
"Sebaiknya aku segera kerumah sakit. Untuk melihat keadaan bang Nofri.
Semoga dia tidak apa-apa, dan wanita genit itu yang celaka". Ujar Yulia.
Dia yang bangun menjelang siang. Karena semalaman tidak tidur. Bergadang di sebuah diskotik dua puluh empat jam.
Yulia masuk kamar mandi, berendam sebentar untuk merilekskan tubuhnya.
Kurang dari satu jam Yulia sudah bersiap untuk pergi kerumah sakit.
Dia makan siang dulu di restoran hotel, karena sudah waktunya makan siang.
Saat memasuki lift, dia bertemu dengan seorang pegawai hotel. perempuan.
Yang sedang membawa dua buah koper sedang. Sepertinya koper tamu.
Tapi Yulia tidak peduli. Mungkin pegawai hotel yang sedang membawa koper tamu yang akan cek out dari hotel. Pikirnya.
Yulia keluar di loby hotel, karena akan makan siang di restoran dekat loby. Sementara karyawan hotel lanjut ke base mant, untuk memasukan koper tamu ke mobil sang maneger.
Ya. Yang bertemu dengan Yulia adalah Titi. Pegawai hotel yang disuruh mengemas barang Khaira dari kamar hotel.
Titi sudah di beritahu si maneger, untuk membantu mengemasi barang milik Khaira dari kamar hotel. Dan menaruhnya ke mobil sang maneget yang sedang terparkir di basemant.
Tadi saat baru sampai di hotel, sang maneger mencari Titi. Untuk mengemasi barabg Khaira.
Selesai makan siang Yulia menuju rumah sakit yang ada di ujung jalan yang masih satu jalan dengan hotel tempat dia menginap.
Yulia langsung menuju igd. Karena dia tahu pasien kecelakaan pasti masuk igd terlebih dahulu.
"Mau tanya sus. Pasien kecelakaan kemaren dirawat atau sudah pulang ya?". tanya Yulia.
Daat sampai di meja perawat berjaga.
"Atas nama siapa mbak?". Tanya perawat yang sedang berjaga.
"Nofri". Jawab Yulia.
"Saya cek sebentar mbak". Ujar perawat itu membuka buku.
"Oh atas nama bapak Novi sudah pulang mbak, beliau tidak dirawat karena tidak parah tidak parah". Jawab perawat jaga igd.
"Kalau istrinya?".
__ADS_1
"Mungkin juga tidak parah mbak. Ini yang masuk igd kemaren tidak ada yang di rawat". Jelas perawat itu.
"Baik. Terima kasih mbak". Ujar Yulia.
Lalu dia pergi dari igd. Untuk kembali ke hotel. Mencari tahu keadaan Nofri.
Satu yang tidak terfikirkan oleh Yulia. Kalau perawat igd tadi tidak menyebut Nofri. Tapi Novi.
.
Fahmi sang maneger sudah membawa koper milik Khaira ke apartemennya. Dan dia kembali ke rumah sakit untuk memberikan kartu akses masuk apartemen pada khaira.
Dan siang itu pak Adrian menyuruh Khaira untuk istirahat dan bersih-bersih di apartemen Fahmi.
Maka dengan di antar oleh Fahmi, Khaira dan bu Eva menuju apartemen Fahmi. Yang berada tiga gedung dari rumah sakit.
"Pakai mobil atau jalan kaki?". Tanya Fahmi pada khaira.
"Apa jauh mas?". Tanya Khaira.
Dia mengakrabkan pangilan pada Fahmi, yang sudah dianggab abak oleh mertuanya.
"Itu. Gedung ke empat". Tunjuk Fahmi ke arah kiri bangunan rumah sakit.
"Iya jalan saja. Biar tahu jalan. Kan nanti kita bolak-balik untuk kerumah sakit". Ujar bu Eva.
Bu Eva juga setuju kalau mereka jalan kaki saja.
"Baik.
Tapi jangan lewat gang belakang jika jalan sendiri.
Sepi, takut ada yang ganggu". Ujar Fahmi.
Khaira dan bu Eva mengangguk paham.
Tidak sampai lima menit. Mereka sudah berada di dalam apartemen Fahmi, yang berada di lantai tujuh.
"Itu kopernya sudah aku taruh di kamar. Selama di sini pakai saja kamarku. Karena di sini hanya ada satu kamar. Maklum bujang lapuk. Tinggal sendiri". Ujar Fahmi menyengir.
"Tidak apa. Mungkin aku kesini untuk mandi dan istirahat saja. Itupun kalau abang masih di ruang intensif". Ujar Khaira.
Dia tidak tahu, berapa lama akan di sini. kapan suaminya sadar dari komanya. Entahlah.
__ADS_1
Tapi dia bersyukur, Fahmi membantunya. Selama suaminya masih koma, tentu dia akan berada di ruang tinggu saja. Belum ada kamar untuk istirahat.
"Baiklah bu, Khaira. Kalau begitu aku pamit mau kembali ke hotel. Sampailan salamku pada bapak.
Semoga dek Nofri lekas sadar dari koma nya. bisa berkumpul dengan keluarga lagi". Ucap Fahmi.
"Aaminn. Terima kasih nak Fahmi. Ibu sangat berterima kasih atas bantuan kamu". Ijar bu Eva. Mama Nofri.
"Sama-sama bu. Sekarang ibu dan semua keluargaku. Aku senang menambah kerabat dan saudara". Ujar Fahmi.
"Oh iya. Tadi aku belikan makan siang untuk ibu, bapak dan juga khaira. Makan dulu sebelum kembali kerumah sakit". Tambah Fahmi.
"Terima kasih nak Fahmi. kami sudah merepotkan". Ujar bu eva.
"Tidak kok bu. Buat ibu sendiri mana repot. Malah senang". Ujar Fahmi.
Setelah berbasa basi, Fahmi kembali ke hotel. terlebih dahulu berjalan kerumah sakit. Karena mobilnya parkir di sana.
Khaira dan bu eva mandi dan bersih-bersih. Setelah melaksanakan sholat zuhur mereka istirahat sebentar.
Setelah makan dan istirahat. Khaira dan mertuanya kembali ke rumah sakit. berjalan kaki berdua.
Tidak lupa membawa makan siang yang sudah di bawa Fahmi tadi untuk pak Adrian.
Kenapa tidak tidur saja sebentar. Nanti malam pasti akan kurang tidur". Ujar pak Adrian.
Kasihan melihat menantunya yang terlihat lelah.
"Sudah istirahat kok pa. Srkarang papa dulu istirahat ke apartemen.
Nanti magrib sampai isya aku akan istirahat lagi". Ujar Khaira.
Dia tahu. ayah mertuanya pasti juga capek, subuh sudah berangkat ke bandara, dan mungkin juga tidak tidur setelah dia menelfon semalam.
"Baiklah. Papa akan ke apartemen Nofri. Dan kembali kesini menjelang magrib". Ujar pak Adrian.
Maka bu Eva kembali berjalan ke apartemen berjalan kaki. Bersama suaminya.
.
.
.
__ADS_1
.