Jadi Penganti

Jadi Penganti
Petuah dari pak Adrian.


__ADS_3

Khaira yang baru datang kerumah mertuanya bersana suaminya.


Dia disuruh langsung kekamar untuk beristirahat. tapi dia tidak bisa istirahat. Dia malah mandi dan bersih-bersih. Sebentar lagi juga mau masuk magrib.


"Sebaiknya aku mandi dulu. Gerah.


Pakaianku nanti saja aku tata di lemari. ka pakaian yang aku bawa cuma sedikit". Gumam khaira.


Khaira hanya membawa satu koper kecil pakaiannya. Pakaian yang tadi siang di antar loundry.


Selesai mandi, khaira menata pakaiannya. Dan juga menyiapkan pakaian suaminya. jika suaminya akan mandi juga.


Saat keluar dari bathrobe, sebenarnya khaira tertarik untuk rebahan di kasur pengantennya.


Kasur empuk dan terpajang seprai blink dan cantik. Maklum, ranjang penganten.


Tapi karena sudah sangat sore, khaira mengurung niatnya untuk rebahan.


Dia membuka pintu kamarnya yang mengarah sisi samping ruko. Yang dia tahu dibawahnya adalah halaman kosong yang digunakan tempat parkir mobil pribadi dan juga mobil operasional toko.


Di seberang bangunan toko ada ruko lain yang sama tingginya dengan ruko bosnya ini.


Dia berdiri di balkon kamar, yang berada di lantai tiga. Hanya kamar ini ada balkon samping. Karena kamar ini kamar nomor dua.


Kamar depan balkonnya ke depan menghadap jalan raya. kamar milik adik Nofri.


Khaira menikmati suasana sore yang cerah, dengan suasana langit yang mulai menjingga.


Dia bersandar di pagar balkon. Memandang dari ketinggian.


"Jangan bunuh diri di sini, aku tidak mau rumah orang tuaku angker karena arwah penasaran kamu".


Tiba-tiba Nofri sudah berdiri bersandar di pintu masuk kamar depan balkon.


"Ih apaan sih bang. Duniaku masih panjang.


Juga tidak ada dalam kamusku untuk bunuh diri. Walaupun hidupku susah atau tertindas". Jawab Khaira.


Dia menghadap suaminya.


"Abang mau mandi, pakaian sudah aku siapkan di ruang ganti". Ujar Khaira.

__ADS_1


"ok!". Ujar Nofri.


Dia langsung menuju kamar mandi. Karena badannya juga gerah.


selesai sholat, mereka makan malam bersama di bawah. Dilantai dua ruko. Dan mereka berbincang di ruang keluarga. Bersama kedua orang tua Nofri.


"Bagaimana dengan tiket bulan madu kamu Nof?. Apa kalian sudah membicarakannya?". Tanya Mama Nofri.


Khaira yang mendengar sedikit terkejut. Walau dia tahu kalau Nofri akan pergi bulan madu setelah menikah.


Tapi sekarang dia yang menjadi istri Nofri, sebagai penganti. Dan dia tidak mungkin pergi bulan madu.


Dia takut. Takut kalau Nofri mibta haknya sebagai suami saat mereka bulan madu.


Memikirkan itu Khaira merasa panas dingin. Membayangkan tentang ....


"Aku dengar pendapat khaira mah. Apa dia mau pergi bulan madu atau tidak.


Aku tidak masalah tidak jadi pergi kalau khaira tidak mau. Batalkan saja.". Ujar Nofri berpendapat sebelum mendengar jawaban khaira.


"Tidak bisa Nof. Rugi kita. Lagian papa sudah transfer ke hotel dan biro perjalanan disana.


Coba kamu hitung berapa uang yang sudah papa kirim". Ujar pak Adrian.


"Iya Nof. kalian itu harus saling mengenal.


Dengan seringnya kalian pergi berdua akan mendekatkan diri kalian. Juga.


Mama lihat kalian masih canggung untuk berintegrasi". Ujar mama Nofri.


"Iya. Kalian harus memulai rumah tangga ini dengan ikhlas agar kalian dapat berkah dari allah.


Kami sebagai orang tua berdo'a agar kalian menjalani pernikahan ini sampai tua nanti". Petuah pak Adrian.


Dia tidak ingin anaknya bermain-main dengan pernikahan ini. Karena mereka menikah dadakan dan mungkin masih belum menerima pernikahan mereka.


"Kalian kami harap menjalani pernikahan ini dengan serius. Jangan ada niat untuk yang aneh-aneh.


Seperti pernikahan kontrak begitu. Cukup jalani sesuai seperti rumah tangga umumnya di jalan allah.


Saling cinta, saling jaga dan saling membutuhkan. Kalian sudah dewasa untuk pernikahan ini. Tentu tahu ini terbaik untuk kalian kedepannya". Tambah pak Adrian.

__ADS_1


Nofri dan khaira mendengar petuah dari orang tua dan mertua mereka.


"Kalian mengertikan?!". Tanya pak Adrian.


Mereka berdua mengangguk saat di tanya pak Adrian.


"Baik.


Mulailah menjalani pernikahan yang sudah di takdirkan oleh allah. Ini jodoh yang di berikan allah, pasangan halal". Tambah pak Adrian memberi wejangan.


Walau anak dan menantunya diam, tapi dia yakin kalau ucapannya di dengar dan di terapkan dalam hati oleh anak dan menantunya itu.


"Pergilah kalian bulan madu. Dan lupakan masa lalu pasangan kalian.


Untuk Nofri mungkin belum punya rasa pada Yulia, karena meteka di pertemukan dan di jodohkan.


Dan buat Khaira. Kalau kamu punya pacar. Bawa Nofri untuk menyelesaikan hubungan kalian. Agar tidak menganggu masa depan kalian nantinya.


"Maaf pak. Aku tidak punya pacar atau teman spesial". Ucap Khaira pelan.


"Tapi waktu kami memaksa kamu menerima pernikahan ini kenapa kamu bilang sudah punya pacar yang kata kamu sedang serius?". Tanya pak Adrian.


Karena Khaira waktu itu menolak pernikahan ini.


"Waktu itu aku tidak nau menikah. Aku belum siap.


Lagi pula bang Nofri bukan tipe saya. Pemarah dan cerewet". Ujar khaira takut.


"Oo. Itu karena dia pemimpin di usahanya, dan kamu anak buahnya.


Kamu tahukan kalau setiap dia menangani sebuah pekerjaan, dia sangat teliti dan tegas oada siapapun. Bukan kamu saja.


Tapi kedepannya papa yakin dia tidak akan marah tanpa alasan padamu.


Sekarang kamu istrinya. Tempat dia bercerita dan minta pendapat. Juga tempat berbagi senang dan susah". Ujar pak Adrian.


Khaira dan Nofri saling pandang.


.


.

__ADS_1


__ADS_2