Jadi Penganti

Jadi Penganti
Saat Berkemas


__ADS_3

"Kamu lapar sayang?. bang juga lapar". Ujar Nofri.


Mereka berpelukan dengan tubuh polos penuh keringat di bawah selimut.


"Pesan layanan hotel saja bang". Ujar Khaira.


"Abang mau ayam kremes yang ada di ujung jalan sana yang. Kita keluar yuk. Masih setengah pukul sepuluh". Ujar Nofri.


Mereka olah raga ranjang hampir satu jam lamanya.


"Pesan pakai aplikasi online bang". Usul khaira.


Karena dia malas untuk keluar.


"Tapi abang ingin keluar, mau beli langsung. Bisa memilih yang kita mau". Ujar Nofri.


"Kan abang harus mandi dulu kalau mau keluar!. Juga motornya sedang dipakai yang punya". Ujar khaira.


"Abang pakai ojol saja nanti, lihat yang mangkal di depan.


Abang mandi dulu ya. Biar abang saja keluar membeli makanan. Kamu bisa berkemas sambil menunggu abang.


Abang sebentar kok". Ujar Nofri.


Mengecup kening dan bibir istrinya.


Lalu dia bergegas kekamar mandi. Untuk bersih-bersih.


Selesai Mandi, Nofri pergi keluar, untuk mencari makanan. Khairapun mandi setelah suaminya keluar kamar. Dan segera dia beres- beres barang bawaannya.


Sudah hampir setengah jam, Nofri belum juga kembali. Sedangkan khaira sudah selesai memasukan barang ke koper.


Tinggal yang akan mereka gunakan untuk besok juga persediaan sekarang.


Khaira menuju balkon. Untuk melihat suasana di bawah.


Tapi saat Khaira baru bangkit dari duduknya. Pintu kamar hotelnya di ketuk. Bahkan dengan tidak sopan. Mengetuk pintu tanpa berhenti.


Dia menuju pintu, yakin itu pasti bukan suaminya yang datang.


Khaira bergegas berjalan menuju pintu kamarnya. untuk melihat siapa yang datang.


"Mbak....".


"Punya sopan tidak sih. Mengetok pintu kamar orang". potong Khaira kesal.


Melihat seorang wanita pegawai hotel mengetuk pintu kamarnya yang tidak sopan.


"Aduh maaf mbak. Aku syok mbak.

__ADS_1


Aku cuma mau memberi tahu. Kalau suami mbak kecelakaan di depan hotel.


Motornya meluncur menuju jalan raya. Dan langsung tertabrak mobil yang lewat". Ujar pagawai hotel itu terbata- bata. Nafasnya memburu.


"Kamu tidak bohong kan?". Kaget Khaira.


Dia sangat kaget, mendengar ucapan wanita itu.


"Tidak mbak. Saat ini suaminya sudah di bawa kerumah sakit". Ujarnya.


"Antarkan aku ke sana". Ujar khaira.


"Mbak pakai jaket dulu. Jangan lupa ponsel dan dompet. Nanti pasti di perlukan di rumah sakit". Ujar pegawai hotel.


"Iya tunggu!". Ujar khaira mengambil tas kecilnya dan juga ponsel.


Tidak lupa dia memakai jaket.


Dia memakai jaket sambil berjalan. Hingga tas selempang kecilnya berada di bagian dalan jaket.


Tidak lupa dia mengunci pintu kamar hotelnya. Berjalan mengiringi pegawai hotel itu.


Sesampai di depan loby hotel. Banyak pegawai hotel berada disana.


Bahkan khaira langsung di arahkan naik ke mobil milik hotel. Dan dia di temani oleh dua orang karyawan hotel. Salah satunya yang menjemput ke kamar tadi. Dan satunya lagi mengaku maneger hotel.


"Mbak harus kuat. Berdo'a lah untuk kesembuhan suaminya". Ujar pegawsi hotel yang menjemputnya tadi.


"Masnya memakai motor yang disewa selama di sini kok. Kan pak Nofri menyewa motor itu selama disini". Ujar pegawai itu.


"Bukannya tadi pemilik motor meminjam motorbitu?!. Katanya dia mau kerumah kerabatnya yang sedang berkabung?". Tanya Gita.


"Tidak. Nino sedang beketja kok mbak. Dari tadi dia berada di hotel.


Malah tadi aku lihat dia bertemu dengan suami mbak saat di depan loby". Ujar pegawai itu.


"Masa sih mbak?. Aku tidak bohong. Tadi saat kami varu sampai. Dia menunggu kami di basement.


Dan suamiku memberikan kunci motornya. Karena kami malam ini tidak akan keluar". Tambah Khaira menerangkan.


Semua terdiam mendengar penuturan Khaira.


Khaira duduk di jok tengah dengan wanita yang menjemputnya tadi. Sang manejer duduk di jok depan di samping supir.


"Apa pak Andre berfikiran sama dengan saya tentang Nino?". Tanya si supir yang sedang mengemudi.


"Ya!". Jawabnya.


Lalu dia menelfon seseorang.

__ADS_1


"Amankan Nino sebentar. sampai aku kembali ke hotel". Ujarnya menelfon.


Khairapun merasa aneh dengan tingkah karyawan yang menyewakan motornya itu.


Padahal selama mereka di sini dan menyewa motor tersebut tidak ada masalah sedikitpun.


Tapi kenapa hari ini dia bersikap aneh.


Sementara itu di hotel, karyawan pemilik motor itu sedang sibuk mencari Yulia.


Dia yang sudah selesai mengutak atik motornya, akan menuju meja resepsionis untuk menitip kunci.


Tapi dia malah langsung bertemu dengan Nofri saat Nofri keluar dari lift.


"Eh sudah balik dari tempat saudaranya mas?". Tanya Nofri.


Kebetulan bertemu.


"Sudah mas. Tempatnya dekat kok. Tidak jauh dari sini". Jawab Nino sedikit gemetaran.


"Oo. Berarti aku bisa memakai motor sebentar". Ujar Nofri.


"Oh iya. Bisa mas. Ini kunci motornya". memberikan kunci.


Masih gemetaran.


"Keluar sendiri saja mas?". Tanya Nino melihat Nofri keluar sendiri.


"Iya. Istriku sedang beres-beres di kamar. Aku ingin kedepan saba untuk beli cemilan saja kok. Buat Ronda". Ujar Nofri.


Mereka berpisah setelah Nifri meberima kunci.


Tapi Nino tidak pergi jauh. Dia akan melihat keluar dari loby samping. Memantau keadaan.


Dan


Terjadilah kecelakaan itu saat motor yang di kendarai Nofri meluncur bebas dari jalan keluar hotel yang memang sedikit tinggi dari jalan raya depan.


Hingga jalan masuk dan keluar halaman hotel menanjak setinggi satu lantai bangunan.


Yang menyebabkan motor yang Nofri kendarai meluncur kencang menuju jalan raya. Hingga tertabrak mobil yang kebetulan lewat dengan kencang.


Nino yang melihat kejadian itu. Langsung menuju kamar Yulia, untuk memberi tahu yang terjadi dengan calon suami nya itu.


Tapi yulia tidak ada di kamar. Membuat Nino panik. Tidak tahu mencari kemana. Juga dia tidak punya nomor ponsel Yulia.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2