bagaimana keadaan Nofri Kay?!". Tanya pak Adrian.
"Masih belum sadar pa". Jawab Khaira.
"Kata Dokter operasinya lancar. Menunggu abang sadar saja". Tambah khaira.
"Papa ingin melihat Nofri". Ujar pak Adrian.
"Ayo pa. Boleh masuk kedalam, tapi bergantian". Ujar Khaira.
Mengiringi mertuanya ke ruang intensif. Dan berdiri di ruang tunggu sementara yang lain masuk.
.
.
__ADS_1
.