Jadi Penganti

Jadi Penganti
Pengusiran


__ADS_3

"Hari ini aku akan ke toko papa bang Nofri. Aku akan menemui mereka.


Tubuhku sudah sembuh, sudah bisa beraktifitas dan dia sudah bisa menikahiku". Gumam Yulia.


Pagi ini Yulia sudah bersiap untuk melancarkan aksinya. Berniat untuk menemui Nofri dan keluarganya. Dia ingin Nofri mau menikah dengannya.


Walaupun nantinya akan di jadikan istri kedua.


"Pokoknya jadi istrinya dulu". ujar Yulia.


Memandangi wajahnya dari cermin meja rias di kamarnya.


Dia sudah berdandan cantik, untuk memikat hati Nofri. Karena waktu mereka bertemu saat mereka di jodohkan, Nofri sangat menyanjung kecantikan Yulia yang memakai riasan natural.


Sudah tiga hari ini dia di rumahnya untuk istirahat, pemulihan tubuh sehabis mengugurkan janin. Dan sekarang dia berniat untuk keluar.


Menemui Nofri.


Orang tuanya masih berada di kampung, mencari modal tambahan untuk buka restoran baru.


Dengan menggunakan taksi online, Yulia menuju rumah atau toko papanya Nofri.


Dengan percaya diri dia memasuki toko itu. Karena pintu samping terlihat masih tertutup.


Toko juga baru saja di buka, dan karyawan toko sedang bersih-bersih toko.


"Apa bang Nofri ada?". Tanya Yulia angkuh.


Dia memang sudah kenal karyawan toko bangunan milik papanya Nofri.


Juga belum terlihat pak Adrian, papanya Nofri yang biasa duduk di meja kerja yang ada di dalam toko.


"Bang Nofri belum pulang mbak. Kan beliau....".


Karyawan itu menghentikan ucapannya. Takut kalau Yulia marah padanya.


"Kemana bang Nofri?. kalian jangan menipuku. Pasti bang Nofri dan pelakor itu ada di atas.


Kalau kalian berani macam- macam. Akan aku pecat kalian jika aku jadi istri bang Nofri". Ancam Yulia.


Ketiga karyawan wanita yang sedang bersih-bersih saling pandang.


Lalu mereka tertawa bersama.

__ADS_1


"Ha... Ha ha.....".


Tawa mereka pecah. Saat mendengar ucapan Yulia yang percaya diri. Mengatakan akan menjadi Istri Nofri.


"Ha.. Ha.....


Apa obatnya sudah dimakan hari ini mbak?. Halunya ketinggian. Haha....". Ujar salah satu karyawati.


"Iya nih. Bangun mbak. Jangan mimpi. Sudah tidak ada kesempatan lagi.


Bang Nofri sudah menikah dengan khaira. dan mereka sekarang sedang bulan madu". Ujar yang lain.


"Apa?. Bulan madu?!". Tanya Yulia kaget.


Dia baru ingat. Kalau dia meminta pergi bulan madu ke pulau wisata setelah menikah.


Dan menurut, jadwalnya. Sekarang masih waktunya berbulan madu.


"Brengsek!". Ujar Yulia


Nenghempaskan tas yang dia pegang keatas meja kerja karyawan. Hingga kertas dan bon yang terletak di atas meja berantakan.


Membuat karyawan toko terkejut.


"Mbak. Sebaiknya mbak pergi dari sini. Pak Adrian dan bang Nifri tidak mau menerima mbak lagi.


Dimana meja kerjanya lah yang di buat berantakan oleh Yulia.


Meja seorang admin toko yang memegang belanjaan pelangan hingga bon dan fakturnya berantakan juga betserakqn dilantai.


"Tutup mulut kamu. Kamu akan saya....".


"Coba saja kalau bisa. kami pastikan mbak tidak akan bisa. Jangankan untuk masuk jadi bagian keluarga pak Adrian.


Masuk toko ini saja aku pastikan ini yang terakhir". Potong Admin tadi.


"Aku ingat wajah kamu. Dan tunggu saja. Kamu yang pertama aku pecat". Ujar Yulia.


Dia berjalan dari toko itu. Tapi bukan keluar toko. Dia menuju ruang belakang tempat kantir dan ruang kerja pak Adrian dan Nofri..


Semua tidak melarangnya. Biar dia sendiri diusir oleh oak Adrian nanti.


"Ada apa kamu kesini?". Tanya pak Adrian.

__ADS_1


Dia menegur Yulia yang belum masuk ke ruang belakang toko.


Pak Adrian dan istrinya sudah berada di di ruang itu. Memandang tajam Yulia.


"Aku mau menemui bapak dan...".


"Kami tidak ada urusan lagi dengan kamu. Kamu yang membuatnya selesai.


Sebaiknya kamu pulanglah". Potong Pak Adrian.


"Tapi pak. Aku datang ingin melanjutkan hubungan dengan bang Adrian pak". Jawab Yulia.


"Kami tidak teeima Yul. Kami tidak mau punya cucu yang tidak jelas asal usulnya.


Kami...".


"Aku sudah mengugurkan anak siakan itu bu. Aku sudah bersih. Bulan depan aku siap dinikahi bang Nofri". ujar Yulia memotong ucapan mama Nofri.


"Astaghfirullah....".


Pak Adrian dan istrinya terkejut mendengar pengakuan Yulia.


"Ada atau tidaknya anak di perutmu. Aku tidak akan pernah mengizinkan Nofri menikahi kamu.


Selain wanita tidak bermoral kamu juga wanita biadab. Tidak akan pernah kamu bisa masuk kekeluarga kami". ujar mama Nofri geram.


Di marah, mendengar pengakuan Yulia. Yang dengan mudahnya mengatakan akan menjadi istru putranya.


Juga mengatakan kalau dia sudah mengugurkan kandungannya.


"Pak Amin. Usir wanita ini". Ujar mama Nofri ke supir suaminya.


"Dan pastikan untuk melarangnya datang kesini". Tambahnya lagi.


"Buk. Aku akan jadi menantu ibu. Apapun akan ikuti semua keinginan ibu.


Aku mohon bu". Ujar Yulia.


Saat dia di tarik paksa oleh beberapa karyawan toko pak Adrian.


Dan semua di beri peringatan. Agar melarang Yulia masuk ruang belakang toko. Apalagi sampai masuk rumah.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2