Jadi Penganti

Jadi Penganti
Akhirnya


__ADS_3

"Bangun dulu kay. Subuh sudah masuk". Panggil Nofri.


Dia mengoyang bahu istrinya yang masih tertidur nyenyak.


"Tubuhku sakit bang. Tidak bisa di gerakan". Ujar Khaira lemas.


Dia tidur meringkuk dibawah selimut. Dengan tubuh, polos.


Nofri tersenyum senang. Karena dia baru saja mendapat haknya sebagai suami Khaira.


*Flasback*


"Apa kamu mau menjalani pernikahan ini dengan ikhlas?". Tanya Nofri.


Yang sedang berada di atas tubuh istrinya. Mengungkung.


Khaira yang tidak mau berdosa dan juga dia memang ingin menjalani pernikahan ini dengan baik. Mengangguk saat suaminya bertanya.


"Baik sayang. Kita akan menjalani pernikahan ini dengan ridho allah". Ujar Nofri mengecup kening istrinya.


"Kita sholat dulu. Biar berkah". Ajak Nofri menarik tangan istrinya.


Lalu mereka melaksanakan Sholat sunah dan berdo'a.


Setekah sholat, mereka makan karena terasa lapar. karena tadi hanya makan bakso. Mereka makan ayam geprek yang dia beli tadi setelah makan bakso.


"Isi perut dulu. Biar banyak tenaga untuk kita beribadah nanti". Ujar Nofri.


Dia memanjakan istrinya dengan mesra. Selalu duduk mesra dan berdekatan. Dengan sesekali mengecup wajah istrinya biar istrinya nyaman.


Setelah mereka makan, mereka menonton sebentar karena perut kenyang. Mereka duduk di sofa kamar. Duduk berdekatan.


Setelah sekitar satu jam duduk berdampingan sambil menonton Bahkan Nofri memberanikan diri memeluk istrinya.


Memangku istrinya di atas pahanya. Juga menyusup tangannya ke balik baju tubuh depan istrinya.


Tangan Nofri sedikit nakal menyentuh titik sensitif di tubuh istrinya itu. Membuat tubuh khaira merasakan sensasi yang belum pernah dia rasakan.


Khaira yang di perlakukan nakal oleh suaminya malu. sambil di pangku suaminya wajah, bibir dan lehernya sudah tidak terhitung terasa di gigit dan di sesap suaminya.


Tubuh khaira tetasa melayang saat suaminya menerayangi tubuhnya. Saat dia di bopong keatas tempat tidurpun khaira tidak menyadarinya.


Yang dia tahu blus atasnya sudah terlepas dan suaminya sedang menjadi bayi besar menyedot pabrik asinya. Dengan tangan juga bergerak liar di perut hingga...

__ADS_1


Merasakan tubuhnya bergetar hebat. Saat kepala suaminya sedang berada di bawah perut yang yang juga sudah tidak ada penghalangnya.


"Bang... Aku ...".


"Lepaskan saja sayang. Itu akan mempermudah jalan untuk kita beribadah". Jawab Nofri.


Saat merasakan kepalanya di jepit paha istrinya yang


Setelah istrinya sedikit tenang, Nofri mengelus sesuatu yang tadi di jilatinya hingga basah. sekali lagi mengecup mesra.


"Bersiap ya sayang. Aku mau menikmati hidangan utamanya". Ujar Nofri menaiki tubuh istrinya.


Khaira kaget. Ternyata tubuh suaminya juga sama dengan tubuhnya. Polos.


Tadi khaira tidak melihat, tubuh suaminya berada di tubuh bagian bawahnya.


"kamu siap sayang?". Tanya Nofri.


Padahal senjatanya sudah berada di bibir bawah istrinya yang basah. Mengelus dan bergerak. Tapi masih memberi sentuhan lembut untuk perkenalan


Mengetuk pintu sebelum membukanya.


Khaira yang dari tadi sudah merasakan sensasi aneh di bibir bawahnya saat di ***** dan di tusuk lidah suaminya mengangguk pasrah.


Nofri yang mendapat izin dari istrinya. Mulai mengetuk pintu dengan lembut. miliknya bergerak pelan menyentuh sesuatu yang basah dan hangat.


Dengan sabar miliknya mencari posisi yang pas. Istrinya juga ikut mengerakan pinggulnya untuk mengarahkan sang pusaka suaminya agar tidak salah membuka pintu.


Karena pintu miliknya juga siap untuk di buka. Merasakan


"Ah.. Sakit!".


Ujar khaira saat milik suaminya berhasil mendobrak pintu yang selama ini dia tutup.


Memejamkan matanya menahan sakit yang tidak bisa di ungkapkan. Perih dan sakit karena robek.


"Hhh...".


Nofri juga ikut melenguh saat miliknya terbenan berhasil terbenam sempurna.


Merasakan basah dan hangat, yang dia yakin mahkota istrinya sudah berhasil dia nikmati.


Dia juga melihat air mata istrinya mengalir di sudut mata istrinya itu.

__ADS_1


Lalu dia menghapus air mata itu dengan ibu jarinya.


"Maaf ya sayang, membuat kamu kesakitan. Dan terima kasih kamu sudah memberikan mahkota kamu pada abang.


Istriku yang akan menjadi ibu dari anak-anakku". Ujar Nofri.


Khaira mengangguk saja. Menjawab ucapan suaminya.


Setelah istrinya agak tenang, Nofri mulai bergerak pelan. Memberikan dan merasakan yang namanya bercocok tanam.


Dia merasakan yang namanya pipis pria dewasa di milik istrinya. Bahkan Nofri sampai melenguh panjang. Saat menyemburkan pipis pria dewasa di milik istrinya.


*Flash back off*


.


"Biar abang bantu ke kamar mandi ya. Nanti subuhnya habis". Ujar Nofri mendekap tubuh istrinya.


Tubuh mereka masih sama-sama polos.


Dia tahu, pasti istrinya kecapek an. Karena dia gempur dua kali.


Bahkan yang kedua baru saja mereka lakukan satu jam yang lalu. Setelah memerawani istrinya tengah malam, beberapa jam yang lalu.


"Abang mandi saja duluan. Gantian". Ujar Khaira lemas.


"Kita mandi sama-sama sayang, biar abang bantu. biar subuh tidak ketinggalan.


Habis sholat subuh nanti lanjut tidur". Ujar Nofri.


Dia tidak mau istrinya ketiduran.


"Aku masih...".


"Kamu diam saja, biar abang bantu". Ujar Nofri.


Menyingkap selimut, dan menampakan tubuh polos istrinya yang penuh bercak merah. Karena ulah bibir nakalnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2